
Plagiarisme menjadi salah satu ketakutan, terutama bagi penulis pemula dalam menerbitkan buku. Tidak sedikit yang mengurungkan niatnya untuk menerbitkan buku hanya karena takut apa yang mereka tulis terdeteksi plagiat meski mereka tidak benar-benar melakukannya.
Padahal, terdapat cukup banyak tips menerbitkan buku dengan aman yang bisa kamu terapkan, lho. Jadi, kamu tidak perlu takut lagi dengan plagiarisme dalam karyamu.
Daftar isi
Toggle7 Tips Menerbitkan Buku dengan Aman Tanpa Takut Plagiarisme
Nah, apa saja tips menerbitkan buku dengan aman tersebut sehingga kamu bisa tenang dan tidak perlu lagi takut dengan plagiarisme? Yuk, simak penjelasan selengkapnya dalam artikel berikut!
Artikel yang sesuai:
Apa Itu Plagiarisme?
Plagiarisme bukan sekadar meng-copy paste tulisan, baik sebagian maupun seluruhnya. Plagiarisme adalah tindakan mengambil ide, gagasan, atau karya milik orang lain tanpa mencantumkan sumber aslinya dan bahkan mengakuinya sebagai milik sendiri.
Sementara itu, Peraturan Menteri Pendidikan RI Nomor 17 Tahun 2010 menyatakan bahwa, “Plagiat adalah perbuatan sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyertakan sumber secara tepat dan memadai”.
Plagiarisme merupakan salah satu bentuk pelanggaran etika dalam dunia kepenulisan. Maka, sebagai penulis profesional sudah sepatutnya kamu menghindari plagiarisme dan menjaga karyamu tetap orisinal. Dengan begitu, reputasimu sebagai penulis dan kepercayaan pembaca juga akan tetap terjaga.
Mengapa Plagiarisme Bisa Terjadi?
Plagiarisme dalam karya tulis bisa terjadi karena disebabkan beberapa kondisi yang perlu kamu pahami dan hindari. Beberapa kondisi tersebut antara lain:
- Mencopy-paste kalimat atau tulisan baik dari sumber cetak maupun online secara mentah-mentah atau tanpa diubah sedikitpun.
- Hanya melakukan sedikit perubahan pada kalimat yang dikutip tanpa mengubah strukturnya.
- Tidak menggunakan parafrase yang tepat untuk mengutip atau menyadur kalimat dari sumber lain.
Nah, berdasarkan ketiga penyebab di atas, penyebab nomor dua mungkin sering kali dilakukan tanpa sadar. Memberikan sedikit perubahan dengan mengganti satu atau dua kata sesuai sinonimnya tanpa mengubah struktur kalimatnya dianggap sudah cukup. Padahal, ini masih tetap bisa dinilai sebagai plagiarisme.
Maka dari itu, penting agar kamu melakukan parafrase dengan tepat dan menggunakan gayamu sendiri. Jangan lupa ganti struktur kalimatnya agar tidak sama persis dengan struktur kalimat pada sumber referensi. Namun, pastikan makna kalimat tidak berubah meski strukturnya telah berubah.
Tips Menerbitkan Buku dengan Aman

Nah, setelah memahami apa itu plagiarisme dan mengapa tulisanmu bisa terdeteksi plagiat, selanjutnya kita akan masuk ke fokus pembahasan dalam artikel ini. Yakni, tips menerbitkan buku dengan aman tanpa takut plagiarisme. Berikut tips-tips yang bisa kamu terapkan:
1. Cantumkan sumber dengan jelas
Tips pertama yang bisa kamu terapkan untuk menerbitkan buku dengan aman tanpa takut plagiarisme adalah mencantumkan setiap sumber referensi yang kamu gunakan dengan jelas.
Jadi, setiap kamu mengutip kalimat dari sumber lain, pastikan kamu sudah mencantumkan sumber tersebut secara lengkap dan jelas. Hal ini menunjukkan sikap profesionalmu sebagai penulis karena telah jujur dan menghargai karya orang lain.
2. Gunakan teknik parafrase yang tepat
Parafrase merupakan salah satu teknik yang bisa kamu gunakan untuk menghindari plagiarisme dalam tulisanmu. Dengan begitu, kamu bisa menerbitkan buku dengan aman.
Nah sebenarnya, apa itu parafrase? Secara sederhana, parafrase adalah teknik menulis ulang kalimat atau tulisan menggunakan gaya bahasa sendiri tanpa mengubah makna aslinya.
Dengan melakukan parafrase kalimat, tulisanmu akan tetap terjaga orisinalitasnya meski terinspirasi dari berbagai sumber lain. Namun, pastikan kamu melakukan parafrase dengan tepat, ya.
Jangan lupa ubah juga struktur kalimat yang kamu parafrase. Kemudian, kemas ulang kalimat sesuai pemahamanmu sendiri tanpa mengubah maksud asli tulisan dari sumber referensi. Dengan begitu, tulisanmu baru bisa benar-benar terbebas dari plagiarisme. Melalui cara ini kamu juga bisa menunjukkan kemampuan analisis dan kreativitasmu sebagai penulis.
3. Bangun ide berdasarkan pengalaman pribadi
Menulis berdasarkan pengalaman pribadi menjadi salah satu cara efektif untuk menghasilkan tulisan yang unik, berbeda, dan bebas plagiarisme. Hal ini dikarenakan setiap penulis tentu memiliki pengalaman yang berbeda-beda.
Dengan membangun ide menulis berdasarkan pengalaman pribadi, kamu berarti tidak sekadar menyalin teori. Hal ini bisa membuat tulisanmu terasa unik dan pembaca pun lebih terhubung dengan isinya karena memperoleh perspektif baru yang lebih segar.
4. Gunakan beberapa sumber
Agar buku yang kamu tulis terhindar dari plagiarisme, tips berikutnya yang bisa kamu terapkan adalah dengan menggunakan beberapa sumber referensi. Jadi, jangan hanya mengandalkan satu sumber referensi saja, ya.
Kombinasikan beberapa sumber referensi kredibel hingga bisa membentuk pemahamanmu sendiri. Dengan begitu, kamu bisa mengemas kata-katanya kembali sesuai gayamu sendiri dengan lebih fleksibel. Ini akan membantu tulisan terbebas dari plagiasi karena kamu tidak melihat dari satu sumber saja.
5. Sisipkan analisis pribadi
Menerbitkan buku dengan aman tanpa takut plagiarisme juga bisa dilakukan dengan menyertakan analisis pribadi pada informasi yang kamu sampaikan. Ini berarti bahwa menulis bukan sekadar menyampaikan teori saja. Melainkan juga analisis, komentar, dan perbandingan.
Dengan menambahkan pandangan, analisis, insight, hingga contoh aktual ke dalam tulisan, maka hal ini bisa membantu memperkuat orisinalitas dan karakter tulisanmu.
6. Gunakan kutipan langsung
Menghindari plagiarisme dalam buku yang kamu terbitkan juga bisa dilakukan dengan cara menggunakan kutipan langsung. Terutama jika kamu merasa kalimat asli tersebut terlalu penting untuk diubah meski maknanya tetap sama.
Jadi, kamu bisa menggunakan kutipan langsung dengan mencantumkan secara jelas nama, tahun, dan halaman buku. Contohnya:
Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk memengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara (Keraf, 1983: 3).
Dengan menggunakan kutipan langsung, yang mana sumber dicantumkan dengan jelas maka tulisanmu akan terlihat lebih rapi dan mampu menguatkan nilai akademisnya. Tulisanmu juga akan dinilai lebih kuat dan kredibel.
6. Manfaatkan alat pendeteksi plagiarisme
Tips lainnya agar kamu bisa menerbitkan buku dengan aman tanpa takut plagiarisme ialah memanfaatkan alat pendeteksi plagiarisme. Banyak tools pendeteksi plagiarisme yang bisa kamu gunakan secara gratis maupun berbayar, seperti Turnitin, Copyscape, SmallSEOTools, Plagscan atau Quetext, hingga Grammarly.
Namun, ketersediaan alat pendeteksi plagiarisme tersebut bukan berarti bisa membuatmu bergantung sepenuhnya untuk membantu mendeteksi plagiat. Gunakanlah alat-alat tadi dengan sebaik mungkin. Jangan sampai kamu asal-asalan dalam menulis dan mengharapkan alat tersebut yang akan membereskannya.
Penulis profesional adalah penulis yang senantiasa menjaga kualitas tulisannya. Maka, tulislah dengan segenap pikiran dan energi yang optimal. Sebab, tulisan merupakan karya intelektual yang perlu dijaga kualitasnya agar bisa berdampak secara maksimal kepada para pembacanya.
7. Konsultasi dengan editor profesional
Terakhir, tips menerbitkan buku dengan aman tanpa takut plagiarisme yakni berkonsultasi dengan editor profesional. Editor profesional dan berpengalaman tentu memiliki kemampuan untuk melihat potensi adanya plagiarisme dalam naskah para penulis.
Maka dari itu, mereka berperan memberikan pendampingan dan arahan kepada para penulis untuk memperbaiki tulisan mereka agar aman dan terjaga orisinalitasnya. Dengan begitu melalui bantuan editor profesional, kamu bisa memastikan tulisanmu memiliki kualitas yang tinggi.
Demikian tadi tujuh tips menerbitkan buku dengan aman tanpa takut plagiarisme yang bisa kamu coba terapkan. Dengan menerapkan tips di atas, kamu tidak perlu ragu dan takut lagi bukumu terdeteksi plagiat.
Jadi, bagi kamu yang sudah memiliki naskah buku siap terbit, jangan ragu atau takut lagi untuk segera mengirimkannya ke penerbit buku impianmu, ya! Selamat berkarya!





