
Salah satu cara membangun ikatan antara orang tua dan anak yaitu dengan membacakan buku sejak mereka bayi. Walaupun belum bisa menanggapi cerita yang kita bacakan, aktivitas ini membawa sejumlah manfaat, terutama untuk tumbuh kembang mereka.
Tidak hanya mampu meningkatkan keterampilan membaca, kebiasaan mendongengkan anak juga dapat melatih imajinasi dan kreativitas. Lewat suara dan intonasi yang orang tua pakai saat membacakan buku cerita, otak anak akan menyerap dan memahami suatu perasaan.
Daftar isi
Toggle5 Manfaat Membacakan Buku Cerita pada Anak Sejak Dini
Melalui artikel ini, kita akan mengupas beberapa manfaat membacakan buku cerita pada anak, lengkap dengan kapan waktu terbaik dan bagaimana cara agar anak mau dibacakan buku. Agar semakin jelas, yuk kita intip uraian lengkapnya di bawah ini.
Artikel yang sesuai:
Kapan Waktu Terbaik Membacakan Anak Buku Cerita?
Sebagai orang tua, kita wajib mengetahui kapan waktu yang tepat untuk bisa membacakan buku cerita (dongeng) kepada si kecil. Berikut adalah waktu-waktu yang pas tersebut:
- Pagi hari setelah bangun tidur;
- Sebelum tidur siang;
- Sebelum tidur malam;
- Ketika anak membutuhkan jeda screen time.
- Catatan: Jangan pernah paksa anak untuk mendengarkan cerita saat mereka sedang banyak bergerak atau aktif.
Kapan Sebaiknya Anak Dikenalkan pada Buku?
Sebetulnya anak sudah bisa kita kenalkan pada buku sejak usia mereka sangat dini. Berikut adalah tabel yang berisi penjelasan mengenai tahapan atau rentang usia anak untuk kita kenalkan pada buku.
Usia | Deskripsi |
| Usia 0-6 bulan | Orang tua dapat membacakan buku cerita yang memiliki sedikit teks atau gambar saja. |
| Usia 7-12 bulan | Bayi sudah mulai mengenal dan bahkan memahami cerita yang orang tua bacakan. Maka dari itu, kita bisa memilih buku cerita yang memuat satu objek ataupun manusia sebagai tokoh utamanya. |
| Usia 13-18 bulan | Perkenalkan bayi pada buku-buku yang berisi satu sampai dua kalimat per halaman. Baca buku tersebut dengan ekspresif dan ajak bayi untuk menyelami isi buku. |
| Usia 19-24 bulan | Anak sudah bisa menentukan buku cerita mana yang ingin mereka dengan kisahnya. Oleh karena itu, orang tua perlu menyediakan buku yang sesuai dengan perkembangan kognitif mereka. |
Apa Saja Manfaat Membacakan Buku Cerita pada Anak?

Berikut adalah 5 manfaat utama membacakan buku cerita atau dongeng pada anak usia balita.
1. Meningkatkan kosakata dan pemahaman dasar
Manfaat membacakan buku untuk untuk anak yaitu bisa memperkaya kosakata. Mereka akan mendengar banyak diksi baru yang jarang atau belum pernah ditemui dalam obrolan sehari-hari.
Anak-anak yang terbiasa mendengarkan dongeng sejak usia dini hingga usia lima tahun sudah mampu mengenal jutaan kata lebih banyak dibandingkan anak yang jarang dibacakan buku cerita. Hal ini menjadi dasar yang kuat agar mereka bisa berkomunikasi dengan lancar di masa depan.
Tidak hanya perihal kosakata, buku cerita juga menjadi salah satu media terbaik untuk mengenalkan hal-hal dasar di dunia luar. Lewat gambar dan alur cerita, anak bisa belajar mengenal warna, bentuk, angka, maupun huruf dengan cara yang tidak membosankan. Jadi, mereka akan lebih mudah memahami lingkungan sekitarnya tanpa merasa terpaksa.
2. Mengasah imajinasi dan kreativitas
Dengan membacakan buku cerita atau dongeng, otak anak akan terangasang untuk membayangkan wujud tokohnya, watak, suasana, tempat, hingga melatih mereka untuk benari bermimpi. Proses ini yang menyulutkan rasa ingin tahu dan mengasah kreativitas mereka sejak usia belia.
Tidak hanya bermanfaat untuk urusan seni, kebiasaan mendengarkan cerita dari buku menjadikan anak lebih pandai mengolah perasaan. Dengan demikian, anak mampu mengendalikan emosi ketika dewasa nanti.
3. Mengasah kerja otak dan bahasa
Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa aktivitas membacakan buku cerita dapat mengaktifkan bagian otak yang bertugas mengolah bahasa dan pemahaman. Semakin anak terbiasa mendengarkan cerita, semakin tajam kemampuan berpikirnya.
Kebiasaan baik ini juga memberikan pengaruh sekaligus modal besar saat anak mulai masuk sekolah. Anak yang sudah terbiasa dengan cerita sejak kecil biasanya lebih cepat dan mudah belajar membaca sendiri ketimbang teman-teman seusianya.
4. Mempertajam kemampuan berpikir dan memecahkan masalah
Tidak sekadar melatih kemampuan berpikir, membacakan buku cerita pada anak juga bermanfaat untuk meningkatkan fokus, daya ingat, dan keterampilan berpikir kritis. Lewat konflik sederhana dalam cerita, anak akan belajar memahami sebab-akibat dan melihat bagaimana cara menyelesaikan sebuah masalah.
Kemampuan ini sangat dibutuhkan dalam kehidupan nyata. Ketika anak mulai berinteraksi dengan lingkungan luar, pola pikir ini membantu mereka lebih percaya diri dalam bergaul dan bersosialisasi.
5. Mempererat hubungan antara orang tua dan anak
Momen membaca buku adalah saat terbaik untuk membangun rasa nyaman dan rasa aman. Saat Anda duduk berdampingan atau memangku Si Kecil sambil membaca, tercipta ikatan emosional yang sangat dekat. Ini adalah cara paling efektif untuk menikmati waktu berkualitas bersama di tengah kesibukan harian.
Selain mendekatkan hubungan, rutinitas ini juga mengasah rasa empati dan kepedulian anak terhadap sesama. Cukup sisihkan waktu sekitar 10 menit setiap malam sebelum tidur, Anda sudah memberikan hadiah terbaik untuk tumbuh kembang emosionalnya.
Bagaimana Cara Agar Anak Suka Dibacakan Buku?
Adapun 3 tips atau cara yang bisa orang tua praktikkan untuk menarik perhatian anak agar senang dibacakan buku.
1. Memilih buku yang tepat
Anak balita cenderung menyukai buku yang penuh gambar dan warna yang cerah. Mereka juga suka menggigit barang yang ada di sekitarnya, sehingga pilihlah buku berbahan lembut agar di kecil tetap aman. Namun, tetap pastikan buku yang dipilih sesuai dengan usia anak.
2. Memperhatikan intonasi suara
Saat orang tua membacakan buku cerita, sebenarnya anak lebih tertarik pada nada atau irama suara daripada jalan cerita itu sendiri. Oleh sebab itu, jangan ragu untuk memvariasikan intonasi suara sesuai karakter cerita dan mengulang beberapa kata tertentu guna melatih pendengar sekaligus kemampuan bahasa anak
3. Menciptakan suasana yang tenang
Membacakan buku cerita pada anak harus menjadi kegiatan yang santai dan bebas dari gangguan. Maka dari itu, kita wajib mematikan televisi, radio, atau notifikasi ponsel.
Walaupun belum sepenuhnya mengerti kata demi kata, selalu percaya bahwa kegiatan ini tidak pernah sia-sia. Sebab, otak mereka tetap menyerap setiap suara dan informasi yang didengar.
FAQ Seputar Membacakan Buku Cerita Pada Anak
Di bawah ini adalah beberapa pertanyaan sekaligus jawaban yang berkaitan dengan membacakan anak buku cerita.
Q1: Berapa lama waktu ideal untuk membacakan buku setiap sesinya?
Berkisar antara 10-15 menit, supaya anak tidak cepat lelah atau merasa bosan.
Q2: Kesalahan apa yang perlu dihindari saat membacakan buku cerita kepada anak?
Tanpa sadar, orang tua sering membahas hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting dan sering memaksa anak melanjutkan cerita ketika mereka mulai mengantuk atau bosan.
Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai membacakan buku cerita pada anak, mulai dari kapan waktu yang tepat, rentang umur anak bisa diperkenalkan dengan buku, cara anak agar suka dibacakan buku, hingga manfaatnya. Semoga setelah membaca ini, teman-teman yang ingin anaknya suka dengan buku sejak dini bisa mendapatkan inspirasi dan motivasi, ya! Selamat mencoba dan tetap semangat!





