
Banyak orang memiliki keinginan untuk menulis novel. Mungkin kamu juga termasuk salah satunya. Yang mana mungkin saat ini kamu telah memiliki ide yang menarik.
Selain itu mungkin kamu juga sudah membayangkan karakter-karakternya, atau bahkan sudah memikirkan bagaimana akhir cerita yang ingin ditulis. Namun, ketika tiba saatnya mulai menulis, muncul satu pertanyaan yang sering menghambat langkah pertama yakni harus mulai dari mana?
Daftar isi
ToggleLangkah-langkah Menulis Novel yang Perlu Dipahami oleh Penulis Pemula
Kebingungan ini sangat umum dialami oleh penulis pemula. Tidak ada penulis yang langsung menghasilkan karya sempurna pada percobaan pertama. Mereka memulai dari ide sederhana, belajar selama proses berlangsung, dan terus mengembangkan kemampuannya melalui latihan.
Artikel yang sesuai:
Cara Menulis Buku Novel untuk Pemula
Nah, jika saat ini kamu ingin menulis novel tetapi masih bingung harus memulai dari mana, artikel ini akan membantu kamu memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan. Jadi, simak pembahasannya sampai tuntas, ya!
Mengapa Banyak Orang Ingin Menulis Novel tetapi Tidak Pernah Memulainya?
Sebelum membahas langkah teknis, penting untuk memahami alasan mengapa banyak orang gagal memulai novel mereka. Sebagian besar calon penulis sebenarnya tidak kekurangan ide.
Mereka justru memiliki terlalu banyak ide dan bingung memilih yang mana yang harus dikembangkan. Ada juga yang merasa ide mereka kurang menarik dibandingkan novel-novel yang sudah beredar di pasaran.
Selain itu, banyak orang berpikir bahwa menulis novel adalah pekerjaan yang sangat rumit. Mereka membayangkan harus memahami teori menulis secara mendalam, membuat cerita yang kompleks, dan menghasilkan tulisan yang langsung sempurna sejak halaman pertama.
Cara berpikir seperti ini sering membuat seseorang kehilangan keberanian untuk memulai. Faktanya, menulis novel adalah proses yang dilakukan secara bertahap.
Kamu tidak harus menguasai semuanya sekaligus. Fokuslah pada satu langkah demi satu langkah, dan biarkan kemampuanmu berkembang seiring berjalannya waktu.
Tahapan-tahapan Menulis Novel dari Awal sampai Selesai
Oke, inilah tahapan-tahapan menulis novel yang perlu kamu lalui:
1. Mulai dari menemukan ide yang benar-benar ingin kamu ceritakan
Langkah pertama dalam menulis novel adalah menemukan ide yang ingin kamu kembangkan. Banyak penulis pemula menghabiskan waktu terlalu lama untuk mencari ide yang dianggap unik atau belum pernah digunakan sebelumnya.
Padahal, hampir semua tema besar dalam dunia sastra sebenarnya sudah pernah ditulis. Yang membuat sebuah novel menarik bukan hanya idenya, tetapi bagaimana penulis mengembangkan ide tersebut menjadi cerita yang hidup.
Nah, kamu bisa mencari ide dari berbagai sumber, seperti:
- Pengalaman pribadi.
- Pengalaman orang lain.
- Berita yang menarik perhatianmu.
- Film atau buku yang menginspirasimu.
- Pertanyaan “bagaimana jika”.
- Peristiwa yang pernah kamu saksikan.
Misalnya:
- Bagaimana jika seseorang bisa melihat masa depan tetapi tidak bisa mengubahnya?
- Bagaimana jika seorang mahasiswa tiba-tiba harus menjalani kehidupan ganda?
- Bagaimana jika dua sahabat harus berhadapan sebagai musuh?
Pilih ide yang membuatmu penasaran. Ketika kamu tertarik dengan ceritanya, kamu akan lebih mudah mempertahankan semangat menulis hingga novel selesai.
2. Menentukan genre dan target pembaca sejak awal
Setelah menemukan ide, langkah berikutnya adalah menentukan genre novel. Genre akan membantu kamu memahami arah cerita yang akan dibangun.
Selain itu, genre juga membantu kamu mengenali target pembaca yang ingin dituju. Beberapa genre yang cukup populer antara lain:
- Romansa
- Fantasi
- Misteri
- Horor
- Thriller
- Drama keluarga
- Fiksi ilmiah
- Petualangan
Menentukan genre sejak awal tidak berarti kamu tidak boleh menggabungkan beberapa unsur sekaligus. Banyak novel modern yang mengkombinasikan dua atau lebih genre dalam satu cerita.
Selain genre, pikirkan juga siapa yang akan membaca novelmu. Apakah novel tersebut ditujukan untuk:
- Remaja?
- Mahasiswa?
- Pembaca dewasa?
- Penggemar fantasi?
- Pembaca romansa?
Memahami target pembaca akan membantu kamu menentukan gaya bahasa, konflik, dan pendekatan cerita yang lebih tepat.
3. Mengenal tokoh utama sebelum menulis cerita
Kesalahan yang sering dilakukan penulis pemula adalah terlalu fokus pada alur cerita tetapi kurang mengenal karakter yang akan menjalani cerita tersebut. Padahal, karakter merupakan jantung dari sebuah novel.
Jadi, sebelum mulai menulis, cobalah menjawab beberapa pertanyaan berikut:
- Siapa nama tokoh utamamu?
- Berapa usianya?
- Apa cita-citanya?
- Apa ketakutan terbesarnya?
- Apa kelemahannya?
- Apa masalah yang sedang dihadapinya?
Kamu tidak harus menuliskan seluruh detail ini ke dalam novel. Namun, memahami karakter akan membantumu menentukan bagaimana mereka berpikir, berbicara, dan mengambil keputusan.
4. Menentukan konflik yang akan menggerakkan cerita

Setelah memiliki karakter utama, saatnya menentukan konflik. Konflik adalah masalah yang harus dihadapi oleh tokoh utama.
Tanpa konflik, cerita akan terasa datar dan kurang menarik untuk diikuti. Konflik bisa berasal dari berbagai sumber, seperti:
Konflik internal
Tokoh berjuang melawan dirinya sendiri, contohnya:
- Rasa takut.
- Trauma masa lalu.
- Kurangnya kepercayaan diri.
Konflik eksternal
Tokoh berhadapan dengan pihak lain atau situasi tertentu, contohnya:
- Persaingan.
- Permusuhan.
- Tekanan keluarga.
- Bencana alam.
5. Membuat gambaran alur sederhana agar tidak kehilangan arah
Langkah-langkah menulis novel berikutnya yaitu membuat outline. Banyak calon penulis merasa harus membuat outline yang sangat rinci sebelum mulai menulis. Padahal, kamu bisa memulai dengan kerangka sederhana.
Cobalah membagi cerita menjadi tiga bagian utama yakni:
Awal cerita
Bagian ini memperkenalkan tokoh utama, kehidupan mereka, dan masalah yang mulai muncul.
Tengah cerita
Tokoh menghadapi berbagai tantangan yang semakin sulit dan memaksa mereka berkembang.
Akhir cerita
Konflik mencapai puncaknya dan akhirnya menemukan penyelesaian.
Kerangka sederhana di atas sudah cukup untuk membantu kamu menjaga arah cerita selama proses penulisan berlangsung.
6. Menyiapkan rutinitas menulis yang realistis
Banyak orang mengira mereka harus memiliki waktu luang berjam-jam setiap hari untuk menulis novel. Padahal, yang lebih penting adalah konsistensi.
Maka dari itu, cobalah menetapkan target yang realistis sesuai dengan aktivitasmu, misalnya:
- Menulis 300 kata per hari.
- Menulis selama 30 menit setiap malam.
- Menyelesaikan satu bab setiap minggu.
Target yang kecil tetapi konsisten biasanya lebih efektif dibandingkan target besar yang sulit dipertahankan. Jika kamu menulis 500 kata per hari, dalam waktu beberapa bulan saja kamu sudah memiliki draft novel yang cukup panjang.
7. Menulis draft pertama tanpa takut salah
Langkah-langkah menulis novel berikutnya yaitu jangan takut salah ketika menulis draft pertama. Takut salah ini justru adalah hambatan yang nyata yang justru tidak membuatmu berani melangkah.
Perasaan takut salah hanya akan membuatmu ingin terus mengedit satu paragraf yang sama berulang kali dan tidak pernah melanjutkan cerita. Jadi di tahap ini fokuslah pada menyelesaikan cerita.
Jika menemukan bagian yang kurang bagus, tandai saja dan lanjutkan menulis. Kamu bisa memperbaikinya nanti saat proses revisi. Ingat, draft pertama memang dibuat untuk disempurnakan.
8. Langkah-langkah menulis novel berikutnya setelah draft novel selesai
Menyelesaikan draft pertama bukan akhir perjalanan. Setelah novel selesai, kamu perlu melakukan beberapa tahapan berikut:
- Membaca ulang naskah secara menyeluruh.
- Melakukan revisi alur dan karakter.
- Memperbaiki kesalahan tata bahasa.
- Meminta masukan dari pembaca lain.
- Melakukan editing akhir.
Setelah itu, kamu bisa mulai mempersiapkan proses penerbitan, baik melalui penerbit mayor maupun penerbit independen. Oh, iya jika kamu ingin menerbitkan buku di penerbit mayor tidak ada salahnya untuk menyempurnakan naskahmu dengan menggunakan layanan jasa editing.
Namun, jika kamu memilih untuk menerbitkan buku di penerbit indie, kamu tidak perlu menggunakan layanan editing naskah. Sebab, jasa penerbitan buku di penerbit indie biasanya menyediakan layanan perbaikan naskah.
Lain halnya jika di penerbit mayor, naskahmu justru dicek dulu jika kurang bagus maka tidak lolos seleksi. Proses menunggunya pun biasanya lama, bisa 3-6 bulan.
Nah, itulah langkah-langkah menulis novel untuk pemula. Semoga penjabaran di atas bisa membantu prosesmu menulis novel, ya. Tetap semangat!





