
Banyak orang yang memiliki hobi membaca, tapi belum mengenal berbagai istilah unik yang ada di dunia literasi. Tidak hanya “kutu buku” atau “plot twist”, terdapat beragam istilah lain yang menarik untuk kita pelajari.
Selain menggambarkan kebiasaan membaca, istilah-istilah yang sering dipakai oleh para pecinta buku juga berhubungan dengan koleksi buku atau genre karya tulis tertentu. Tidak hanya memperluas wawasan, mengetahui istilah populer dalam dunia literasi juga membuat pengalaman membaca kita menjadi lebih menyenangkan.
Daftar isi
Toggle8 Istilah Populer dalam Dunia Literasi yang Jarang Diketahui
Melalui artikel ini, kita akan mengenal delapan istilah yang ada di dunia literasi khususnya yang berkaitan dengan kebiasaan membaca. Agar makin paham, yuk kita ikuti penjelasannya dimulai dari pengertian literasi.
Artikel yang sesuai:
Apa itu Literasi?
Menurut National Institute For Literacy, literasi adalah kemampuan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan menyelesaikan masalah pada tingkat keahlian yang dibutuhkan, baik dalam keluarga, pekerjaan, dan masyarakat.
Apa Manfaat Literasi?
Literasi memiliki berbagai manfaat bagi para pecintanya, antara lain yaitu:
- Menambah perbendaharaan kata.
- Meningkatkan pengetahuan dan wawasan.
- Mengasah kemampuan berpikir kritis untuk mengolah informasi.
- Melatih kinerja otak.
- Mempertajam kemampuan menulis.
- Mengasah daya ingat dan konsentrasi.
- Mengoptimalkan penguasaan kosakata dalam berbahasa.
- Mengembangkan kreativitas dan inovasi.
Apa Saja Istilah Populer dalam Dunia Literasi?
Berikut adalah beberapa istilah populer yang wajib diketahui oleh pecinta literasi, yaitu:
1. Reading slump
Reading slump merupakan momen saat keinginan untuk membaca tiba-tiba hilang begitu saja. Perasaan jenuh ini dapat menjangkit siapa pun, bahkan orang yang gemar melahap buku setiap hari.
Saat mengalami reading slum, kita mungkin masih suka membeli buku atau melihat review buku di media sosial. Namun, untuk membaca buku secara langsung pikiran seketika melayang dan langsung bosan.
Penyebab utama dari masalah ini antara lain yaitu karena rasa lelah, stres akibat beban pekerjaan, atau baru saja selesai membaca buku yang topiknya terlalu berat. Solusi terbaiknya adalah mundur sejenak dari dunia literasi guna menyegarkan pikiran.
2. Book hangover
Book hangover merupakan perasaan terjebak yang kita alami setelah menamatkan buku yang sangat bagus. Unsur-unsur intrinsik seperti alur cerita, karakter, gaya bahasa, dan konflik di dalamnya masih menyangkut di kepala meski bukunya sudah ditutup rapat.
Alhasil, kita kurang berminat atau sulit untuk berpindah ke karya tulis lain. Seolah-olah tidak ada topik atau cerita baru yang mampu menandingi keseruan buku yang baru dituntaskan. Semakin kita menyukai suatu buku, semakin lama pula waktu yang kita perlukan untuk terbebas dari bayang-bayangnya.
3. Bibliosmia
Bibliosmia merupakan istilah untuk aroma khas yang berasal dari lembaran kertas buku. Wangi ini terbentuk secara natural dari campuran bahan baku kertas, tinta cetak, hingga lem jilid. Bagi banyak orang, mencium aroma ini terasa menyenangkan baik saat membaca buku baru maupun buku lama.
Tidak hanya menghadirkan ketenangan dan kehangatan, sensasi wangi buku mampu membawa kenangan masa lalu. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa istilah ini sangat populer di kalangan pembaca dan kolektor buku.
4. Annotating
Annotating adalah kebiasaan menandai isi buku, entah dengan cara mewarnai teks, menempelkan stiker, atau menulis catatan kecil di tepi halaman. Cara ini membuat aktivitas membaca terasa lebih menyenangkan dan interaktif, sebab kita bisa langsung menuangkan ide, reaksi, atau menandai kalimat favorit yang menggugah hati.
Di samping lebih memahami isi buku, catatan-catatan kecil ini menunjukkan kedekatan kita dengan buku. Saat membuka kembali buku tersebut, kita bisa mengingat dengan jelas perasaan dan isi kepala waktu pertama kali membacanya.
5. Tsundoku

Tsundoku merupakan kebiasaan membeli buku baru tapi tidak langsung membacanya. Mungkin banyak di antara kita yang sering tergoda membeli buku hanya karena cover estetiknya, alur cerita yang membuat penasaran, atau terpengaruh rekomendasi di media sosial.
Meski tampak konsumtif dan sering menjadi bahan lelucon, tsundoku dapat dikatakan sebagai bentuk rasa cinta yang besar terhadap buku. Untuk sebagian orang, melihat deretan buku yang tertata rapi di rak sudah memberikan rasa senang, walau belum tahu kapan akan membacanya.
6. DNF (did not finish)
DNF atau Did Not Finish adalah istilah saat berhenti membaca sebuah karya tulis sebelum sampai ke halaman terakhir. Hal ini dapat terjadi karena jalan cerita dalam buku tersebut terasa membosankan, gaya bahasa yang digunakan sulit dipahami, atau karakter di dalamnya kurang menarik.
Dulu, berhenti membaca buku di tengah jalan dinilai sebagai kegagalan, Namun sekarang, para pecinta literasi menyepakati bahwa DNF merupakan hal yang wajar. Dengan waktu yang terbatas, kita tidak perlu memaksakan diri menyelesaikan buku yang kurang menarik.
7. CR (currently reading)
CR atau Currently Reading adalah istilah populer dalam dunia literasi yang digunakan untuk menunjukkan buku yang sedang kita nikmati saat ini. Singkatan ini sering kita jumpai di media sosial, komunitas literasi, atau aplikasi khusus untuk mencatat progres membaca.
Selain untuk dokumentasi pribadi, membagikan CR juga bisa menjadi cara yang seru untuk berinteraksi dengan sesama pecinta buku. Banyak yang memanfaatkan momen ini untuk saling bertukar review (ulasan), memberi rekomendasi, atau berdiskusi tentang buku yang sedang digandrungi.
8. TBR (to be read)
TBR atau To Be Read adalah daftar antrean buku yang ingin kita baca saat ada waktu luang. Susunan buku ini akan terus bertambah seiring banyaknya rekomendasi menarik dari teman, ulasan di media sosial, atau hasil cuci mata saat berburu promo di toko maupun bazar buku.
Daftar TBR memang sering membuat pecinta buku frustasi karena jumlahnya yang kian meningkat dibanding buku yang benar-benar selesai dibaca. Kendati demikian, TBR dapat membantu kita menentukan bacaan selanjutnya dan sebagai pengingat bahwa ada banyak buku yang tidak boleh kita lewatkan di masa mendatang.
FAQ Seputar Istilah Populer dalam Dunia Literasi
Berikut adalah beberapa pertanyaan sekaligus jawaban yang terkait dengan istilah populer dalam dunia literasi.
Q1: Apakah literasi hanya tentang baca tulis?
Tidak. Selain baca tulis, ada banyak jenis literasi lain seperti literasi media, literasi teknologi, literasi perpustakaan, literasi visual, dan literasi finansial. Pada intinya, literasi adalah kemampuan memahami sekaligus menggunakan informasi.
Q2: Apa itu plot hole?
Secara harfiah kita dapat mengartikan plot hole sebagai lubang yang yang ada di alur cerita. Kejadian yang tidak masuk akal atau bertentangan dengan fakta yang terdapat di bagian awal cerita.
Q3: Apa itu bookhaul?
Kegiatan membeli buku dalam jumlah banyak. Biasanya dibagikan oleh para influencer buku sekaligus untuk memukau audiens agar tertarik membacanya.
Q4: Apa itu Bookstagram dan Booktok?
Komunitas pecinta buku yang ada di platform media sosial seperti Instagram dan TikTok. Selain mengulas isi buku, mereka juga memberikan rekomendasi bacaan yang menarik, tips merawat buku, hingga video estetik.
Nah, itulah penjabaran mengenai beberapa istilah populer dalam dunia literasi yang mungkin belum pernah kita dengar. Semoga setelah membaca artikel ini, wawasan dan pengetahuan mengenai perbukuan, sastra, dan penulisan semakin bertambah, ya!





