
Siapa nih yang mau menerbitkan buku tetapi belum memahami apa itu ISBN dan pentingnya ISBN dalam penerbitan buku?
Memahami tentang ISBN, mulai dari pengertian, struktur, manfaat, prosedur pengajuan, hingga tips lolos pengajuan ISBN ini penting lho untuk memastikan buku kamu telah terdaftar secara resmi di database Perpusnas.
Daftar isi
ToggleMemahami Lebih Jauh Pentingnya ISBN dalam Penerbitan Buku
Selain itu, masih ada banyak lagi pentingnya ISBN dalam penerbitan buku yang perlu kamu ketahui. Mau tahu lebih lanjut? Yuk, langsung saja simak rangkuman informasinya berikut ini!
Artikel yang sesuai:
Apa Itu ISBN?
ISBN (International Standard Book Number) adalah kode unik berupa deretan nomor yang digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi buku. Satu ISBN ini hanya berlaku untuk satu judul buku yang diterbitkan.
Lembaga internasional yang berhak mengeluarkan kode ISBN berpusat di London, Inggris. Sementara di Indonesia, lembaga yang berwenang merilis kode ISBN ialah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).
Struktur ISBN
ISBN terdiri dari 13 digit angka yang menunjukkan informasi tentang angka pengenal terbitan, penerbit, hingga kelompok penerbit. Masing-masing kode atau angka dipisahkan dengan tanda strip (-). Berikut ini contoh struktur ISBN beserta artinya:
978-602-05-3132-8
- 978: Angka pengenal terbitan buku dari EAN (prefix identifier)
- 602: Kode negara asal/kelompok penerbit (group identifier)
- 05: Kode penerbit (publisher prefix)
- 3132: Kode judul (title identifier)
- 8: Angka pemeriksa (check digit).
Peran ISBN dalam Penerbitan Buku
Sebetulnya, apa saja peran pentingnya ISBN dalam penerbitan buku? Berikut ini peran penting ISBN:
1. Alat identifikasi buku
Setiap judul buku di seluruh dunia memiliki kode ISBN yang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan satu kode ISBN hanya berlaku untuk satu judul buku sehingga buku dapat dikenali dengan mudah.
2. Memudahkan distribusi dan pemasaran buku
Pentingnya ISBN selanjutnya yaitu mempermudah distribusi dan pemasaran buku. ISBN dapat dijadikan referensi bagi toko buku, reseller, maupun distributor dalam melakukan pemesanan atau penjualan buku.
Dengan adanya ISBN, kemungkinan terjadinya kesalahan pemesanan juga dapat dihindari. Dengan begitu, penjual perlu tidak perlu mengeluarkan energi, waktu, dan biaya tambahan untuk melakukan pengiriman ulang.
3. Meningkatkan kredibilitas buku dan penulis
Berikutnya, ISBN juga penting untuk meningkatkan kredibilitas buku dan penulisnya. Dengan memiliki ISBN menandakan bahwa buku yang penulis terbitkan telah terdaftar secara resmi di database Perpusnas dan dipasarkan secara global.
4. Memudahkan pembaca
Pentingnya ISBN juga memberikan kemudahan bagi pembaca dalam mengakses buku. Pembaca bisa dengan cepat dan mudah untuk mencari sebuah buku, baik di toko buku fisik maupun online dengan cara melihat kode ISBN-nya.
5. Mengelola inventaris
ISBN penting bagi penerbit, perpustakaan, dan toko-toko buku untuk keperluan pengelolaan inventaris mereka. Adanya ISBN memberikan kemudahan bagi mereka dalam mencari buku, memantau stok, penjualan, serta mengelola perpustakaan dengan rapi dan efisien.
6. Mendukung karier akademisi
Terakhir, pentingnya ISBN berkaitan dengan karier akademik dosen. Dengan menerbitkan buku ber-ISBN, dosen dapat menambah angka kredit poin hingga 40 poin yang nantinya akan diakumulasikan hingga mencapai jumlah tertentu untuk bisa digunakan sebagai salah satu syarat pengajuan kenaikan pangkat akademik dosen.
Jenis Buku yang Bisa Mendapatkan ISBN

Sejak adanya krisis ISBN tahun 2020, Perpusnas RI memberlakukan pembatasan untuk jenis-jenis buku yang bisa terbit dengan ISBN. Pada umumnya, buku yang bisa diterbitkan ber-ISBN ialah buku yang diterbitkan dengan tujuan diperjualbelikan dan disebarluaskan atau tidak diperuntukkan bagi kalangan tertentu. Berikut jenis buku yang bisa memperoleh ISBN:
- Buku ajar
- Buku referensi/monograf
- Orasi ilmiah yang dapat diakses publik
- Prosiding seminar yang dapat diakses publik dan tidak diterbitkan secara berkala
- Hasil penelitian atau KTI yang sudah diubah ke format buku umum
- Novel
- Biografi
- Buku motivasi atau self improvement
- Komik atau cerita bergambar
Jenis Buku yang Tidak Bisa Mendapatkan ISBN
Berikut ini jenis-jenis buku yang tidak bisa mendapatkan ISBN karena umumnya tidak ditujukan untuk publik atau hanya diterbitkan untuk kalangan terbatas:
- Diktat
- Policy brief
- Policy paper
- Book chapter
- Hasil penelitian atau KTI yang belum diubah ke format buku umum
- Buku catatan/diary
- Buku antologi
- Laporan lembaga internal
- Modul pembelajaran atau praktikum
- Tugas sekolah/laporan hasil kegiatan
- Prosiding seminar nasional/internasional rutin
- Buletin/surat elektronik
- Majalah
Prosedur Pengajuan ISBN
Pembahasan lain tentang ISBN yang sering kali dipertanyakan penulis pemula ialah, “bagaimana prosedur pengajuan ISBN?” Nah, berikut ini langkah-langkah yang perlu kamu lewati:
1. Masuk ke laman resmi Perpusnas
Langkah pertama, akses situs resmi Perpusnas sebagai satu-satunya lembaga resmi yang menangani proses pengajuan ISBN melalui link berikut: isbn.perpusnas.go.id.
2. Pilih penerbit
Salah satu persyaratan pengajuan ISBN ialah melalui penerbit buku yang terdaftar secara resmi di Perpusnas. Untuk itu, pilihlah penerbit yang profesional dan terpercaya dalam menangani prosedur pengajuan ISBN yang cukup rumit.
Jika tidak ingin repot, carilah penerbit buku yang bisa mengurusi keperluan pengajuan ISBN sepenuhnya, dari awal sampai akhir.
3. Isi formulir pengajuan
Berikutnya, isilah formulir pengajuan ISBN. Formulir pengajuan ISBN mencakup banyak sekali informasi terkait buku yang perlu diisi. Mulai dari judul buku, kepengarangan, sinopsis, jumlah halaman, dan masih banyak lagi lainnya.
Untuk itu, pastikan isi setiap detail tersebut dengan teliti dan tidak perlu terburu-buru agar tidak terjadi kesalahan penginputan data. Selain itu, isilah setiap pertanyaan dengan jujur. Apabila terdapat ketidaksesuaian data maka pengajuan ISBN bisa jadi ditolak.
4. Tunggu proses verifikasi
Setelah formulir diisi dan diserahkan, tunggulah proses verifikasi dari Perpusnas selama kurang lebih 5 hari kerja.
Tips agar Lolos Verifikasi untuk Pengajuan ISBN
Agar peluang buku kamu bisa lolos pengajuan ISBN, tips-tips berikut perlu kamu coba terapkan:
1. Pastikan kelengkapan data buku
Pertama, pastikan data buku sudah lengkap. Mulai dari judul, nama penulis, penerbit, editor, hingga tahun terbit. Cek juga apakah data yang ditampilkan di formulir pengajuan ISBN sudah sama dengan data yang ada pada naskah buku atau belum.
2. Gunakan sampul buku final
Berikutnya, gunakanlah cover buku yang sudah fix atau tidak ada yang perlu direvisi kembali. Pastikan juga cover buku sudah mencantumkan informasi judul buku, nama penulis, dan logo penerbit.
3. Kelengkapan halaman awal buku
Lolos atau tidaknya pengajuan ISBN juga dapat dipengaruhi oleh halaman awal buku. Pastikan halaman awal buku sudah lengkap meliputi halaman judul, kata pengantar, dan daftar isi.
4. Format file
Tips selanjutnya, sajikan buku dalam format PDF dengan ukuran maksimal 10 MB. Sebelum dikirimkan, pastikan juga file bisa dibuka dan tampilannya tidak berantakan.
5. Judul buku
Agar lolos pengajuan ISBN, kamu juga perlu memastikan judul bukumu tidak duplikat atau belum pernah ada yang menggunakannya sebelumnya.
6. Penuhi ketentuan jumlah halaman
Buku yang ingin diterbitkan ber-ISBN juga harus memenuhi batas jumlah minimal halaman. Dalam PO PAK maupun PO BKD, ketentuan jumlah minimal halaman buku adalah 40 lembar untuk buku ilmiah, sedangkan pihak Perpusnas memberlakukan ketentuan minimal 49 halaman. Kemudian untuk luaran hibah, setidaknya buku harus terdiri dari 200 halaman.
Selain itu, jumlah penulis juga turut memengaruhi jumlah halaman buku. Jika buku ditulis oleh lebih dari satu penulis, misalnya enam penulis maka idealnya satu penulis menulis 10 halaman buku.
Sementara jika buku ditulis oleh dua atau tiga penulis saja, maka tetap menyesuaikan jumlah minimal halaman buku dari Perpusnas, yaitu 49 halaman.
7. Cek kredibilitas penerbit
Terakhir, karena pengajuan ISBN hanya dapat dilakukan oleh penerbit, maka kamu harus riset dengan baik agar bisa menemukan penerbit resmi yang terdaftar di Perpusnas dan merupakan anggota IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia).
Itulah hal-hal terkait ISBN, mulai dari pengertian, struktur, prosedur, hingga pentingnya ISBN dalam penerbitan buku dan tips lolos pengajuan ISBN yang bisa kamu terapkan.
Proses pengurusan ISBN memang cenderung rumit dan administratif. Namun dengan bantuan penerbit profesional dan kredibel, proses pengurusan ISBN bukumu akan jauh lebih mudah. Kamu cukup duduk manis dan menunggu kabar pengajuan telah selesai. Semoga membantu!





