
Personal branding untuk penulis novel bukan sekadar soal terlihat eksis di media sosial. Lebih dari itu, personal branding adalah cara kamu membangun citra diri sebagai penulis yang punya karakter, nilai, dan keunikan tertentu di mata pembaca.
Nah, ketika personal branding terbentuk dengan baik, pembaca tidak hanya tertarik pada novelmu, tetapi juga pada sosok di balik karya tersebut. Untuk menyukseskan hal tersebut maka membangun personal branding perlu kamu lakukan sedini mungkin. Jangan menunggu karya yang kamu tulis terbit.
Daftar isi
Toggle7 Cara Membangun Personal Branding untuk Penulis Novel Mulai dari Nol
Mungkin sekarang kamu bertanya, bagaimana membangun personal branding untuk penulis novel mulai dari nol. Pertanyaan tersebut dapat kamu temukan jawabannya pada artikel kali, jadi mari simak pembahasannya sampai habis ya.
Artikel yang sesuai:
Apa Itu Personal Branding untuk Penulis Novel?
Sebelum membahas berbagai cara membangun personal branding untuk penulis novel, mari kita simak apa itu personal branding. Personal branding untuk penulis novel adalah proses membentuk persepsi publik tentang siapa kamu sebagai penulis.
Persepsi ini mencakup gaya menulis, genre yang kamu tekuni, nilai yang kamu bawa dalam karya, hingga cara kamu berinteraksi dengan audiens. Sebagai penulis novel, personal branding membantu pembaca mengenali identitas kepenulisanmu.
Ketika orang mendengar namamu, mereka langsung teringat pada genre, tema, atau ciri khas tertentu yang ada pada dirimu sebagai seorang penulis. Inilah yang membuat personal branding menjadi aset jangka panjang bagi karir menulismu.
Tanpa personal branding yang jelas, karya yang bagus pun beresiko tenggelam di tengah banyaknya penulis dan konten di media sosial. Jadi, jangan sepelekan personal branding yang ada pada dirimu di ranah media sosial.
Mengapa Personal Branding Penting bagi Penulis Novel Pemula?
Bagi penulis novel pemula, personal branding berperan sebagai jembatan antara karya dan pembaca. Saat kamu belum menerbitkan novel, personal branding membantu membangun kepercayaan dan kedekatan dengan calon pembaca sejak dini.
Selain itu, personal branding memudahkan kamu membangun audiens yang tepat. Kamu tidak hanya mengumpulkan pengikut, tetapi menarik orang-orang yang memang relevan dengan genre dan gaya ceritamu.
Nah, ketika novelmu terbit, personal branding yang sudah terbentuk akan membuat proses promosi terasa lebih natural. Pembaca merasa mengenalmu, sehingga mereka lebih terbuka untuk membeli dan merekomendasikan karyamu.
Cara Membangun Personal Branding untuk Penulis Novel
Oke, sekarang kita masuk ke pembahasan inti tentang cara membangun personal branding. Yang selengkapnya bisa kamu simak pada ulasan di bawah ini:
1. Menentukan identitas diri sebagai penulis novel
Langkah awal membangun personal branding untuk penulis novel adalah mengenali identitas kepenulisanmu. Kamu perlu memahami posisi dirimu sebagai penulis sebelum memperkenalkannya ke publik.
Mulailah dengan menentukan genre utama yang ingin kamu tekuni, seperti romansa, fantasi, horor, atau fiksi remaja. Genre ini akan menjadi fondasi utama personal branding-mu.
Selanjutnya, tentukan nilai atau pesan yang sering muncul dalam ceritamu. Apakah kamu ingin dikenal sebagai penulis novel yang hangat, kritis, penuh imajinasi, atau realistis? Identitas ini akan memengaruhi cara kamu berkomunikasi di media sosial.
2. Memilih media sosial yang tepat untuk personal branding
Tidak semua media sosial harus kamu gunakan sekaligus. Untuk membangun personal branding sebagai penulis novel secara efektif, pilih platform yang sesuai dengan gaya komunikasimu.
Instagram dan TikTok cocok untuk kamu yang suka berbagi proses kreatif, kutipan novel, atau cerita singkat dalam format visual. Sementara itu, X atau Threads bisa kamu manfaatkan untuk berbagi pemikiran seputar kepenulisan dan dunia literasi.
Dengan fokus pada satu atau dua platform utama, kamu bisa membangun personal branding yang lebih konsisten dan tidak mudah kelelahan. Sehingga hasilnya pun jadi lebih maksimal.
3. Menentukan gaya komunikasi yang konsisten
Personal branding untuk penulis novel akan lebih kuat jika kamu menggunakan gaya komunikasi yang konsisten. Gaya ini mencakup pilihan kata, cara menyapa audiens, hingga topik yang sering kamu angkat.
Jika kamu ingin terlihat hangat dan dekat, gunakan bahasa yang santai namun tetap sopan. Sebaliknya, jika kamu ingin tampil reflektif dan intelektual, gunakan bahasa yang lebih mendalam tanpa terkesan kaku.
Konsistensi gaya komunikasi membantu audiens merasa familiar dengan kehadiranmu. Dari sinilah kedekatan emosional mulai terbentuk.
4. Membuat konten relevan dengan dunia kepengarangan

Konten adalah inti dari personal branding di media sosial. Sebagai penulis novel, kamu bisa membagikan berbagai konten yang masih relevan dengan proses kreatifmu.
Kamu bisa membagikan cerita di balik ide novel, tantangan saat menulis, kebiasaan menulis harian, atau rekomendasi bacaan favorit. Konten seperti ini menunjukkan bahwa kamu benar-benar hidup di dunia kepenulisan.
Selain itu, kamu juga bisa membagikan kutipan dari karya sendiri atau potongan cerita pendek. Konten ini secara tidak langsung memperkenalkan gaya menulismu kepada calon pembaca.
5. Menunjukkan proses, bukan hanya hasil
Banyak penulis pemula ragu membangun personal branding karena merasa belum punya karya besar. Padahal, proses justru menjadi konten yang sangat menarik bagi audiens.
Dengan membagikan proses menulis, kamu mengajak audiens tumbuh bersama perjalanan kepenulisanmu. Mereka akan merasa terlibat dan ikut menantikan karya yang sedang kamu persiapkan. Pendekatan ini membuat personal branding terasa lebih jujur dan manusiawi, bukan sekadar pencitraan semata.
6. Berinteraksi aktif dengan audiens
Personal branding tidak akan berkembang jika kamu hanya fokus mengunggah konten tanpa interaksi. Luangkan waktu untuk membalas komentar, menjawab pesan, atau berdiskusi dengan audiens.
Interaksi aktif membantu membangun hubungan dua arah. Audiens tidak lagi melihatmu hanya sebagai pembuat konten, tetapi sebagai penulis yang terbuka dan mudah didekati. Hubungan inilah yang kelak menjadi modal penting saat kamu mempromosikan novel pertamamu.
7. Konsisten dan sabar dalam membangun personal branding
Personal branding untuk penulis novel tidak terbentuk dalam semalam. Kamu perlu konsistensi dan kesabaran untuk melihat hasilnya.
Tetapkan jadwal unggah yang realistis agar kamu bisa tetap produktif tanpa mengorbankan proses menulis. Lebih baik konsisten dengan frekuensi kecil daripada semangat di awal lalu berhenti di tengah jalan.
Rekomendasi Penerbit yang Bisa Membantu Membangun Personal Branding
Selain berbagai cara membangun personal branding untuk penulis novel yang tersaji di atas, ada satu cara lagi yang tidak boleh kamu lupakan. Yaitu memilih penerbit yang bisa membantumu menguatkan personal branding dengan berbagai program yang memihak penulis.
Salah satu rekomendasi penerbit yang memiliki program penunjang tersebut dapat kamu jumpai di penerbit Halo Adil Sejahtera (HAS). Penerbit HAS merupakan salah satu penerbit di bawah naungan penerbit buku anggota IKAPI Detak Pustaka yang telah beroperasi sejak tahun 2017.
Di penerbit HAS setiap penulisnya akan berkesempatan untuk mengisi podcast Kataloka yang tanya di kanal YouTube Detak Pustaka. Selain itu, penulis penulis di penerbit HAS juga akan berkesempatan untuk menjadi narasumber webinar kepenulisan.
Di webinar ini kamu bisa berbagi ilmu kepada audiens sekaligus mempromosikan buku yang telah kamu terbitkan. Lalu, setiap penulis dan buku yang terbit di penerbit HAS juga akan diliput oleh media online.
Nah, bukankah segala program tersebut sangat bagus untuk menunjukkan personal branding-mu sebagai penulis novel? Jadi, jangan salah memilih penerbit, pastikan untuk menerbitkan buku di penerbit HAS.
Itulah berbagai hal terkait personal branding dan cara membangun personal branding untuk penulis novel yang bisa kamu terapkan. Semoga kamu bisa mengaplikasikannya dan bisa menghasilkan hasil terbaik. Tetap semangat dan terus berkarya!





