Unsur Buku Fiksi dan Nonfiksi yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Menulis

Unsur Buku Fiksi dan Nonfiksi yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Menulis

Pada dasarnya, ada dua jenis buku yang umumnya kita kenal, yaitu buku fiksi dan buku nonfiksi. Unsur buku fiksi dan nonfiksi tentu berbeda.

Buku fiksi terdiri dari unsur tema, latar, alur, tokoh, penokohan, amanat, dan gaya bahasa. Sementara buku nonfiksi, umumnya terdiri dari unsur judul, pengarang, penerbit, jumlah bab, isi buku, dan penutup.

Unsur Buku Fiksi dan Nonfiksi yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Menulis

Nah, pada kesempatan kali ini akan dibahas secara tuntas unsur buku fiksi dan nonfiksi yang perlu kamu ketahui. Yuk, bagi kamu yang ingin menjadi penulis atau sekadar menambah wawasan soal perbukuan, simak uraian berikut sampai akhir!

Apa Itu Buku Fiksi?

Buku fiksi adalah jenis buku yang ditulis berdasarkan karangan, rekayasa, atau imajinasi penulis. Dengan kata lain, apa yang tertulis di dalam buku fiksi bukanlah kejadian nyata atau bersifat fiktif. Tak heran, banyak pembaca yang membaca buku fiksi sebagai hiburan karena kreativitas dan imajinasi penulis yang menarik. Contoh buku fiksi yang paling dikenal yaitu novel dan cerpen.

Apa Itu Buku Nonfiksi?

Buku nonfiksi adalah jenis buku yang ditulis berdasarkan fakta atau kejadian yang benar-benar terjadi di dunia nyata. Itulah kenapa menyusun buku nonfiksi membutuhkan riset mendalam agar informasi yang disampaikan di dalam buku nonfiksi dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Apa Saja Perbedaan Buku Fiksi dan Nonfiksi?

Sebelum memasuki pembahasan unsur buku fiksi dan nonfiksi, yuk pahami lebih dulu perbedaan keduanya dalam tabel berikut!

AspekBuku fiksiBuku nonfiksi
BahasaSantai atau informalFormal atau baku
Tujuan penulisanSebagai hiburanMengedukasi atau menginformasikan kepada pembaca
Sifat karanganRekayasa berdasarkan pemikiran penulisTidak direkayasa, murni berdasarkan data dan fakta (peristiwa nyata)
Bentuk karanganRekaanInformatif atau edukatif
Sumber penulisanKhayalan atau imajinasi penulisData dan fakta
ContohNovel, cerpen, komik, dll.Buku ajar, buku referensi, monograf, biografi, buku self improvement, dll.

Apa Saja Unsur Buku Fiksi dan Nonfiksi?

Unsur Buku Fiksi dan Nonfiksi yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Menulis

Unsur buku fiksi dan nonfiksi memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Di bawah ini unsur-unsur dalam buku fiksi dan nonfiksi yang bisa kamu pelajari lebih lanjut.

Unsur buku fiksi

Secara umum, buku fiksi memiliki tujuh unsur berikut:

1. Tema

Tema adalah ide pokok atau gagasan utama yang mendasari keseluruhan isi cerita. Contoh yang paling umum misalnya tema percintaan, persahabatan, perjuangan, rindu, dan sebagainya.

2. Alur

Alur adalah rangkaian peristiwa atau kejadian yang menggerakkan cerita. Umum, ada tiga jenis alur yang sering penulis gunakan dalam menulis cerita fiksi, yakni alur maju (progresif), alur mundur (regresif), dan alur maju mundur atau campuran.

Agar alur cerita semakin menarik, maka kamu perlu membumbuinya dengan konflik. Konflik mampu membangun ketegangan dalam cerita dan membuat pembaca ketagihan untuk lanjut membacanya sampai akhir karena penasaran bagaimana cara tokoh menyelesaikan konflik tersebut.

3. Latar

Latar adalah unsur buku fiksi yang menerangkan tentang kapan, di mana, dan bagaimana suatu kejadian atau peristiwa terjadi di dalam cerita. Artinya, latar bisa menjelaskan waktu, tempat, dan suasana terjadinya peristiwa yang diceritakan. Latar merupakan unsur pembangun yang penting untuk membuat cerita lebih hidup dan bisa dipahami dengan baik oleh pembaca.

4. Tokoh

Tokoh adalah orang atau pelaku yang menggerakkan jalan cerita. Jenis tokoh dalam cerita fiksi ada dua, yaitu tokoh utama dan tokoh pendukung atau figuran.

Sebagai contoh, tokoh utama dalam novel Hujan karya Tere Liye adalah Lail dan Esok, sedangkan tokoh pendukungnya yaitu Maryam (sahabat Lail), Dokter Elijah, Ibu dan Ayah Lail, Ibu dan Ayah Esok, Claudia, dan Ibu Suri.

5. Penokohan

Berbeda dengan tokoh, penokohan adalah cara pengarang menggambarkan karakter atau watak tokoh di dalam cerita. Watak tokoh bisa diketahui secara tidak langsung melalui dialog atau ucapan, pikiran dan tindakan tokoh, kesan dari tokoh lain, serta penuturan langsung dari pengarang. Macam penokohan secara umum ada tiga jenis, yaitu:

  • Protagonis: Tokoh yang memiliki watak baik hati. Biasanya dimiliki oleh tokoh utama sehingga tokoh utama diidolakan pembaca. Misalnya berwatak jujur, rendah hati, ramah, penolong, penyabar, dan sebagainya.
  • Antagonis: Tokoh yang memiliki watak buruk atau tercela. Biasanya, antagonis diperankan tokoh yang merupakan musuh tokoh utama. Misalnya, tokoh tersebut berwatak sombong, penipu, egois, suka menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya, temperamental, dan sebagainya.
  • Tritagonis: Tokoh yang bertindak sebagai penengah antara tokoh protagonis dan antagonis sehingga digambarkan memiliki watak bijaksana dan dewasa.
6. Amanat

Amanat adalah pesan moral atau hikmah yang terkandung di dalam cerita. Pesan moral bisa disampaikan secara terang-terangan ataupun tersembunyi oleh penulis. Misalnya pesan moral untuk berbakti kepada orang, jujur dalam berkata maupun bertindak, dan pesan lainnya sebagai pedoman untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.

7. Gaya bahasa

Unsur buku fiksi yang terakhir ialah gaya bahasa. Gaya bahasa berarti cara pengarang atau penulis menyampaikan cerita. Yang mana biasanya penulis menggunakan majas seperti dalam menciptakan puisi agar semakin indah, puitis, dan penuh makna.

Unsur buku nonfiksi

Nah, setelah memahami unsur-unsur buku fiksi, berikut unsur-unsur dalam buku nonfiksi:

1. Judul

Judul adalah kata-kata singkat yang merupakan representasi dari isi buku secara keseluruhan. Biasanya, judul buku hanya terdiri dari beberapa kata dan tercantum di bagian cover depan dan belakang buku supaya mudah dilihat pembaca. Judul buku nonfiksi harus menggunakan bahasa baku atau sesuai kamus bahasa Indonesia.

2. Pengarang

Pengarang adalah orang yang menyusun isi buku atau disebut  penulis. Untuk buku nonfiksi sendiri bisa ditulis oleh satu atau lebih penulis. Nama penulis juga biasanya bisa dilihat di cover depan dan punggung buku.

3. Penerbit

Penerbit adalah perusahaan yang membantu mempublikasikan atau menerbitkan buku penulis. Pihak penerbitan akan membantu mengelola naskah buku mulai dari editing naskah, desain cover, layout, pengurusan ISBN dan hak cipta, pencetakan, distribusi, hingga pemasaran buku.

4. Jumlah bab

Jumlah bab adalah keseluruhan bab atau poin-poin pembahasan yang ada di dalam buku. Nah, banyaknya jumlah bab ini dapat mempengaruhi ketebalan halaman buku.

5. Isi buku

Isi buku adalah bagian dalam buku nonfiksi yang memuat pembahasan utama buku. Yang mana, isi buku biasanya terdiri dari bab-bab dan subbab-subbab atau topik turunan yang relevan dengan judul buku.

6. Penutup

Penutup adalah bagian akhir dari buku nonfiksi. Secara umum, unsur penutup berisikan kesimpulan atau pernyataan terakhir dari penulis terkait bukunya.

FAQ Seputar Unsur Buku Fiksi dan Nonfiksi

Nah, apa saja daftar pertanyaan yang sering diajukan penulis maupun pembaca seputar unsur buku fiksi dan nonfiksi? Inilah beberapa daftar pertanyaan beserta jawabannya:

1. Apa itu buku fiksi?

Buku fiksi adalah jenis buku yang ditulis berdasarkan khayalan atau imajinasi penulis.

2. Apa itu buku nonfiksi?

Buku nonfiksi adalah jenis buku yang ditulis berdasarkan fakta atau kejadian nyata.

3. Apa perbedaan utama buku fiksi dan nonfiksi?

Perbedaan utama buku fiksi dan nonfiksi terletak pada sumber penulisannya. Buku fiksi bersumber dari imajinasi penulis, sedangkan buku nonfiksi berasal dari data, fakta, atau peristiwa yang benar-benar terjadi di dunia nyata.

4. Apa saja yang termasuk buku fiksi dan nonfiksi?

Buku fiksi misalnya novel, cerpen, komik, dan buku-buku lain yang dibangun dari unsur tema, alur, latar, tokoh, penokohan, amanat, dan gaya bahasa. Sementara buku nonfiksi misalnya buku pelajaran, referensi, monograf, buku self improvement, dan sebagainya.

Nah, itulah unsur buku fiksi dan nonfiksi yang perlu dipahami baik oleh penulis maupun pembaca. Dengan memahaminya, kamu bisa memberikan penilaian, ulasan atau review dari buku yang kamu baca berdasarkan salah satu atau beberapa unsur tersebut.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn