
Pernahkah kamu membeli atau menjumpai buku yang dijual dengan harga sangat murah padahal buku tersebut masih baru? Jika pernah, bisa jadi buku yang kamu jumpai tersebut adalah buku bajakan.
Sekilas, kehadiran buku bajakan memang terdengar menguntungkan bagi pembaca karena harganya yang jauh lebih murah dibandingkan buku original. Namun di balik itu, penulis dan penerbit merupakan dua pihak yang akan sangat dirugikan oleh adanya buku bajakan.
Daftar isi
Toggle10 Cara Membedakan Buku Bajakan dan Buku Asli, Yuk Lebih Teliti!
Nah, sebenarnya apa itu buku bajakan? Bagaimana cara membedakan buku bajakan dan buku asli? Artikel kali ini akan mengulas jawabannya lebih lanjut. Langsung saja simak penjelasan berikut!
Artikel yang sesuai:
Apa Itu Buku Bajakan?
Buku bajakan adalah buku yang diperbanyak dan diperjualbelikan oleh pihak tidak bertanggungjawab. Mereka memperjualbelikan buku tanpa sepengetahuan dan seizin pemegang hak cipta buku, yakni penulis dan penerbit yang menerbitkan buku tersebut.
Pembajakan buku bisa berbentuk dalam format cetak maupun digital atau ebook. Yang mana, buku biasanya dicetak ulang dengan menggunakan bahan dan perlengkapan berkualitas rendah untuk menekan biaya produksi.
Banyak yang belum menyadari bahwa membeli atau membaca buku bajakan merupakan bentuk pelanggaran hak cipta. Maka, sudah sepatutnya bagi pembaca yang bijak harus menjauhkan diri dari buku bajakan dan mendukung penulis serta penerbit dengan membeli buku asli.
Cara Membedakan Buku Bajakan dan Buku Asli
Agar terhindar dari jebakan buku bajakan, maka kamu perlu mengetahui cara membedakan buku bajakan dan buku asli. Berikut ini sepuluh cara yang bisa kamu ikuti:
1. Cek kualitas sampul buku
Pertama, buku bajakan memiliki ciri berupa sampulnya yang berkualitas buruk. Maka sebelum membeli buku, hal pertama yang perlu kamu pastikan adalah kualitas covernya.
Umumnya, hasil cetakan sampul buku bajakan tidak tajam atau buram sehingga tulisan atau judul bukunya tidak dapat terbaca dengan jelas dan tidak enak dipandang.
Secara sepintas, membedakan buku bacakan dan buku asli dengan hanya melihat sampulnya saja mungkin cukup sulit. Meski demikian, tetap saja buku bajakan dan buku asli dapat dibedakan.
Misalnya saja, kamu mungkin pernah melihat buku dengan cover yang judul bukunya dicetak timbul atau disebut embos, bukan? Nah, biasanya buku bajakan tidak demikian. Permukaannya rata atau judul buku tidak bisa dicetak timbul.
Hal itu dikarenakan cover yang dicetak timbul membutuhkan biaya yang lebih mahal. Itulah mengapa para pelaku pembajakan buku memilih hasil cetakan yang seadanya.
2. Lihat penjilidannya
Cara membedakan buku bajakan dan buku asli juga dapat dilihat dari segi penjilidannya. Buku bajakan umumnya menggunakan jilid yang rentan lepas. Bahkan, meski baru beberapa hari digunakan.
Alhasil, sering kali pembaca jadi tidak bisa membolak-balik halaman buku dengan leluasa karena jilid yang tidak kuat bisa membuat halaman mudah lepas.
3. Periksa kualitas tinta yang digunakan
Untuk mengetahui asli atau tidaknya sebuah buku juga dapat dilihat dari kualitas tintanya. Jika teks buram atau tidak terlihat tajam, maka dapat dipastikan buku tersebut dicetak menggunakan tinta berkualitas rendah.
Hal tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa buku tersebut adalah buku bajakan. Sebab, penerbit buku resmi pastilah mengedepankan kualitas hasil cetakan yang terbaik, termasuk menggunakan tinta berkualitas tinggi agar dihasilkan teks yang tajam sehingga mudah dibaca.
Selain buram, teks dalam buku bajakan juga biasanya juga tercetak miring-miring sehingga mengganggu kenyamanan dan fokus saat membaca.
Jika diperhatikan dengan seksama, kualitas tinta buku bajakan ini menyerupai hasil fotocopy-an. Yang mana, tinta hasil fotokopi tidak setajam tinta hasil print out.
4. Perhatikan kualitas kertas yang digunakan
Tidak hanya kualitas tinta yang rendah, buku bajakan juga menggunakan kualitas kertas yang rendah. Biasanya, buku bajakan menggunakan kertas buram karena lebih murah. Kadang kala juga menggunakan kertas HVS dengan gramasi rendah sehingga mudah sobek.
5. Cek harga buku
Berikutnya, periksalah harga buku untuk mengetahui keaslian sebuah buku. Buku bajakan cenderung dibandrol dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan buku original.
Buku original dijual dengan harga rata-rata 70 ribu hingga ratusan ribu, tergantung ketebalan halaman. Sementara itu, buku bajakan dijual dengan harga hanya setengahnya saja. Bahkan, bisa lebih murah lagi.
Perbedaan harga ini tentunya menjadi perbedaan yang sangat mencolok antara buku bajakan dan buku asli. Terutama jika buku memiliki halaman yang sangat tebal namun dijual dengan harga puluhan ribu saja. Maka, hal ini patut dicurigai.
6. Cek ada tidaknya hologram
Buku asli atau original umumnya terdapat hologram yang diletakkan di bagian cover buku. Hologram tersebut berisikan informasi tentang harga dan barcode buku. Jika tidak terdapat hologram pada cover buku, maka bisa jadi buku tersebut palsu atau bajakan.
7. Pastikan buku tersegel
Pernahkah kamu melihat atau bahkan membeli buku yang tidak tersegel? Jika pernah, buku tersebut bisa jadi buku bajakan.
Pada umumnya, buku asli dikemas dengan wrapping plastik berupa plastik bening untuk menjaga buku tetap aman dari debu maupun kotoran.
Meski demikian, ada pula buku asli yang dijual tanpa segel. Misalnya saja, buku asli yang dijual second atau buku-buku yang ada di pasar loakan. Maka, tentu saja buku-buku tersebut umumnya sudah tidak bersegel dan harganya juga lebih murah.
Oleh sebab itu, kamu bisa melihat kembali siapa penjual buku tersebut untuk memastikan asli atau tidaknya buku yang mereka jual.
8. Cek kerapian halaman buku
Cara membedakan buku bajakan dan buku asli selanjutnya dapat dilihat dari kerapian halamannya. Setiap lembar halaman dalam buku asli umumnya disusun secara rapi dan berurutan sesuai daftar isi.
Berbeda dengan buku bajakan. Sering kali buku bajakan dicetak asal-asalan tanpa memperhatikan urutan halamannya. Parahnya lagi, kadang kala ada pula halaman yang tercetak double. Nah, tentu saja dari sini dapat dipastikan bahwa buku tersebut bajakan.
9. Mengecek ISBN atau QRCBN buku
Mengecek ISBN atau QRCBN buku juga menjadi salah satu cara membedakan buku bajakan dan buku asli yang bisa kamu coba. Kamu bisa mengeceknya di link berikut: https://isbn.perpusnas.go.id/ untuk mengetahui apakah buku tersebut memang benar ada atau tidak.
Setelah pengecekan tersebut, akan muncul data informasi terkait buku mulai dari judul buku, penulis, penerbit, hingga tahun terbitnya.
Nah, kamu bisa memeriksa kembali apakah informasi yang tercantum di dalam buku tersebut sudah sesuai dengan yang ada di Perpusnas atau tidak. Agar lebih aman, kamu bisa membeli buku yang kamu cari secara langsung di penerbitnya atau toko-toko buku yang bekerja sama dengan penerbit.
10. Lihat ulasan dari pembeli
Terakhir, melihat ulasan dari pembeli bisa menjadi cara membedakan buku bajakan dan buku asli yang ampuh untuk dicoba. Banyaknya ulasan positif tentu membuat calon pembeli lainnya menjadi semakin percaya.
Apa Dampak Adanya Buku Bajakan?

Buku bajakan memiliki dampak negatif yang bisa dirasakan oleh beberapa pihak. Yakni, penulis, penerbit, dan juga pembaca serta masyarakat. Meskipun ada pula pembaca yang merasa bangga dengan buku bajakan karena harganya yang murah dan berpikir yang penting isinya masih bisa dibaca.
Nah, sebenarnya apa yang membuat kita perlu menghindari buku bajakan? Apa dampak negatif dari buku bajakan? Ini dia penjelasannya:
1. Dampak buku bajakan bagi penulis
Sebuah buku tentu ditulis dengan penuh dedikasi waktu, tenaga, dan pikiran dari penulis. Maka, sudah sepatutnya penulis memperoleh royalti dari hasil penjualan buku tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap jerih payahnya.
Namun, jika membeli buku bajakan maka penulis akan kehilangan peluang untuk mendapatkan royalti tersebut. Dengan demikian, semangat penulis bisa jadi menurun untuk tetap produktif menulis karena kesejahteraannya yang tidak terjamin lagi.
Dalam jangka waktu lama, kondisi ini bisa menyebabkan berkurangnya minat orang-orang untuk menjadi penulis dan buku-buku berkualitas pun semakin sulit ditemukan.
2. Dampak buku bajakan bagi penerbit
Pihak kedua yang dirugikan oleh adanya buku bajakan ialah penerbit. Penerbit akan mengalami kerugian karena biaya dikeluarkan untuk produksi buku, penyuntingan, desain cover dan layout, serta biaya lainnya tidak dapat tertutupi secara maksimal.
Pada akhirnya, ini bisa berdampak pada industri penerbitan yang tidak stabil. Karyawan yang bekerja di penerbit buku juga bisa jadi terancam kehilangan pekerjaannya karena penerbit yang tidak lagi memperoleh untung dari buku-buku yang diterbitkannya.
Keuntungan yang seharusnya diperoleh penerbit dan digunakan untuk kelancaran operasional serta gaji pegawai, justru diambil oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab. Yakni, para pelaku pembajakan buku.
3. Dampak buku bajakan bagi pembaca dan masyarakat
Dari segi harga, pembaca dan masyarakat mungkin akan diuntungkan karena buku bajakan memiliki harga yang lebih murah. Namun, tentu saja kualitas buku juga rendah. Teksnya tidak terbaca dengan jelas, kertas tipis dan buram, halaman berantakan, isinya tidak lengkap atau bahkan keliru.
Dalam jangka waktu lama, hal ini bisa menyebabkan terhambatnya perkembangan literasi nasional. Produksi buku asli dan berkualitas akan semakin menurun jika penerbit dan penulis terus dirugikan.
Pada akhirnya, masyarakat juga akan ikut dirugikan karena sulit atau bahkan tidak bisa lagi memperoleh bahan bacaan berkualitas.
Nah, itulah tadi sepuluh cara membedakan buku bajakan dan buku asli yang bisa kamu coba. Sebagai pembaca yang bijak, maka sudah sepatutnya membeli buku asli dan menjauhkan diri dari buku bajakan.
Membeli buku asli atau original berarti kita telah turut serta menghargai perjuangan para penulis, penerbit, dan juga pihak-pihak yang bekerja di balik layar hingga naskah mentah penulis bisa diubah menjadi buku yang siap dibaca oleh banyak orang.
Tidak hanya itu, dengan membeli buku asli kita juga berarti telah ikut serta dalam menjaga kesehatan industri penerbitan buku serta kesejahteraan pihak-pihak yang bekerja di dalamnya. Jadi, yuk hindari buku bajakan!





