Cara Memahami Isi Puisi dengan Mudah, Yuk Ikuti!

Cara Memahami Isi Puisi dengan Mudah, Yuk Ikuti!

Puisi merupakan karya sastra yang indah, mengandung makna mendalam, dan sering kali menjadi bentuk penyaluran perasaan dari penciptanya melalui rangkaian diksi yang menggugah emosi.

Meski begitu, tidak semua pembaca dapat memahami makna sebenarnya yang berusaha penyair sampaikan. Terlebih lagi, kadang kala penyair juga menggunakan kiasan atau simbol tertentu yang membuat puisi menjadi semakin sulit dipahami.

Cara Memahami Isi Puisi dengan Mudah, Yuk Ikuti!

Untuk itulah, artikel ini akan membantumu mengetahui cara memahami isi puisi dengan mudah dan cepat. Dengan begitu, kamu bisa menikmati puisi dan memahami makna yang tersirat di dalamnya. Yuk, langsung saja simak langkah-langkahnya berikut ini!

1. Memperhatikan Judul Puisi

Untuk memahami isi puisi, cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan memperhatikan judul puisi. Judul puisi dapat dikatakan sebagai cap atau identitas sebuah puisi.

Pemilihan kata untuk membuat judul puisi sering kali merupakan representasi dari tema puisi dan mampu menggambarkan isi sebuah puisi secara garis besar.

Tema puisi yang paling umum digunakan antara lain percintaan, rindu, persahabatan, keluarga, alam, perjuangan, dan lain sebagainya.

Dengan mengetahui tema puisi, kamu bisa memiliki gambaran tentang apa amanat yang ingin penyair sampaikan serta menggali makna puisi lebih dalam.

Nah, agar tema puisi dapat diketahui melalui judul, maka kamu harus menemukan makna lugas dari kata atau frasa yang digunakan di dalam judul puisi. Cari makna bakunya terlebih dahulu melalui kamus, baru kemudian mencari makna tambahannya.

2. Membaca Puisi Berulang Kali

Cara memahami isi puisi berikutnya adalah membaca puisi berulang kali. Jadi untuk menyelami makna puisi yang sesungguhnya, sebuah puisi tidak bisa hanya kita baca satu kali saja.

Hal ini dikarenakan di dalam puisi sering kali memuat kata atau frasa yang tidak umum digunakan sehingga masih perlu dicari artinya agar dapat dipahami. Dengan membacanya berulang kali memungkinkanmu untuk menangkap makna puisi secara lebih tepat dan mendalam.

Selain itu, jangan lupa bacalah puisi secara perlahan. Jangan terburu-buru menyimpulkan makna puisi jika belum benar-benar paham arti dari setiap diksi yang digunakan di dalam puisi.

3. Memahami Kata Kunci

Dalam membuat sebuah puisi, penyair biasanya sering mengulang kata-kata tertentu yang dapat menunjukkan makna puisi. Kata tersebut dinamakan sebagai kata kunci.

Sebagai contoh, kata-kata yang menunjukkan waktu dan tempat, istilah asing, atau kata-kata lainnya yang sering disebutkan di dalam puisi, serta diberikan perhatian khusus dengan dicetak miring, digarisbawahi, dicetak tebal, dan sebagainya.

4. Catat Diksi yang Asing

Cara Memahami Isi Puisi dengan Mudah, Yuk Ikuti!

Banyak puisi menggunakan diksi atau kosakata lama yang indah namun tidak bisa dimengerti artinya oleh pembaca karena jarang digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Padahal, memahami arti setiap kosakata di dalam puisi ini penting untuk memberikan gambaran makna puisi secara keseluruhan.

Oleh karenanya, catatlah jika kamu menemukan kata-kata yang asing atau tidak kamu pahami artinya. Setelah itu, cari tahu arti atau maknanya melalui kamus maupun internet. Dengan memahami arti setiap kata yang digunakan, kamu akan lebih mudah dalam meresapi makna puisi.

5. Memperhatikan Gaya Bahasa

Cara memahami isi puisi berikutnya adalah dengan memperhatikan gaya bahasa atau majas yang digunakan di dalam puisi. Untuk memperindah puisi dan memperkuat pesan yang disampaikan, penyair sering kali menggunakan berbagai gaya bahasa seperti simile, metafora, personifikasi, litotes, ironi, hiperbola, metonimia, dan lain-lain. Berikut penjelasannya:

  • Simile: Majas yang membandingkan dua hal yang berbeda dengan menggunakan kata bagaikan, laksana atau seperti.
  • Personifikasi: Majas yang memberikan sifat manusia kepada benda mati sehingga seolah-olah benda tersebut hidup.
  • Metafora: Majas yang tidak menggunakan kata pembanding untuk menggantikan satu konsep dengan konsep yang lain.
  • Hiperbola: Majas yang digunakan untuk memberikan penekanan secara berlebihan pada ide atau deskripsi tertentu.
  • Ironi: Majas yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang maknanya berkebalikan. Majas ini biasa digunakan untuk menyindir.
  • Metonimia: Majas yang menyatakan suatu hal menggunakan istilah lain yang berkaitan erat dan bersifat lebih umum agar mudah dimengerti.
  • Elipsis: Majas yang menghilangkan unsur-unsur tertentu yang seharusnya disertakan dalam suatu ungkapan atau kalimat.
  • Sinestesia: Majas yang menggabungkan dua indra atau lebih dalam satu ungkapan.
  • Asosiasi: Majas yang menghubungkan ide atau konsep berbeda berdasarkan adanya kesamaan pikiran atau perasaan.

Dengan mengetahui gaya bahasa yang digunakan, pembaca bisa terbantu dalam memahami makna puisi secara lebih mendalam. Konsep yang kompleks di dalam puisi pun bisa menjadi lebih sederhana sehingga mempermudah pemahaman pembaca.

Misalnya saja, penyair menggunakan gaya bahasa personifikasi yang berarti gaya bahasa yang menggambarkan benda mati atau objek tertentu seolah-olah memiliki sifat seperti manusia. Agar lebih paham, kamu bisa simak contoh berikut:

Mentari pagi memancarkan senyumnya yang begitu menghangatkan

Berdasarkan contoh di atas, penyair menggambar mentari (benda mati) seolah-olah memiliki sifat seperti manusia yang bisa tersenyum, sehingga termasuk ke dalam majas personifikasi.

Selain itu, di dalam contoh tersebut juga mengandung majas sinestesia karena dapat dirasakan oleh dua indra, yaitu indra penglihatan (mata untuk melihat mentari) dan indra perasa (kulit yang merasakan kehangatan mentari pagi).

Dari majas yang digunakan tersebut, kamu bisa memiliki gambaran tentang tema puisi, menjelajahi amanat atau pesan puisi, hingga akhirnya menemukan makna tersurat maupun tersirat di dalam puisi.

6. Mengidentifikasi Struktur Puisi

Agar bisa memahami isi puisi, struktur puisi seperti jumlah bait, baris, dan pola rima juga penting untuk kamu perhatikan. Hal ini dikarenakan struktur puisi sering kali memberikan gambaran terkait bagaimana puisi harus dibaca dan ditafsirkan maknanya.

Sebagai contoh, puisi dengan struktur atau pola rima yang teratur bisa menggambarkan kesan formal. Sementara puisi yang memiliki struktur bebas atau tidak terikat aturan tertentu terkesan lebih dinamis dan ekspresif.

7. Resapi Suasana dalam Puisi

Suasana merupakan perasaan yang diciptakan oleh penyair di dalam puisinya. Jadi ketika puisi dibaca, puisi tersebut mampu menciptakan suasana tertentu entah sedih, bahagia, haru, kecewa, marah, rindu, tenang, dan lain sebagainya.

Menciptakan suasana puisi bertujuan agar pembaca bisa ikut merasakan emosi atau isi hati penyair. Selain itu, mengetahui suasana puisi juga memungkinkan pembaca mampu memahami isi dan tujuan puisi.

Nah, demikian tujuh cara memahami isi puisi yang bisa kamu coba. Memahami isi puisi sebenarnya bukan hal yang sulit. Dengan memperhatikan judul puisi, membaca puisi berulang kali, memahami makna kata kunci, mencatat diksi yang tidak dimengerti, hingga meresapi suasana puisi, kamu bisa lebih mudah dalam menemukan makna puisi.

Setiap puisi pada dasarnya memberikan ruang bagi setiap pembaca untuk menafsirkan maknanya. Masing-masing pembaca juga bisa jadi memiliki sudut pandang atau penafsiran yang berbeda-beda. Perbedaan penafsiran ini tidak menjadi masalah selagi masih sesuai dengan konteks puisi.

Nah, dengan mengetahui cara memahami isi puisi dalam artikel ini, semoga kamu bisa memaknai puisi sesuai dengan konteksnya, ya. Selamat mencoba dan semoga berhasil!

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn