
Bagi penulis baru, pertanyaan soal “berapa royalti penulis buku?” pasti sering muncul di benaknya. Terutama bagi penulis yang tujuan penerbitan bukunya bukan hanya untuk berbagi ilmu atau memperkuat personal branding saja, tetapi juga money oriented.
Namun, tentu saja ada penghargaan atas karya intelektual penulis yang disebut royalti tadi. Jadi royalti bukan sekadar bonus, melainkan hak ekonomi yang wajib diberikan kepada penulis untuk setiap buku yang berhasil terjual.
Daftar isi
ToggleHal-Hal Penting tentang Royalti Buku yang Perlu Dipahami Penulis Baru
Salah satu yang perlu digaris bawahi adalah setiap penerbit menerapkan sistem royalti yang berbeda-beda. Dengan demikian, penulis perlu paham sejak awal sebelum memutuskan bekerja sama dengan suatu penerbit agar tidak menimbulkan kerugian atau masalah dikemudian hari perihal hak finansialnya.
Artikel yang sesuai:
Lalu, apa saja hal-hal penting tentang royalti buku yang perlu penulis pahami? Artikel ini akan membahasnya lebih dalam. Mari simak uraian berikut!
Apa Itu Royalti Buku?
Singkatnya, royalti buku adalah penghasilan yang didapatkan penulis untuk setiap bukunya yang terjual. Royalti buku juga dapat didefinisikan sebagai bagi hasil penjualan buku antara penerbit dan penulis.
Royalti buku tidak hanya berlaku untuk buku cetak, melainkan juga ebook. Namun tentu saja, royalti buku cetak lebih besar dibandingkan ebook.
Mengapa demikian? Sebab, biaya penjualan dan distribusi ebook yang nyaris nol sehingga hal ini mengurangi persentase royalti yang didapatkan penulis.
Besaran royalti buku fisik juga berbeda-beda tergantung kebijakan masing-masing penerbit dan faktor lainnya. Umumnya, kisaran royalti yang bisa penulis dapatkan yaitu sebesar 5%-20% dari harga jual buku. Semakin tinggi persentase royalti, maka semakin besar pula pendapatan penulis.
Dasar Hukum Royalti Buku
Di Indonesia, dasar hukum royalti diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang hak cipta. Dalam undang-undang ini menjelaskan bahwa sebagai pencipta buku, penulis memiliki hak ekonomi atas setiap bentuk pemanfaatan karyanya.
Selain itu, dasar hukum royalti juga diatur dalam kesepakatan atau kontrak tertulis antara penerbit dan penulis. Kesepakatan tersebut umumnya berisikan informasi penting berupa mekanisme pembayaran dan besaran royalti yang diterima penulis.
Jenis-Jenis Royalti
Royalti buku terdiri dari tiga jenis, antara lain:
- Retail price: Penentuan royalti buku berdasarkan harga jual buku ke konsumen.
- Net price: Royalti buku ditentukan setelah harga buku dipotong atau didiskon untuk distributor. Misalnya, harga jual buku Rp100.000, diskon untuk distributor sebesar 30% sehingga harga buku untuk distributor adalah Rp70.000. Artinya, royalti penulis diperoleh dari persentase royalti x Rp70.000.
- Advance price: Royalti dibayarkan dimuka sebelum buku terjual. Penulis akan mendapatkan royalti tambahan jika jumlah buku yang terjual melebihi royalti yang diberikan di awal.
Faktor yang Memengaruhi Besaran Royalti
Besaran royalti yang diterima penulis bisa berbeda-beda karena dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:
1. Harga buku
Faktor pertama yang memengaruhi besaran royalti adalah harga buku. Semakin tinggi harga buku, maka otomatis royalti yang didapatkan juga lebih besar.
Namun, perihal harga buku ini tentu perlu dipertimbangkan dengan matang jika bukumu ingin dibaca banyak orang. Sebab, harga buku yang ekonomis menjadi salah satu poin penting yang dapat menentukan keputusan pembelian pembaca.
Maka, kamu perlu diskusikan dengan pihak penerbit dan melakukan riset harga pasar terlebih dahulu untuk genre buku dan kualitas hasil cetakan yang sama. Hal ini untuk memastikan harga bukumu tetap bisa bersaing di pasaran.
2. Jumlah cetakan
Jumlah cetakan juga turut memengaruhi besaran royalti yang diterima penulis. Semakin banyak buku yang dicetak, maka potensinya terjual lebih banyak pun semakin besar sehingga royalti yang didapatkan penulis juga lebih tinggi.
Meski demikian, ada baiknya bagi penulis baru untuk mempertimbangkan mencetak sesuai kebutuhan demi mengantisipasi kerugian apabila tidak semua buku laku terjual.
3. Reputasi dan popularitas penulis
Faktor berikutnya yang memengaruhi besaran royalti yaitu reputasi dan popularitas penulis. Semakin tinggi reputasi dan popularitas penulis di kalangan pembaca, maka peluang royalti yang didapatkan pun lebih besar karena personal branding-nya yang kuat.
Selain itu, penulis juga sudah memiliki basis pembaca yang banyak sehingga lebih mudah dalam mempromosikan buku dan meraih pembeli. Alhasil, pendapatan yang diperoleh dari penjualan buku bisa lebih besar.
4. Penerbit
Besaran royalti juga dipengaruhi oleh penerbit yang dipilih oleh penulis. Penerbit indie dan self publishing memberikan royalti yang lebih besar dibandingkan penerbit mayor.
Perbandingan Royalti Penerbit Mayor vs Indie vs Self Publishing
Perlu kamu ketahui bahwa jalur penerbitan buku terdiri dari tiga jenis, yaitu penerbit mayor, indie, dan self publishing. Masing-masing memberikan besaran royalti yang berbeda-beda.
Penerbit mayor umumnya memberikan royalti lebih kecil dibandingkan penerbit indie dan self publishing, yakni sebesar 10%. Hal ini dikarenakan penerbit mayor sudah mengeluarkan biaya ekstra untuk kegiatan operasional penerbitan buku.
Dengan demikian selain untuk membayar royalti penulis, keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan buku juga digunakan untuk menutup biaya operasional tersebut.
Sementara itu, jalur penerbitan indie dan self publishing menawarkan royalti yang lebih besar karena biaya penerbitan ditanggung sepenuhnya oleh penulis. Jika memilih jalur penerbitan indie, penulis bisa mendapatkan royalti 15%-20%.
Jika melalui jalur self publishing, penulis bisa mendapatkan royalti yang jauh lebih besar, bahkan hingga 100%. Sebab, penulis memiliki kendali penuh atas karyanya. Termasuk dalam penjualan dan distribusi buku sehingga keuntungan menjadi milik penulis sepenuhnya tanpa perlu dibagi ke penerbit.
Berapa Besar Pajak Royalti Buku?
Setelah bukunya laku terjual, penulis tidak lantas mendapatkan royalti penuh. Sesuai peraturan yang berlaku, jika penulis memiliki NPWP maka ada pajak royalti yang dibebankan kepada penulis.
Royalti yang didapat penulis akan dipotong untuk pembayaran pajak sebesar 15%. Selain itu juga ada pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10% sesuai peraturan yang tertera pada laman pajak.go.id/id/penulis.
Cara Perhitungan Royalti
Bagi kamu yang masih bingung bagaimana perhitungan royalti, maka uraian berikut wajib kamu simak agar paham!
Sebagai contoh, harga jual buku ditetapkan sebesar Rp95.000,00. Lalu, penerbit memberikan royalti kepada penulis sebesar 10%. Jumlah buku yang terjual dalam setahun ada 5000 eksemplar. Maka, perhitungan royalti untuk penulis adalah:
Royalti= persentase royalti x harga jual buku x jumlah eksemplar yang terjual= 10% x Rp95.000,00 x 1000= Rp9.500,00 untuk setiap buku yang laku terjual.
Jika dalam setahun ada 5000 eksemplar buku yang terjual, maka royalti yang diterima penulis adalah: 5000 x Rp9.500,00= Rp47.500.000,00 belum dipotong pajak royalti sebesar 15% dan PPN 10%.
Bagaimana Royalti Dibayarkan ke Penulis?

Pembayaran royalti umumnya dilakukan secara berkala sesuai kebijakan masing-masing penerbit. Ada penerbit yang membayar royalti kepada penulis setiap tiga bulan, enam bulan, atau ada juga yang satu tahun sekali.
Tips Memaksimalkan Royalti
Setiap penulis tentu ingin mendapatkan royalti dari hasil penjualan bukunya semaksimal mungkin. Untuk mencapainya, tips berikut ini bisa kamu coba:
1. Aktif promosi
Promosi buku tidak hanya menjadi tugas penerbit, tetapi juga penulis. Penulis yang aktif melakukan promosi bisa membantu karyanya menjangkau audiens lebih luas. Dengan begitu, penulis lebih berpeluang memperoleh penjualan tinggi sehingga royalti yang didapatkan pun semakin besar.
2. Pilih jalur penerbitan indie atau self publishing
Selain waktu penerbitan yang lebih cepat, fleksibel, dan tidak seketat penerbit mayor, menerbitkan buku melalui penerbit indie dan self publishing juga menawarkan keunggulan lainnya dari segi perolehan royalti yang lebih besar.
Maka, jika kamu ingin memaksimalkan royalti yang diperoleh, memilih penerbit buku indie atau menerbitkan buku sendiri (self publishing) merupakan pilihan yang tepat.
Terlebih lagi jika memilih self publishing, maka penulis memiliki kontrol penuh atas karyanya, termasuk penjualan dan distribusi buku sehingga royalti yang didapatkan bisa mencapai 100%. Sebab, penulis tidak perlu membaginya dengan penerbit.
3. Aktif menerbitkan buku-buku berkualitas
Untuk memaksimalkan royalti dari hasil penjualan buku, jalan lainnya yang bisa kamu coba adalah aktif menerbitkan buku-buku berkualitas dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Kualitas dan relevansi buku dengan kebutuhan target pembaca merupakan elemen penting untuk menarik minat mereka terhadap bukumu.
4. Pilih penerbit buku terpercaya
Penerbit terpercaya dan profesional umumnya memiliki sistem royalti buku yang jelas serta transparan dalam melaporkan jumlah penjualan buku dan royalti penulis.
Selain itu, pilihlah penerbit yang juga mempunyai jaringan pemasaran yang luas baik online maupun offline agar bukumu mampu menjangkau lebih banyak audiens. Dengan demikian, potensi royalti yang diperoleh juga lebih besar.
Nah, bicara soal kejelasan dan transparansi hasil penjualan, distribusi, serta royalti buku, sekarang ini ada penerbit yang menawarkan fasilitas cek royalti, lho. Salah satunya penerbit HAS (Halo Adil Sejahtera).
Apa Saja Kelebihan Sistem Cek Royalti di HAS?
Melalui sistem pelaporan penjualan dan royalti buku secara digital atau online di penerbit HAS, penulis bisa merasakan berbagai manfaat berikut:
- Memudahkan penulis untuk memantau perkembangan hasil penjualan, distribusi, dan royalti bukunya secara realtime
- Mendapatkan pelaporan penjualan, distribusi, dan royalti yang jelas dan transparan
- Mempercepat komunikasi antara penerbit dengan penulis selama kerja sama masih berlangsung
- Menawarkan fleksibilitas yang tinggi karena penulis bisa memantau perkembangan penjualan bukunya kapanpun dan di manapun
- Transparansi dalam menerangkan besaran biaya potongan atau admin.
Langkah Mudah Mengecek Royalti di Penerbit HAS
Untuk mengecek royalti bukunya, penulis hanya perlu mengakses dashboard cek royalti dari penerbit HAS melalui link berikut: Cek Royalti Penerbit HAS. Setelah itu, masukkan nama lengkap penulis dan judul buku yang ingin dicek royaltinya, serta kode PIN yang bisa penulis dapatkan dengan menghubungi WhatsApp Admin yang ada di dashbord, lalu klik log in.
Setelah berhasil log in, data berupa hasil penjualan, distribusi, serta royalti buku akan ditampilkan secara lengkap, detail, dan transparan.
Menariknya lagi, data yang ditampilkan juga bersifat realtime atau terkini. Data realtime memungkinkan penulis maupun penerbit untuk membuat keputusan atau respon cepat dan akurat jika terjadi perubahan pasar.
Demikian hal-hal penting tentang sistem royalti buku yang perlu dipahami oleh penulis, khususnya penulis yang baru memasuki dunia penerbitan buku. Memahami hal-hal di atas bisa membantumu terhindar dari kesalahpahaman ataupun kerugian di masa mendatang.
Nah, kalau kamu masih bingung memilih penerbit yang terpercaya dan transparan dalam melaporkan perihal royalti penulis, penerbit HAS bisa jadi rekomendasi penerbit terbaik untuk kamu pilih.
Lewat sistem cek royalti digital yang penerbit HAS miliki, kamu bisa memantau progres penjualan bukumu dengan mudah, kapan saja, dan di mana saja.
Jadi, kapan buku kamu diterbitkan? Yuk, hubungi WhatsApp admin penerbit HAS sekarang juga!





