10 Daftar Agenda setelah Buku Terbit yang Perlu Dilakukan oleh Penulis Pemula

10 Daftar Agenda setelah Buku Terbit yang Perlu Dilakukan oleh Penulis Pemula

Apakah bukumu akhirnya telah berhasil terbit? Bagaimana perasaanmu setelahnya? Setelah melewati proses panjang menulis, revisi, dan penerbitan, wajar kalau muncul rasa lega sekaligus bangga, bukan?

Nah, setelah itu semua apa hal yang perlu kamu lakukan? Kamu belum tahu atau masih bingung tentang agenda setelah bukumu terbit? Tenang, tidak hanya kamu saja yang mengalaminya, banyak penulis lain yang juga masih bingung tentang apa yang harus mereka lakukan setelah naskah terbit.

10 Daftar Agenda setelah Buku Terbit yang Perlu Dilakukan oleh Penulis Pemula

Karena itu, penulis pemula perlu memiliki atau membuat list agenda setelah buku terbit yang terarah dan realistis. Nah, artikel kali ini akan memandu kamu langkah demi langkah tentang apa saja yang perlu dilakukan setelah buku terbit, sehingga kamu tidak kehilangan momentum dan tetap bertahan di dunia kepenulisan. Yuk langsung disimak, ya!

1. Mengumumkan Buku Secara Resmi di Media Sosial

Agenda setelah buku terbit yang pertama yaitu memastikan dunia tahu bahwa bukumu sudah hadir. Dari sinilah roadmap perjalanan bukumu dimulai.

Agenda pertama yang perlu kamu lakukan setelah buku terbit adalah mengumumkannya secara terencana, bukan sekadar unggahan spontan. Media sosial adalah etalase awal agar orang tahu bahwa kamu kini resmi menjadi penulis dengan buku yang bisa dibaca publik.

Mulailah dengan pengumuman yang menjelaskan konteks, misalnya buku ini tentang apa, siapa target pembacanya, dan masalah apa yang ingin kamu bantu selesaikan. Cerita di balik proses menulis, perjuangan, kegagalan, atau alasan personal juga akan membuat unggahan terasa lebih manusiawi dan relatable.

Agar efeknya berkelanjutan, jangan berhenti di satu postingan, ya. Buat rangkaian konten seperti teaser isi buku, kutipan menarik, FAQ seputar buku, hingga behind the scenes proses penulisan. Dengan cara ini, bukumu tidak hanya diumumkan, tetapi benar-benar diperkenalkan.

2. Membangun Personal Branding sebagai Penulis

Setelah buku mulai dikenal, langkah berikutnya adalah memastikan pembaca mengenal siapa penulis di balik karya tersebut.
Setelah buku terbit, identitas kamu tidak lagi sekadar “orang yang suka menulis”, tetapi “penulis yang memiliki karya”. Inilah saat yang tepat untuk membangun personal branding secara konsisten.

Personal branding bukan berarti harus selalu jualan buku. Fokuslah menunjukkan keahlian dan sudut pandang kamu sesuai tema buku.

Jika bukumu nonfiksi, bagikan insight atau tips singkat. Jika fiksi, kamu bisa berbagi proses kreatif, penokohan, atau pesan cerita.

3. Mengoptimalkan Deskripsi Buku di Platform Penjualan

Ketika perhatian mulai terbangun, agenda setelah buku terbit berikutnya yaitu mengubah ketertarikan menjadi keputusan beli. Dengan cara mengoptimalkan deskripsi buku di platform penjualan.

Gunakan bahasa yang jelas dan fokus pada manfaat pembaca. Jelaskan secara singkat isi buku, masalah yang diangkat, dan perubahan apa yang akan didapatkan pembaca setelah membacanya. Hindari deskripsi yang terlalu akademis atau bertele-tele.

Kamu juga bisa menambahkan keunikan buku, siapa penulisnya, serta testimoni singkat jika sudah ada. Deskripsi yang kuat akan membantu buku kamu bersaing di tengah banyaknya judul lain.

4. Mengumpulkan dan Menampilkan Testimoni Pembaca

Setelah ada pembeli, kepercayaan perlu diperkuat agar buku terus direkomendasikan.
Jadi, setelah buku mulai dibaca, segera kumpulkan testimoni. Ulasan pembaca adalah bukti sosial yang sangat berpengaruh, terutama bagi calon pembeli yang belum mengenalmu.

Kamu bisa meminta testimoni secara personal kepada pembeli awal atau membuka ruang review di media sosial. Tidak harus panjang, ulasan singkat yang jujur justru terasa lebih meyakinkan.

Selanjutnya, tampilkan testimoni ini secara konsisten di berbagai platform. Agenda penulis setelah bukunya terbit ini akan membantu meningkatkan kepercayaan dan mendorong pembaca baru untuk membeli.

5. Aktif Mengadakan Diskusi atau Bedah Buku

Di tahap ini, buku tidak lagi sekedar dibaca, tetapi mulai dibicarakan.
Diskusi dan bedah buku adalah cara efektif untuk menjaga buku tetap hidup.

Kamu tidak harus langsung mengadakan acara besar. Mulailah dari skala kecil seperti diskusi daring atau live media sosial.

Dalam diskusi tersebut, kamu bisa membahas latar belakang penulisan, pesan utama buku, atau menjawab pertanyaan pembaca. Interaksi semacam ini membuat pembaca merasa dihargai dan terlibat secara emosional.

6. Menjalin Kolaborasi dengan Komunitas atau Influencer

10 Daftar Agenda setelah Buku Terbit yang Perlu Dilakukan oleh Penulis Pemula

Agar jangkauan buku semakin luas, kamu sebagai penulis perlu keluar dari lingkaran audiens sendiri.
Kolaborasi membantu memperluas jangkauan pembaca tanpa harus selalu beriklan. Carilah komunitas atau influencer yang relevan dengan tema bukumu.

Kolaborasi bisa berupa review buku, diskusi bersama, atau konten kolaboratif. Pastikan kolaborasi dilakukan secara natural dan saling menguntungkan, bukan sekadar promosi satu arah.

7. Mengikuti Event Literasi dan Pameran Buku

Ketika eksistensi mulai terbentuk secara online, kehadiran offline akan memperkuat citra buku dan penulis.
Event literasi memberi kesempatan untuk bertemu langsung dengan pembaca. Kehadiran kamu sebagai penulis akan memberi nilai lebih pada buku yang ditawarkan.

Selain menjual buku, kamu juga bisa membangun relasi dengan penulis lain, penerbit, dan pegiat literasi. Relasi ini sering kali membuka peluang baru di masa depan.

8. Terus Menghidupkan Buku Lewat Konten Turunan

Agar bukumu tidak hanya ramai di awal, kamu perlu membuat konten yang berkelanjutan. Satu buku bisa melahirkan banyak konten, lho. Kamu bisa mengolah isi buku menjadi artikel, video pendek, carousel, atau podcast.

Konten turunan ini akan membantu menjangkau pembaca yang berbeda platform. Selain itu, konten ini membuat bukumu tetap relevan dalam jangka panjang.

Rekomendasi penerbit yang memiliki berbagai macam platform promosi

Mungkin, di antara kamu bertanya, “Bagaimana jika saya tidak memiliki platform media sosial yang lengkap, seperti tidak memiliki YouTube?”. Nah, inilah pentingnya memilih penerbit buku yang tepat.

Mengapa demikian? Sebagai contoh sederhana, penerbit buku yang tepat tentunya memiliki beragam program untuk penulisnya. Tidak terkecuali melalui Podcast via YouTube.

Salah satunya yaitu penerbit Halo Adil Sejahtera. Penerbit HAS memiliki program podcast bernama Podcast Kataloka yang setiap minggunya memberikan kepada penulis untuk berbagi perspektif tertentu. Bisa mengenai buku dari penulis atau topik yang relevan dengan isi buku.

Dari sana, pendengar akan mendapatkan ilmu dan penulis sebagai narasumber dapat mempromosikan bukunya dengan lebih baik. Bagaimana? Bukankah sangat menarik?

9. Mengevaluasi Strategi Promosi Buku

Evaluasi sering dilupakan, padahal sangat penting. Setelah berbagai upaya dilakukan, kamu perlu berhenti sejenak untuk menilai arah yang sudah ditempuh.

Luangkan waktu untuk melihat strategi mana yang efektif dan mana yang tidak. Perhatikan respon audiens, angka penjualan, dan interaksi konten. Dari ini, kamu bisa menentukan strategi promosi yang lebih tepat ke depannya.

Nah, jika kamu tertarik untuk mengulik lebih dalam terkait strategi promosi buku, kamu bisa membaca di artikel berikut: Cara Promosi Buku untuk Penulis Pemula yang Efektif.

10. Mulai Menyiapkan Karya Selanjutnya

Tahap terakhir dalam roadmap ini adalah memastikan perjalanan kepenulisan tidak berhenti di satu buku. Buku pertama adalah awal, bukan akhir. Penulis yang terus berkarya akan lebih mudah bertahan dan berkembang.

Mulailah mencatat ide baru, melakukan riset ringan, atau menyusun outline. Kamu tidak harus langsung menulis intens, yang penting proses kreatif tetap berjalan.

Nah, itulah beberapa daftar agenda setelah buku terbit yang perlu dilakukan oleh penulis. Dengan berbagai list agenda di atas kamu akan lebih terbantu dalam melangkah.

Arah kegiatan jadi lebih jelas dan terukur. Dan yang lebih penting lagi kamu tidak hilang dari dunia kepenulisan. Karena kamu berhasil bertahan dan terus berkarya tidak berhenti pada satu judul buku saja.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn