8 Kesalahan Fatal Desain Cover Buku yang Membuat Pembaca Skip Bukumu

8 Kesalahan Fatal Desain Cover Buku yang Membuat Pembaca Skip Bukumu

Pernah bayangin sudah menulis naskah berbulan-bulan dan edit puluhan kali, tapi begitu dipajang di rak toko buku, calon pembaca langsung skip bukumu? Kalau benar kejadian, pasti sakitnya bukan main, kan?

Tapi tenang, itu bukan berarti naskah kamu buruk. Kalau pembaca langsung skip padahal baru pertama lihat bukumu, itu tandanya ada yang kurang dari cover buku kamu. Melakukan kesalahan fatal desain cover buku bisa membuat naskah yang sebenarnya berkualitas jadi terlihat tidak menarik bagi pembaca. Sayang sekali, bukan?

8 Kesalahan Fatal Desain Cover Buku yang Membuat Pembaca Skip Bukumu

Maka dari itu, artikel kali ini akan membahas delapan kesalahan fatal desain cover buku beserta cara menghindarinya yang perlu kamu ketahui. Menghindari kesalahan-kesalahan ini bisa memperbesar peluang bukumu dilirik oleh pembaca, lho. Yuk, langsung saja simak dan catat poin-poin pentingnya!

Apa Saja Kesalahan Fatal Desain Cover Buku yang Perlu Dihindari Penulis Pemula?

Berikut delapan kesalahan fatal desain cover buku yang bisa membuat bukumu dilewatkan begitu saja oleh calon pembaca beserta cara menghindarinya:

1. Judul tidak bisa terbaca

Kesalahan fatal desain cover buku yang pertama adalah judul tidak bisa terbaca dengan jelas. Padahal, judul menjadi aspek pertimbangan penting bagi pembaca saat memilih sebuah buku. Judul yang sulit terbaca bisa disebabkan karena hal-hal berikut:

  • Ukuran font terlalu kecil
  • Font tipis
  • Background terlalu ramai
  • Pemilihan warna font yang senada dengan background

Untuk mengatasi judul tidak terbaca jelas, kamu bisa gunakan kontras judul yang lebih tinggi dibandingkan warna background, atur “bold” pada font judul, dan terapkan ukurannya sebesar 30% dari lebar cover agar judul bisa tetap terbaca sampai jarak satu meter.

2. Salah memilih font

Font yang digunakan juga bisa memengaruhi daya tarik cover di mata pembaca, lho. Sebab setiap jenis font memberikan efek yang berbeda-beda bagi sebuah buku. Inilah kenapa penting memilih font yang tepat sesuai genre buku kamu.

Jika novel bergenre horor menggunakan font lucu, maka tentu saja hal ini bisa membuat pembaca bingung dan buku dinilai kurang profesional.

Untuk genre thriller, misteri, atau horor, kamu bisa gunakan font Serif tegas karena memberikan kesan serius. Sementara untuk novel bergenre romance, font Script Elegan lebih cocok karena memberikan kesan hangat.

3. Gambar terlalu umum dan berkualitas rendah

Menggunakan gambar yang terlalu umum pada cover novel membuat pembaca mudah melewatkan bukumu begitu saja bahkan sebelum membaca sinopsisnya terlebih dahulu. Misalnya saja gambar perempuan menatap bulan yang sama seperti ratusan buku lainnya.

Lalu, bagaimana memilih gambar yang anti-mainstream untuk cover novel? Kamu bisa coba memberikan twist, memakai ilustrasi, atau menjadikan satu objek ikonik yang ada di cerita sebagai fokus gambar cover novel kamu.

Setiap novel pasti memiliki cerita uniknya masing-masing, bukan? Nah, objek ikonik dalam cerita bisa menjadi pembeda novelmu dengan novel lainnya yang bergenre sama.

4. Terlalu ramai

Kesalahan fatal desain cover buku lainnya yaitu memasukkan semua elemen cover sehingga cover terlihat terlalu ramai atau penuh. Misalnya, nama penulis, judul, ilustrasi, kutipan, dan ornamen-ornamen lainnya semua dimasukkan. Hal ini bisa membuat mata pembaca mudah lelah.

Ada baiknya, cukup tonjolkan salah satu elemen utama buku kamu. PIlih ingin fokus pada judul atau gambar yang merepresentasi isi buku. Dengan ini, bukumu akan lebih nampak minimalis dan ramah mata.

5. Melupakan versi thumbnail

Jika buku kamu terbit dalam versi ebook, jangan lupa pikirkan cover versi thumbnail-nya, ya. Cover yang terlihat bagus dicetak menggunakan A5 belum tentu nampak bagus dalam versi thumbnail. Sering kali cover menjadi blur jika dilihat melalui handphone.

Oleh sebab itu, coba lakukan squint test dengan cara mengecilkan ukuran cover hingga 10%. Jika judul masih bisa terbaca dan satu gambar utama tidak terlihat buram, tandanya cover kamu sudah bagus baik dalam versi cetak maupun thumbnail-nya.

6. Penggunaan warna tidak sesuai suasana atau genre cerita

Menggunakan warna yang tidak sesuai mood atau genre buku juga termasuk salah satu kesalahan fatal desain cover buku yang membuat pembaca mudah skip buku kamu. Misalnya saja, warna cerah atau pastel digunakan untuk novel bergenre thriller. Maka, tentu saja ini bisa menghilangkan kesan misteri dari buku dan tidak sesuai suasana cerita.

Maka, kamu bisa riset terlebih dahulu berbagai buku bergenre sama yang meledak di pasaran. Lalu, perhatikan pemilihan warna covernya. Untuk buku bergenre thriller umumnya menggunakan warna gelap seperti hitam yang dikombinasikan dengan aksen emas atau merah sehingga lebih tersampaikan aura misterinya kepada calon pembaca.

7. Mengabaikan punggung dan belakang buku

Kesalahan lainnya dalam mendesain cover buku adalah tidak memperhatikan bagian punggung dan belakang cover. Padahal, cover yang baik tentu tidak hanya dilihat dari bagian depannya saja, melainkan juga punggung dan belakang cover yang juga perlu dilengkapi dengan unsur buku agar pembaca mengetahui gambaran isi buku secara garis besar.

Bagian punggung cover bisa diisi dengan unsur judul, nama penulis, dan logo penerbit. Sementara cover belakang buku memuat informasi tentang sinopsis, ISBN/QRCBN, hingga testimoni dari tim editorial untuk memperkuat daya tarik buku.

8. Unsur cover kurang lengkap

Cover buku yang baik memuat lima unsur utama yang meliputi judul, nama penulis, penerbit, sinopsis, dan nilai estetika. Melewatkan salah satu saja dari unsur ini bisa membuat cover buku tidak berfungsi optimal.

Bagaimana Ciri-Ciri Cover Buku yang Baik?

Untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang materi kesalahan fatal desain cover buku, berikut ciri-ciri cover atau sampul buku yang baik agar bisa kamu jadikan panduan dalam membuat cover buku:

1. Memuat unsur-unsur buku

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa cover buku yang baik harus memuat unsur-unsur cover secara lengkap dan rapi seperti judul buku, nama penulis, penerbit, sinopsis, dan nilai estetika atau keindahan visual. Unsur-unsur cover buku ini juga harus disusun dengan jelas dan bisa terbaca dalam jarak satu meter.

Untuk sinopsis dicantumkan di cover belakang buku agar pembaca tahu garis besar isi buku secara keseluruhan apakah cocok dengan yang ia cari atau tidak.

2. Mudah dimengerti

Selain aspek estetika atau visual, cover buku yang baik juga harus memperhatikan aspek kemudahan bagi pembaca dalam memahaminya. Cover harus memuat gambaran isi buku secara jelas agar pembaca tidak menebak-nebak atau berpikir lama untuk menangkap maknanya.

3. Mewakili genre dan isi buku

Cover buku yang baik juga mampu merepresentasikan genre dan isi buku. Penggunaan warna dan elemen visual pada cover harus selaras dengan isi atau genre buku agar tidak mematahkan ekspektasi pembaca.

4. Memiliki daya tarik

Cover merupakan elemen buku yang dilihat pertama kali oleh calon pembaca. Itulah kenapa cover buku yang baik harus memiliki daya tarik dan mendorong rasa penasaran pembaca untuk mengetahui isi buku lebih lanjut.

Bagaimana Contoh Cover Buku yang Baik?

Supaya kamu memiliki gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana visual cover buku yang baik, berikut disajikan contohnya yang perlu kamu perhatikan dengan seksama:

8 Kesalahan Fatal Desain Cover Buku yang Membuat Pembaca Skip Bukumu

Ceklist Cover Buku Sebelum Naskah Dikirim ke Percetakan

Sebelum naskah buku dikirimkan ke percetakan, pastikan seluruh ceklist berikut ini sudah dilakukan.

NoCeklist Beri tanda centang jika sudah
1Unsur buku sudah lengkap
2Judul bisa terbaca dari jarak satu meter
3Font sesuai genre buku
4Gambar utama tidak pecah atau blur saat di-zoom out
5Warna sesuai mood atau genre buku
5Komposisi gambar dan teks seimbang
6Terdapat bleed 3 mm

FAQ Seputar Kesalahan Fatal Desain Cover Buku

Berikut daftar pertanyaan yang sering diajukan penulis tentang cover buku:

1. Apakah boleh menggunakan AI atau mengambil gambar dari Pinterest untuk membuat desain cover buku?

Mengambil gambar di Pinterest rawan terkena copyright. Sementara jika menggunakan AI, cek lisensi platform untuk memastikan keamanan hak ciptanya. Ada baiknya, desain cover sendiri atau bekerja sama dengan desainer cover profesional kalau memang kamu terkendala waktu dan skill.

2. Berapa ukuran standar cover buku di Indonesia?

Ukuran standar cover buku di Indonesia menyesuaikan dengan genre buku. Untuk novel atau karya fiksi berukuran A5 (14,8 x 21 cm) dan buku nonfiksi berukuran B5 (17,5 x 25 cm). Lebih jelasnya, kamu bisa konsultasikan dengan percetakan karena setiap percetakan bisa berbeda-beda.

3. Apa itu bleed?

Bleed adalah area tambahan 3 mm di setiap sisi kertas supaya tidak meninggalkan garis putih di pinggir kertas setelah dipotong.

4. Berapa kisaran harga jasa desain cover?

Harga desain cover biasanya tergantung faktor seperti pengalaman desainer, ilustrasi, revisi, dan lisensi. Melansir laman sribu.com, harga jasa desain cover buku dipatok mulai dari Rp100.000 sampai lebih dari Rp1.000.000.

5. Apa jenis finishing yang membuat cover terlihat mewah?

Jenis finishing yang membuat cover terlihat mewah yaitu finishing doff dengan spot UV, emboss atau foil emas. Namun, memilih finishing ini umumnya akan dikenakan biaya cetak tambahan.

6. Apakah cover ebook dan cetak harus sama?

Ya, sebaiknya sama untuk memperkuat branding. Namun untuk versi ebook perlu dicek kembali ukuran teksnya supaya bisa tetap terbaca di thumbnail kecil.

Nah, itulah tadi kesalahan-kesalahan fatal yang perlu kamu hindari dalam membuat desain cover buku. Seperti halnya CV yang bisa menjadi salah satu penentu ketertarikan recruiter dalam memilih kandidat terbaik, cover buku juga menjadi elemen penting yang memengaruhi keputusan pembelian calon pembaca.

Dengan menghindari delapan kesalahan fatal desain cover buku di atas, kamu sudah selangkah lebih maju untuk membuat bukumu terlihat nendang di rak buku dan calon pembaca pun terpikat sejak pandangan pertama sehingga memiliki dorongan kuat untuk membeli bukumu.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn