
Citraan dalam karya sastra adalah penggunaan kata atau rangkaian kata yang membantu pembaca membayangkan, merasakan, mendengar, mencium, atau seolah-olah mengalami sesuatu yang digambarkan dalam teks. Melalui citraan, penulis tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun pengalaman tertentu di dalam pikiran pembaca.
Citraan sering ditemukan dalam puisi, cerpen, novel, maupun bentuk karya sastra lainnya. Penulis dapat menggunakan gambaran tentang suara hujan, aroma tanah setelah hujan, rasa makanan, atau pemandangan matahari terbenam untuk membuat cerita terasa lebih hidup.
Daftar isi
ToggleCitraan dalam Karya Sastra: Definisi, Fungsi, Jenis dan Contohnya
Dengan cara tersebut, pembaca tidak hanya memahami apa yang terjadi, tetapi juga dapat membayangkan suasana yang ingin dibangun. Nah, citraan dibagi dalam beberapa macam, apa sajakah itu selengkapnya bisa kamu lihat di bawah ini:
Artikel yang sesuai:
Apa Itu Citraan dalam Karya Sastra?
Sebelum kita membahas jenis-jenis citraan, mari kita kupas terlebih dahulu apa itu citraan. Citraan atau imagery merupakan teknik kepengarangan yang menggunakan bahasa untuk membangkitkan pengalaman indrawi atau gambaran mental pada pembaca.
Citraan dapat berkaitan dengan penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, sentuhan, bahkan gerakan dan sensasi tubuh. Sederhananya, citraan membuat pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, mencium, merasakan, menyentuh, atau mengalami sesuatu yang dituliskan oleh pengarang, misalnya:
“Aroma tanah basah memenuhi halaman setelah hujan reda.”
Kalimat tersebut tidak hanya memberitahukan bahwa hujan telah berhenti. Penulis juga menghadirkan aroma tertentu sehingga pembaca dapat membayangkan kondisi halaman setelah hujan. Nah, citraan seperti ini membantu bahasa sastra menjadi lebih konkret dan ekspresif.
Apa Perbedaan Citraan dan Deskripsi?
Citraan dan deskripsi memiliki hubungan yang erat, tetapi keduanya tidak sepenuhnya sama. Deskripsi bertujuan memberikan gambaran mengenai suatu objek, tempat, tokoh, atau situasi.
Sementara itu, citraan secara khusus berusaha membangkitkan pengalaman indrawi atau gambaran mental pada pembaca, misalnya:
Deskripsi:
“Kamar itu sangat berantakan.”
Deskripsi dengan citraan:
“Baju-baju berserakan di lantai. Tumpukan buku memenuhi meja, sementara aroma pakaian lembap mengendap di sudut kamar.”
Dapat kamu lihat, ya, contoh kedua memberikan informasi visual sekaligus penciuman. Hasilnya, pembaca mendapatkan pengalaman yang lebih konkret.
Apa Fungsi Citraan dalam Karya Sastra?
Citraan memiliki beberapa fungsi penting dalam karya sastra. Penggunaannya dapat membantu penulis membangun suasana, memperkuat emosi, serta membuat pembaca lebih dekat dengan pengalaman tokoh. Selengkapnya bisa kamu lihat di bawah ini:
1. Membuat gambaran lebih hidup
Citraan membantu pembaca membentuk gambaran mengenai objek atau peristiwa yang sedang dibaca. Deskripsi yang semula abstrak dapat terasa lebih konkret ketika penulis melibatkan pengalaman indrawi.
2. Membangun suasana
Penulis dapat menggunakan citraan untuk menciptakan suasana tertentu. Citraan tentang suara ranting patah, misalnya, dapat membangun ketegangan dalam cerita.
3. Memperkuat emosi
Citraan juga dapat membantu menyampaikan emosi tanpa menjelaskannya secara langsung. Alih-alih menulis bahwa tokoh merasa sedih, penulis dapat menggambarkan tangan yang gemetar, suara yang tercekat, atau kamar yang terasa sunyi.
4. Membantu pembaca terlibat dalam cerita
Ketika pembaca dapat membayangkan atau merasakan sesuatu yang dialami tokoh, keterlibatan mereka terhadap cerita dapat meningkat. Pembaca tidak sekadar mengetahui kejadian, tetapi ikut membangun pengalaman tersebut dalam pikirannya.
5. Memperkuat gaya bahasa
Citraan dapat menjadi bagian dari gaya khas seorang penulis. Pemilihan detail yang spesifik dan konsisten dapat membuat deskripsi terasa lebih personal serta mudah dikenali.
Jenis-Jenis Citraan dalam Karya Sastra

Oke, inilah jenis-jenis citraan dalam karya sastra yang bisa kamu gunakan untuk karya yang kamu tulis:
1. Citraan visual
Citraan visual merupakan citraan yang berkaitan dengan indra penglihatan. Penulis menggunakan kata-kata tertentu untuk membuat pembaca seolah-olah melihat objek, warna, bentuk, ukuran, atau pemandangan yang digambarkan.
Contoh citraan visual
“Langit sore berubah jingga. Siluet pepohonan berdiri gelap di balik cahaya matahari yang perlahan tenggelam.”
Kalimat tersebut menghadirkan warna, bentuk, dan perubahan suasana yang dapat dibayangkan secara visual. Nah, dalam novel, citraan visual dapat digunakan ketika penulis memperkenalkan tempat baru. Dalam puisi, citraan ini juga dapat membantu memperkuat simbol atau metafora tertentu.
2. Citraan auditif
Citraan auditif berkaitan dengan indra pendengaran. Penulis menggunakan kata-kata yang membuat pembaca seolah-olah mendengar suara tertentu. Suara tersebut dapat berasal dari manusia, hewan, alam, kendaraan, maupun benda di sekitar tokoh.
Contoh citraan auditif
“Suara hujan mengetuk genting sejak sore. Sesekali terdengar petir menggelegar dari balik bukit.”
Pembaca dapat membayangkan suara hujan dan petir melalui pilihan kata yang digunakan. Nah, citraan auditif sangat berguna dalam adegan yang membutuhkan ketegangan. Misalnya, suara langkah kaki yang semakin mendekat, pintu yang berderit, atau kaca yang pecah dapat menciptakan suasana tanpa penulis harus menjelaskan bahwa situasinya menegangkan.
3. Citraan penciuman
Citraan penciuman membangkitkan pengalaman yang berkaitan dengan indra penciuman. Penulis biasanya menggunakan aroma tertentu untuk membuat sebuah tempat atau peristiwa terasa lebih nyata. Aroma juga memiliki hubungan yang kuat dengan ingatan. Karena itu, citraan penciuman dapat menjadi alat yang efektif untuk membangun kenangan tokoh.
Contoh citraan penciuman
“Aroma roti yang baru keluar dari oven memenuhi dapur. Wangi mentega itu mengingatkannya pada rumah nenek setiap Minggu pagi.”
Contoh tersebut tidak hanya menggambarkan aroma. Penulis juga menghubungkannya dengan memori tokoh sehingga citraan memiliki fungsi emosional.
4. Citraan pengecapan
Citraan pengecapan berkaitan dengan indra perasa pada lidah. Penulis menggunakan kata-kata yang menggambarkan rasa makanan atau minuman. Citraan ini dapat membuat pengalaman tokoh terasa lebih konkret, terutama ketika makanan atau minuman memiliki peran penting dalam adegan.
Contoh citraan pengecapan
“Rasa pahit kopi itu tertinggal di lidahnya. Ia meneguknya perlahan tanpa menambahkan gula sedikit pun.”
Pembaca dapat membayangkan rasa pahit yang dirasakan tokoh. Penulis juga dapat menggunakan citraan pengecapan secara simbolis. Rasa pahit, manis, asam, atau asin dapat membantu memperkuat suasana tertentu jika penggunaannya sesuai dengan konteks cerita.
5. Citraan perabaan
Citraan perabaan berkaitan dengan sensasi yang dirasakan melalui kulit atau sentuhan. Penulis dapat menggambarkan suhu, tekstur, tekanan, atau permukaan suatu benda.
Contoh citraan perabaan
“Batu itu terasa kasar di telapak tangannya. Permukaannya dingin setelah semalaman terkena hujan.”
Kalimat tersebut membuat pembaca membayangkan tekstur dan suhu batu. Citraan perabaan juga dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi tubuh. Misalnya, kulit yang terasa panas, tangan yang dingin, atau keringat yang mengalir di punggung.
6. Citraan gerak
Citraan gerak atau kinestetik menggambarkan gerakan yang dilakukan oleh tokoh atau benda. Citraan ini membuat adegan terasa dinamis sehingga pembaca dapat mengikuti pergerakan yang terjadi.
Contoh citraan gerak
“Ia berlari menuruni tangga. Napasnya memburu ketika langkah kaki dari lantai atas semakin mendekat.”
Citraan gerak membuat pembaca seolah-olah mengikuti adegan tersebut secara langsung. Jenis citraan ini sangat berguna dalam adegan aksi, kejar-kejaran, olahraga, atau aktivitas yang membutuhkan gerakan fisik.
7. Citraan organik
Jenis citraan dalam karya sastra berikutnya yaitu citraan organik. Melansir Reedsy, citraan organik menggambarkan sensasi yang muncul dari dalam tubuh atau kondisi psikologis seseorang. Jenis citraan ini dapat mencakup rasa lapar, haus, lelah, mual, takut, gelisah, atau tekanan emosional.
Contoh Citraan Organik
“Dadanya terasa sesak ketika namanya dipanggil. Perutnya mendadak mulas saat ia berdiri di depan pintu ruangan itu.”
Penulis tidak sekadar mengatakan bahwa tokoh merasa takut. Ia menunjukkan respons tubuh yang muncul akibat rasa takut tersebut. Cara seperti ini dapat membuat emosi tokoh terasa lebih nyata.
Tips Membuat Citraan yang Lebih Kuat
Jika kamu ingin meningkatkan kemampuan menulis citraan, cobalah beberapa latihan berikut:
1. Amati lingkungan sekitar
Perhatikan suara, aroma, tekstur, warna, dan suhu di tempat kamu berada. Catat detail yang biasanya tidak kamu sadari.
2. Hindari hanya mengandalkan indra penglihatan
Penulis pemula sering menggambarkan apa yang dilihat tokoh, tetapi melupakan suara, aroma, rasa, dan sentuhan. Padahal, variasi indra dapat membuat adegan terasa lebih hidup.
3. Hubungkan detail dengan karakter
Dua tokoh dapat berada di tempat yang sama, tetapi merasakan hal yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat memperkuat karakterisasi.
4. Pilih detail yang memiliki fungsi
Tanyakan kepada diri sendiri apakah citraan tersebut membantu membangun suasana, karakter, konflik, atau emosi. Jika tidak, kamu dapat mempertimbangkan untuk menghapusnya.
Itulah berbagai hal terkait dengan citraan dalam karya sastra. Citraan dalam karya sastra membantu penulis mengubah kata-kata menjadi pengalaman yang lebih nyata bagi pembaca. Semoga informasi di atas bisa membantumu menciptakan karya yang lebih indah lagi, ya!
FAQ tentang Citraan dalam Karya Sastra
Inilah daftar pertanyaan yang sering muncul terkait citraan dalam karya sastra:
1. Apa itu citraan dalam karya sastra?
Citraan adalah penggunaan bahasa untuk membangkitkan pengalaman indrawi atau gambaran mental pada pembaca.
2. Apa saja jenis citraan?
Jenis yang umum meliputi citraan visual, auditif, penciuman, pengecapan, perabaan, gerak, dan organik.
3. Apa fungsi citraan dalam karya sastra?
Citraan membantu membuat gambaran lebih hidup, membangun suasana, memperkuat emosi, dan meningkatkan keterlibatan pembaca.
4. Apakah citraan hanya digunakan dalam puisi?
Tidak. Citraan juga dapat digunakan dalam novel, cerpen, drama, dan berbagai bentuk karya sastra lainnya.
5. Apakah satu paragraf boleh menggunakan beberapa jenis citraan?
Boleh. Namun, gunakan secara wajar dan pastikan setiap citraan tetap mendukung adegan.





