6 Karakteristik Buku Monograf yang Perlu Diketahui

6 Karakteristik Buku Monograf yang Perlu Diketahui

Sebelum melakukan kegiatan penelitian, kita pasti membutuhkan beberapa buku sebagai bahan rujukan atau referensi. Tidak hanya untuk mahasiswa, membaca buku sebelum riset juga harus dilakukan semua pihak, baik itu dosen, pakar, maupun peneliti profesional.

Ada berbagai buku yang bisa kita jadikan sumber informasi, salah satunya yaitu buku monograf. Jenis karya tulis ini memuat satu atau banyak topik yang saling berhubungan dan umumnya disusun oleh satu orang.

6 Karakteristik Buku Monograf yang Perlu Diketahui

Melalui artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut apa yang dimaksud dengan buku monograf, karakteristiknya, serta perbedaanya dengan buku ajar dan referensi. Harapannya, setelah membaca tulisan ini, teman-teman dapat lebih memahami peran penting buku monograf dalam ranah akademik, membedakannya dari jenis literatur lain, serta terinspirasi untuk menerbitkan buku monograf. Yuk, kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini:

Apa itu Buku Monograf?

Secara sederhana, kita dapat mendefinisikan buku monograf sebagai karya tulis ilmiah yang berkonsentrasi menganalisis suatu masalah atau fenomena secara spesifik dan detail dalam satu bidang keilmuan. Berbeda dengan jurnal ilmiah yang terbit secara rutin dan memiliki banyak pembahasan, monograf berwujud buku utuh yang hanya membicarakan satu topik saja.

Buku monograf bukan berisi informasi umum dari a-z, melainkan pemaparan dan analisis dari seorang ahli yang berkecimpung di satu bidang. Umumnya, buku ini terlahir dari laporan penelitian atau karya tulis ilmiah yang disusun ulang menjadi materi yang lebih padat dan berbobot.

Selain menjawab rumusan masalah dengan memakai metode penelitian tertentu dan didukung oleh data atau teori terbaru, buku monograf juga membagikan temuan risetnya secara detail dan profesional. Oleh karena itu, buku ini sangat berguna bagi kita yang ingin mendalami suatu masalah atau fenomena secara utuh.

Apa Perbedaannya dengan Buku Referensi dan Buku Ajar?

Perbedaan utama antara buku monograf dengan buku referensi berada pada cakupan pembahasannya. Buku monograf memiliki fokus pada satu yang dibahas sangat spesifik dan terbit sebagai karya tunggal tanpa seri lanjutkan.

Sebaliknya, buku referensi membicarakan satu disiplin ilmu dengan jangkauan tema yang lebih luas dan umum. Namun, keduanya mempunyai persamaan yaitu disusun berdasarkan kaidah ilmiah yang ketat oleh para pakar di bidangnya.

Sementara itu, buku ajar memiliki fungsi dan tujuan yang sangat berbeda, karena dirancang khusus untuk menunjang proses belajar mengajar. Buku ini ditulis sesuai dengan kurikulum yang berlaku, baik yang berupa buku teks ataupun buku materi pembelajaran.

Meski terlihat seperti buku biasa, buku ajar merupakan panduan berkualitas yang ditulis oleh ahli di bidang ilmu tertentu. Misalnya, buku ajar matematika atau fisika, maka pihak yang menyusunnya yaitu para ahli di bidang tersebut. Selain itu, buku ini juga menjadi pegangan utama bagi siswa atau mahasiswa yang ingin mendalami suatu materi pelajaran.

Apa saja Karakteristik Buku Monograf?

6 Karakteristik Buku Monograf yang Perlu Diketahui

Setelah memahami definisi dan perbedaan buku monograf dengan buku referensi dan buku ajar, kita beralih kepada apa saja karakteristik atau ciri-ciri dari buku monograf.

1. Hasil penelitian

Sebagai salah satu jenis karya ilmiah, buku monograf memiliki karakteristik yaitu disusun berdasarkan hasil penelitian yang sangat intensif. Oleh sebab itu, buku ini sering kali diklasifikasikan sebagai laporan hasil penelitian yang diformat dalam format buku untuk mendokumentasikan berbagai temuan penting penulis.

Bahasa dan istilah yang digunakan dalam buku monograf juga cenderung formal dan ilmiah. Hal ini dikarenakan target pembaca buku ini sangatlah spesifik yaitu kalangan akademisi atau dosen yang memahami bidang tersebut, bukan dimaksudnya untuk dikonsumsi oleh orang awam atau masyarakat umum.

2. Sebagai bahan rujukan

Karakteristik buku monograf yang kedua yaitu sebagai bahan rujukan atau referensi. Walaupun bisa berperan sebagai buku referensi, buku monograf memiliki target pembaca yang sempit, yaitu hanya di kalangan dosen. Hal ini sangat berbeda dengan buku ajar yang ditujukan untuk banyak kalangan, salah satunya yaitu mahasiswa.

Selain itu, buku monograf juga dipakai sebagai sumber rujukan khusus bagi seseorang yang sedang melaksanakan penelitian di bidang yang serupa. Intinya, buku ini dapat digunakan sebagai alat bagi untuk memperdalam riset, bukan sebagai pedoman dasar untuk melakukan proses belajar-mengajar di kelas.

3. Gaya bahasa formal

Karakteristik atau ciri buku monograf yang ketiga yaitu memiliki gaya bahasa formal atau baku. Penulisan serta penyajian buku ini harus mengikuti aturan atau standar resmi yang berlaku. Tujuannya yaitu agar buku dapat tersampaikan secara profesional dan terstruktur.

Pemakaian gaya bahasa formal ini juga sangat penting untuk memelihara kualitas dan intelektualisme isi buku. Di samping itu, sangat penting untuk menyampaikan hasil riset secara lugas dan objektif sehingga bisa dimengerti oleh sesama akademisi ataupun peneliti.

4. Mempunyai ISBN

ISBN atau International Standard Book Number merupakan kode unik dimiliki oleh setiap buku. Tidak hanya buku yang berkategori fiksi saja, buku-buku nonfiksi seperti buku monograf juga mempunyai ISBN.

Setiap buku monograf wajib dipublikasikan secara resmi lewat lembaga penerbit umum maupun penerbit internal kampus (university press). Selain sebagai identitas resmi, ISBN juga memiliki fungsi untuk mempermudah proses pendistribusian dan penjualan buku.

Tanpa adanya ISBN, buku monograf tidak akan diakui secara resmi di dunia akademik dan tidak terdata secara legal di Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Oleh karena itu, bagi dosen yang ingin jenjang kariernya naik, maka harus menyertakan ISBN ke dalam karya tulisnya demi mendapatkan poin kredit (KUM).

5. Berkonsentrasi pada satu disiplin ilmu

Ciri buku monograf yang kelima yaitu berkonsentrasi mengupas satu disiplin ilmu secara komprehensif dan mendalam. Oleh sebab itu, buku ini wajib disusun oleh seorang ahli yang betul-betul menguasai cabang itu tersebut.

Isi dari buku monograf tidak boleh melebar ke mana-mana, namun harus dapat mengupas suatu topik secara tajam dan mendalam. Hal ini yang menjadikan monograf menjadi sumber rujukan yang sangat bermutu bagi kalangan akademisi yang ingin memperkuat spesialisasi mereka.

6. Disusun secara sistematis

Terakhir, buku monograf disusun dengan alur logika keilmuan yang sangat teratur. Penjabarannya dapat dimulai dari konsep yang paling mendasar, kemudian dikembangkan secara bertahap mengarah pada pembahasan yang lebih kompleks dan rinci. Struktur yang sistematis ini memudahkan pembaca untuk mengikuti jalan pikiran penulis dalam menganalisis topik penelitian tersebut.

Bagi  kamu yang mempunyai karya tulis ilmiah atau laporan penelitian yang memuat suatu topik secara detail, segera terbitkan menjadi sebuah monograf agar bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Kamu bisa mempublikasikan karya tersebut melalui penerbit Halo Adil Sejahtera.

Kamu tidak perlu pusing memikirkan segala tahapan penerbitan yang rumit, karena tim kami siap membantu merealisasikan mimpimu menjadi seorang penulis yang profesional. Kamu juga tidak perlu khawatir mengenai biaya, Halo Adil Sejahtera menawarkan harga yang sangat terjangkau terutama bagi kamu yang berasal dari kalangan akademisi.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi kontak kami di link berikut: KONSULTASI/PEMESANAN.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn