9 Cara Memulai Menulis Puisi Meski Sudah Lama Berhenti Menulis

9 Cara Memulai Menulis Puisi Meski Sudah Lama Berhenti Menulis

Ada banyak orang yang sebenarnya masih ingin menulis puisi, tetapi merasa sudah terlalu lama berhenti. Dulu mungkin mereka sering menulis di buku catatan, media sosial, atau menyimpan puisi sendiri tanpa pernah diperlihatkan kepada siapa pun. Namun, seiring waktu, kebiasaan itu perlahan menghilang karena kesibukan, rasa minder, atau merasa tidak cukup berbakat.

Ketika ingin mulai menulis lagi, muncul banyak keraguan di kepala. Ada yang takut tulisannya tidak sebagus dulu. Ada juga yang merasa sudah kehilangan kemampuan merangkai kata-kata. Bahkan tidak sedikit yang akhirnya memilih hanya membaca puisi orang lain tanpa pernah mencoba menulis kembali.

9 Cara Memulai Menulis Puisi Meski Sudah Lama Berhenti Menulis

Padahal, berhenti menulis dalam waktu lama bukan berarti kemampuan menulis benar-benar hilang. Kemampuan itu biasanya masih ada, hanya perlu dilatih kembali secara perlahan.

Tips Kembali Aktif Menulis Puisi untuk yang Lama Vakum

Karena itu, jika ingin kembali menulis puisi, langkah pertama yang perlu dilakukan bukan memaksa diri langsung hebat, melainkan belajar nyaman dengan prosesnya lagi. Nah, detail lain terkait cara yang bisa kamu lakukan untuk bisa membangkitkan kembali kemampuan menulis puisimu bisa kamu simak pada uraian di bawah ini, ya. Simak sampai selesai!

1. Jangan Menuntut Diri Langsung Mahir Lagi

Cara mulai menulis puisi kembali yang pertama yaitu jangan menuntut diri sendiri untuk langsung mahir. Sebab, ketika seseorang lama berhenti menulis, wajar jika prosesnya terasa canggung di awal.

Ada saatnya pikiran terasa penuh, tetapi sulit dituangkan menjadi kalimat. Ada juga yang merasa ide cepat hilang sebelum sempat ditulis.

Hal seperti ini sangat normal. Menulis juga membutuhkan kebiasaan dan latihan. Sama seperti seseorang yang lama berhenti berolahraga, tubuhnya membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri kembali.

Karena itu, jangan langsung menekan diri dengan target besar. Tidak perlu memikirkan apakah puisi yang ditulis layak dipublikasikan atau tidak. Fokuslah terlebih dahulu pada keberanian untuk kembali menulis.

2. Mulai dari Hal yang Paling Dekat dengan Diri Sendiri

Banyak orang kesulitan kembali menulis karena terlalu sibuk mencari ide yang besar dan terdengar puitis. Padahal, puisi sering lahir dari hal-hal sederhana yang benar-benar dirasakan.

Rasa lelah, rindu, kehilangan semangat, kesepian, atau bahkan kebingungan untuk memulai lagi bisa menjadi bahan puisi yang kuat. Nah, ketika mencoba menulis kembali, jangan paksa diri membahas tema yang rumit.

Mulailah dari pengalaman yang paling dekat dengan kehidupan sendiri. Misalnya, tuliskan bagaimana rasanya kehilangan kebiasaan menulis.

Tuliskan perasaan saat membaca puisi lama yang pernah dibuat. Tuliskan juga rasa takut ketika ingin mulai lagi. Hal-hal seperti ini justru sering menghasilkan tulisan yang lebih jujur dan emosional.

3. Tidak Perlu Langsung Menulis Puisi Panjang

Cara memulai menulis puisi berikutnya yaitu kamu tidak perlu menulis puisi yang panjang. Hal ini hanya akan membebanimu.

Padahal, memulai dari tulisan pendek justru jauh lebih baik. Beberapa baris sederhana sudah cukup untuk membantu membangun kembali kebiasaan menulis.

Tidak masalah jika hari ini hanya berhasil menulis dua atau tiga kalimat. Yang paling penting adalah melatih diri agar kembali akrab dengan kata-kata.

Seiring waktu, kemampuan menyusun puisi akan berkembang dengan sendirinya. Ide juga biasanya mulai mengalir lebih lancar ketika seseorang sudah terbiasa menulis lagi.

4. Berhenti Membandingkan Diri dengan Penulis Lain

Salah satu alasan banyak orang kehilangan semangat menulis adalah terlalu sering membandingkan dirinya dengan penulis lain. Media sosial membuat kita mudah melihat puisi-puisi yang terlihat indah dan matang. Akibatnya, banyak orang merasa tulisannya tidak cukup bagus.

Padahal, setiap penulis memiliki proses yang berbeda. Puisi yang terlihat bagus di media sosial pun sering melalui banyak revisi sebelum dipublikasikan.

Karena itu, jangan jadikan karya orang lain sebagai alasan untuk berhenti menulis. Gunakan karya mereka sebagai inspirasi, bukan sebagai alat untuk merendahkan diri sendiri. Fokuslah pada perkembangan tulisan sendiri, sekecil apa pun itu.

5. Cobalah Membaca Puisi Lagi Secara Perlahan

Jika merasa benar-benar buntu, salah satu cara terbaik untuk kembali dekat dengan puisi adalah mulai membaca lagi. Tidak perlu langsung membaca buku sastra yang berat.

Mulailah dari puisi yang terasa dekat dan mudah dipahami. Perhatikan bagaimana seorang penulis menyampaikan emosi lewat kata-kata sederhana.

Membaca puisi bisa membantu membangkitkan kembali rasa yang dulu pernah membuat seseorang jatuh cinta pada dunia menulis. Selain itu, membaca juga membantu memperkaya diksi, sudut pandang, dan cara menyusun kalimat. Semakin sering membaca, semakin banyak referensi yang bisa membantu proses menulis.

6. Biasakan Mencatat Ide walaupun Kecil

9 Cara Memulai Menulis Puisi Meski Sudah Lama Berhenti Menulis

Cara memulai menulis puisi berikutnya yaitu biasakan mencatat ide walaupun ide tersebut terlihat kecil. Jangan merasa bahwa dirimu sudah tidak kreatif lagi lho, ya. Jika kamu lebih peka dengan sekitarmu, kamu akan banyak menemukan ide untuk puisimu.

Catatan kecil seperti itu akan sangat membantu ketika ingin mulai menulis lagi. Kamu jadi tidak perlu memulai dari nol karena sudah memiliki banyak bahan yang bisa dikembangkan.

7. Buat Jadwal Menulis yang Realistis

Salah satu penyebab seseorang berhenti menulis lagi setelah mencoba memulai adalah karena membuat target yang terlalu berat. Misalnya, memaksa diri harus menulis setiap hari dalam jumlah banyak. Ketika gagal memenuhi target tersebut, semangat menulis perlahan hilang lagi.

Karena itu, buatlah kebiasaan yang realistis. Tidak perlu langsung menulis berjam-jam.

Menyediakan waktu sepuluh atau lima belas menit untuk menulis sudah cukup baik sebagai awal. Yang paling penting bukan seberapa banyak tulisan yang dihasilkan, melainkan konsistensi untuk terus kembali menulis.

8. Terima Bahwa Tulisan Tidak Harus Sempurna

Cara memulai menulis puisi berikutnya yaitu lapang dada menerima fakta bahwa dirimu sekarang masih belum bisa menghasilkan karya sempurna sesuai ekspektasimu. Perlahan saja, nikmati prosesnya, toh sebenarnya tidak ada karya yang benar-benar sempurna di awal.

Bahkan banyak puisi bagus lahir dari proses revisi yang panjang. Karena itu, jangan terlalu sibuk mengedit setiap kalimat saat baru mulai menulis. Biarkan ide keluar terlebih dahulu. Setelah selesai, tulisan bisa diperbaiki secara perlahan.

Menulis puisi itu bukan tentang langsung menghasilkan karya terbaik. Proses ini lebih banyak tentang memberi ruang bagi pikiran dan perasaan untuk kembali hidup lewat kata-kata.

9. Ingat Bahwa Dirimu Hebat Karena Telah Berani Memulai Kembali

Kembali menulis setelah lama berhenti sebenarnya bukan hal yang mudah. Ada rasa takut, malu, dan ragu yang sering muncul bersamaan.

Namun, keberanian untuk mencoba lagi merupakan langkah besar yang tidak semua orang bisa lakukan. Tidak masalah jika prosesnya berjalan pelan. Tidak masalah juga jika masih sering merasa bingung.

Yang penting adalah tidak lagi mengubur keinginan untuk berkarya hanya karena merasa terlambat memulai kembali. Sebab, banyak karya lahir bukan dari orang yang paling percaya diri, tetapi dari orang yang memilih tetap menulis meski masih dipenuhi keraguan.

Nah, itulah berbagai cara memulai menulis puisi kembali yang bisa kamu lakukan jika telah lama vakum. Cara memulai menulis puisi setelah lama berhenti sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan.

Langkah pertamanya bukan langsung membuat karya yang sempurna, melainkan memberi diri sendiri kesempatan untuk mencoba lagi. Mulailah dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan.

Tulis perasaan yang benar-benar dirasakan, baca puisi secara perlahan, dan biasakan mencatat ide kecil setiap hari. Tidak perlu terburu-buru menjadi hebat. Yang terpenting adalah membangun kembali hubungan dengan dunia menulis yang sempat ditinggalkan.

Dari proses kecil itulah, puisi-puisi baru perlahan akan menemukan jalannya sendiri. Jadi, ayo bangkit, ambil penamu dan lahirkan puisi-puisi terbaikmu!

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn