
Membangun karakter tokoh adalah salah satu kunci utama agar cerita novel terasa hidup dan layak diikuti sampai halaman terakhir. Proses membangun tokoh ini bisa dikatakan lumayan sulit.
Bahkan ada kalanya banyak penulis novel pemula sudah memiliki ide cerita yang menarik, tetapi masih kesulitan membuat tokoh terasa nyata di mata pembaca. Akibatnya, pembaca tidak merasa terikat dan perlahan kehilangan minat untuk melanjutkan cerita, meskipun konflik yang disajikan sebenarnya cukup menjanjikan.
Daftar isi
Toggle7 Tips Membangun Karakter Tokoh untuk Cerita Novel agar Memikat Pembaca
Di sinilah pentingnya memahami tips membangun karakter tokoh secara tepat. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan penulis profesional adalah konsep Save the Cat.
Artikel yang sesuai:
Membuat Tokoh yang Kuat Kadang Lebih Sulit daripada Membuat Alur Cerita
Konsep Save the Cat ini adalah teknik untuk membuat pembaca bersimpati, peduli, dan akhirnya berpihak pada tokoh sejak awal cerita. Nah, detail informasi terkait tips membuat karakter tokoh dengan prinsip Save the Cat selengkapnya bisa kamu simak pada uraian di bawah ini:
Mengapa Karakter Tokoh Sangat Menentukan Daya Tarik Novel?
Sebelum mengulik terkait tips, mari kita kupas kembali mengapa karakter tokoh sangat penting. Begini, pembaca mungkin tertarik pada premis cerita, tetapi mereka akan bertahan karena karakter tokohnya.
Ketika pembaca merasa terhubung dengan tokoh, memahami keinginannya, merasakan lukanya, dan berharap ia berhasil, maka cerita akan terasa lebih kuat secara emosional. Nah, novel dengan karakter tokoh yang memikat biasanya akan membuat pembaca rela memaafkan alur yang sederhana atau konflik yang tidak terlalu rumit.
Sebaliknya, alur yang kompleks pun bisa terasa hambar jika tokohnya tidak meninggalkan kesan. Jadi, karakter tokoh itu sangat penting untuk membuat pembaca menuntaskan novel kita.
Tips Membangun Karakter Tokoh agar Disukai Pembaca
Berikut beberapa tips yang bisa kamu pakai untuk membangun karakter tokoh di novel yang kamu tulis:
1. Beri alasan mengapa pembaca harus memihak atau peduli dengan tokoh
Dalam konsep Save the Cat, pembaca perlu diberi alasan sejak awal mengapa mereka harus peduli pada tokoh utama. Alasan ini biasanya muncul dalam bentuk tindakan kecil yang menunjukkan nilai moral, empati, atau sisi kemanusiaan tokoh.
Tujuannya ini bukan untuk membuat tokoh tampak sempurna, melainkan cukup layak untuk diperjuangkan. Tindakan tersebut bisa sangat sederhana, misalnya tokoh bersikap adil ketika orang lain berbuat curang, membantu seseorang tanpa pamrih, atau menahan diri untuk tidak menyakiti pihak yang lebih lemah.
Dari tindakan kecil inilah pembaca mulai merasa terhubung secara emosional. Ketika pembaca sudah terhubung atau berpihak sejak awal, mereka akan lebih mudah memaafkan kesalahan tokoh di kemudian hari. Bahkan saat tokoh membuat keputusan yang keliru, pembaca tetap ingin mengikutinya karena sudah ada ikatan emosional yang terbangun.
2. Tentukan keinginan terbesar tokoh
Salah satu tips membangun karakter tokoh yang paling penting adalah menentukan apa yang benar-benar diinginkan tokoh. Keinginan ini menjadi motor penggerak cerita dan alasan mengapa tokoh terus melangkah meskipun menghadapi berbagai rintangan.
Keinginan tokoh tidak selalu berupa tujuan besar. Bisa saja sesederhana ingin diakui, ingin dicintai, atau ingin hidup dengan tenang. Namun, keinginan ini harus cukup kuat sehingga pembaca memahami mengapa tokoh rela mengambil resiko.
Semakin jelas keinginan tokoh, semakin mudah pembaca mengikuti alur emosinya. Pembaca akan merasa tegang ketika keinginan itu terancam dan merasa puas ketika tokoh berhasil mendekatinya, meskipun hasil akhirnya tidak selalu sesuai harapan.
Keinginan tokoh bisa bersifat eksternal (ingin sukses, ingin bebas, ingin mendapatkan seseorang) atau internal (ingin diterima, ingin berdamai dengan masa lalu). Semakin jelas keinginan ini, semakin mudah pembaca memahami motivasi tokoh.
3. Ciptakan kekurangan yang manusiawi
Tokoh yang terlalu sempurna sering kali terasa tidak realistis dan sulit dipercaya. Justru, kekuranganlah yang membuat karakter tokoh terasa hidup dan dekat dengan pembaca. Kekurangan ini bisa berupa sifat, kebiasaan, maupun pola pikir yang menghambat tokoh.
Dalam pendekatan Save the Cat, kekurangan tokoh biasanya menjadi akar konflik internal. Kekurangan inilah yang harus dihadapi dan dipelajari tokoh sepanjang cerita, bukan sekadar dikalahkan oleh konflik eksternal.
Pembaca cenderung lebih mudah bersimpati pada tokoh yang berjuang melawan kelemahannya sendiri. Ketika tokoh gagal, pembaca merasa iba. Ketika tokoh bangkit, pembaca ikut merasakan kemenangan emosional.
4. Bangun latar belakang yang mempengaruhi sikap tokoh

Setiap karakter tokoh memiliki masa lalu yang membentuk cara berpikir dan bertindak. Latar belakang ini bisa berupa pengalaman keluarga, trauma masa kecil, kegagalan, atau lingkungan sosial yang membesarkannya.
Kamu sebagai penulis tidak harus menjelaskan seluruh latar belakang tokoh secara eksplisit di dalam cerita. Namun, kamu perlu memahaminya agar tindakan dan reaksi tokoh terasa konsisten dan masuk akal.
Nah, ketika pembaca memahami alasan di balik sikap tokoh, mereka akan lebih mudah memaafkan kesalahan yang dilakukan tokoh. Sebab, tokoh tersebut terasa sebagai manusia utuh, bukan sekadar alat penggerak plot saja.
5. Tunjukkan perubahan karakter secara bertahap
Perubahan karakter atau character arc adalah elemen penting dalam novel yang berfokus pada tokoh. Pembaca ingin melihat bagaimana tokoh berkembang dari versi awal dirinya menuju versi yang lebih matang secara emosional.
Perubahan ini tidak terjadi secara instan. Tokoh perlu melalui serangkaian konflik, kegagalan, dan pilihan sulit sebelum benar-benar berubah. Proses inilah yang membuat perkembangan karakter terasa realistis.
Dalam Save the Cat, perubahan karakter sering kali berkaitan dengan pelajaran hidup yang akhirnya disadari tokoh. Ketika perubahan ini ditampilkan secara bertahap, pembaca akan merasa perjalanan tokoh tersebut layak untuk diikuti.
6. Perlihatkan karakter lewat aksi, bukan penjelasan
Salah satu kesalahan umum penulis pemula adalah terlalu banyak menjelaskan sifat tokoh secara langsung. Padahal, karakter akan terasa lebih hidup jika diperlihatkan melalui tindakan dan keputusan tokoh.
Yang mana, aksi tokoh dalam situasi tertentu akan menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya. Cara tokoh bereaksi saat tertekan, menghadapi konflik, atau berhadapan dengan pilihan sulit juga jauh lebih kuat daripada sekadar deskripsi naratif.
Sederhananya, dengan menunjukkan karakter lewat aksi, pembaca diberi ruang untuk menilai sendiri tokoh tersebut. Hal ini membuat pengalaman membaca terasa lebih aktif dan emosional.
7. Beri konflik yang menguji nilai tokoh
Konflik adalah alat utama untuk mengungkap karakter tokoh secara mendalam. Tanpa konflik, pembaca tidak pernah benar-benar tahu nilai apa yang dipegang tokoh.
Konflik yang kuat bukan hanya menghambat tujuan tokoh, tetapi memaksa tokoh memilih antara dua hal yang sama-sama sulit. Di titik inilah nilai, prinsip, dan keyakinan tokoh diuji.
Ketika tokoh dihadapkan pada konflik yang menguji nilai hidupnya, pembaca akan semakin terikat secara emosional. Mereka tidak hanya ingin tahu apa yang terjadi, tetapi juga bagaimana tokoh bertahan dan berkembang dari ujian tersebut.
Nah, itulah beberapa tips membangun karakter tokoh dalam cerita novel. Semoga informasi di atas bisa menjadi solusi jika kamu sedang bingung bagaimana membuat tokoh yang berkesan di hati pembaca, ya. Semangat menulis dan segera terbitkan karyamu!





