Perbedaan ISBN dan E-ISBN yang Perlu Penulis Pahami

Perbedaan ISBN dan E-ISBN yang Perlu Penulis Pahami

Tahukah kamu bahwa seperti halnya kita yang sudah berusia 17 tahun ke atas, setiap buku yang diterbitkan juga memiliki tanda pengenal identitas, lho. Kalau manusia disebut KTP, maka untuk buku disebut ISBN atau E-ISBN.

Nah, ISBN dan E-ISBN ini berbeda, ya. Perbedaan ISBN dan E-ISBN terletak pada aspek format publikasi, proses distribusi, proses pembaruan, proses pengajuan, letak penempatan, dan fokus pembacanya.

Perbedaan ISBN dan E-ISBN yang Perlu Penulis Pahami

Bagi kamu yang sedang mempersiapkan penerbitan bukumu, maka perlu menyimak artikel kali ini yang akan fokus mengupas tuntas perbedaan ISBN dan E-ISBN. Setelah membaca artikel ini, harapannya kamu jadi lebih paham dan tidak salah langkah dalam proses penerbitan bukumu. Pertama-tama, yuk simak lebih dulu apa itu ISBN dan E-ISBN!

Apa Itu ISBN?

Melansir laman perpusnas.go.id, ISBN (International Standard Book Number) adalah kode pengidentifikasian buku yang bersifat unik. ISBN terdiri dari 13 digit angka yang memuat informasi terkait judul, penerbit, dan kelompok penerbit. Karena sifatnya yang unik, maka satu kode ISBN hanya berlaku untuk satu judul buku.

Di Indonesia, satu-satunya lembaga yang memiliki wewenang mengeluarkan ISBN ialah Perpusnas (Perpustakaan Nasional) RI. Perpusnas berperan memberikan bimbingan, informasi, dan penerapan ISBN.

Sejak terjadi krisis ISBN pada 2020, pengajuan ISBN kini terbatas pada jenis buku tertentu. Hal ini juga mengacu pada Peraturan Perpusnas RI No. 11 Tahun 2025 Pasal 2 yang menyebut bahwa buku yang dapat memperoleh ISBN adalah buku yang disebarluaskan dan dapat diakses secara umum (bukan terbitan untuk kelompok tertentu saja).

Jenis Terbitan Buku yang Bisa Memperoleh ISBN

Sesuai yang dicantumkan di laman Perpusnas, berikut daftar buku yang bisa memperoleh ISBN:

  • Terbitan perguruan tinggi: Buku ajar, monograf, referensi, bunga rampai, orasi ilmiah/pengukuhan guru besar yang disebarluaskan, prosiding seminar nasional/internasional yang tidak terbit berkala.
  • Terbitan Kementerian/Lembaga/Instansi: Laporan lembaga yang harus diketahui masyarakat luas, bunga rampai dan laporan hasil penelitian dalam format umum, serta prosiding seminar nasional/internasional yang tidak terbit berkala.
  • Terbitan swasta: Semua terbitan buku yang memenuhi syarat dan kriteria, laporan perusahaan, novel, antologi (cerpen, puisi, dan karya sastra lainnya), buku biografi, buku pengembangan diri, komik, buku cergam dan ilustrasi, buku anak-anak yang diterbitkan untuk dijual dan disebarluaskan secara umum.

Apa Itu E-ISBN?

Sebelum beranjak membahas perbedaan ISBN dan E-ISBN, kamu juga perlu memahami terlebih dahulu apa itu E-ISBN. E-ISBN (Electronic International Standard Book Number) adalah kode unik untuk mengidentifikasi buku yang tersaji dalam format digital atau elektronik.

Secara umum, fungsi E-ISBN ini sama dengan ISBN. Hanya saja, E-ISBN diperuntukkan bagi buku digital agar lebih mudah dicari dan diarsipkan. Selain itu, adanya E-ISBN juga membantu penulis dan penerbit dalam mengatur distribusi dan hak cipta buku digital.

Apa Bedanya ISBN dan E-ISBN?

Nah, setelah memiliki gambaran jelas terkait apa itu ISBN dan E-ISBN, berikut sudah kami rangkum perbedaan ISBN dan E-ISBN dalam format tabel untuk mempermudah pemahamanmu:

AspekISBNE-ISBN
Format publikasiDiperuntukkan bagi buku dalam format fisik/cetak.Untuk buku dalam format elektronik/digital (PDF, ePub, MObi, dll) tergantung kebijakan masing-masing platform.
Proses pengajuanMelampirkan dokumen fisik seperti halaman judul, daftar isi, dan desain cover buku.Melampirkan file digital seperti halaman judul, daftar isi, dan mengisi formulir metadata buku, serta link publikasi digital.
Proses pembaruanPerlu dilakukan pembaruan ISBN jika terdapat perubahan judul, format, pergantian penerbit, buku diterjemahkan ke bahasa lain, dan perubahan pada buku dalam skala besar lainnya.Sama halnya seperti ISBN. Perlu pembaruan jika ada perubahan dalam skala besar. Jika perubahan kecil seperti cetak ulang tanpa revisi, perubahan harga buku dan metode pemasaran, atau perbaikan dalam skala kecil lainnya, maka tidak perlu ada pembaruan ISBN maupun E-ISBN.
Proses distribusiMelalui perpustakaan dan toko buku fisik.Melalui platform daring seperti Gramedia Digital, Amazon Kindle, Google Play Book, dan Apple Books.
Letak penempatan di dalam bukuPojok kanan bawah cover belakang buku berupa barcode dan angka.Bersama dengan hak cipta di halaman awal file buku.
Fokus target pembacaPembaca lokal/konvensional, kolektor buku.Pembaca nasional maupun internasional, generasi digital.

Bagaimana Jika Buku Diterbitkan dalam Format Fisik dan Digital Sekaligus?

Perbedaan ISBN dan E-ISBN yang Perlu Penulis Pahami

Jika buku diterbitkan dalam dua format yakni cetak dan digital, maka buku tetap perlu memiliki identitas berupa ISBN dan E-ISBN sekaligus meskipun judul, penulis, dan penerbitnya sama. Hal ini menunjukkan bahwa ISBN dan E-ISBN memiliki fungsi dan tujuannya masing-masing untuk mendukung efektivitas pemasaran buku yang diterbitkan.

Mengapa Penulis Harus Paham Perbedaan ISBN dan E-ISBN?

Sebagai penulis, memahami perbedaan ISBN dan E-ISBN ini penting sebagai langkah patuh terhadap kebijakan terbaru dari Perpusnas terkait pembatasan kuota perolehan ISBN. Satu buku yang terbit dalam format cetak dan digital wajib memiliki nomor identifikasi yang berbeda (ISBN dan E-ISBN).

Selain itu, penggunaan E-ISBN untuk buku digital juga penting untuk memastikan ebook mematuhi standar yang berlaku pada platform, misalnya Google Play Book. Jika ebook menggunakan ISBN, maka berpotensi diturunkan atau di-takedown dari platform karena dianggap melanggar aturan.

Kapan Sebaiknya Perlu Mengajukan ISBN atau E-ISBN?

Apakah target penerbitan bukumu ingin bisa masuk ke jaringan toko buku fisik nasional dan perpustakaan? Jika iya, maka tentu saja kamu perlu menerbitkan buku fisik dan mengajukan ISBN-nya dengan ketentuan jenis buku yang kamu terbitkan memang bisa memperoleh ISBN. Selain itu, kamu juga perlu memilih ISBN jika target pembaca bukumu adalah pembaca lokal di komunitas, sekolah, atau kampus.

Sementara itu, kamu perlu mengajukan E-ISBN jika bukumu terbit dalam format digital. Buku digital cocok bagi kamu yang ingin mendapatkan pembaca dari seluruh Indonesia, bahkan luar negeri tanpa perlu memikirkan biaya pengiriman. Ini bisa menjadi langkah terbaik bagi penulis indie yang memiliki keterbatasan anggaran.

Kamu juga bisa mengajukan ISBN dan E-ISBN sekaligus jika memang ingin bukumu terbit dalam format fisik dan digital serta memperluas jangkauan pasar. Oleh karenanya, kamu juga perlu memiliki anggaran yang cukup jika mengkombinasikan kedua format tersebut.

FAQ Seputar Perbedaan ISBN dan E-ISBN

Berikut pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul seputar perbedaan ISBN dan E-ISBN yang perlu penulis ketahui:

1. Apakah satu buku bisa mendapatkan ISBN dan E-ISBN sekaligus?

Ya, bisa. Jika buku tersebut diterbitkan dalam format cetak dan digital, maka buku tersebut memang wajib memiliki ISBN dan E-ISBN sesuai ketentuan Perpusnas.

2. Apakah buku yang diterbitkan secara self publishing bisa mendapatkan ISBN?

Ya, bisa. Penulis bisa bekerja sama dengan penerbit anggota IKAPI untuk membantu proses pengajuan ISBN bukunya ke Perpusnas.

3. Berapa biaya mengajukan ISBN dan E-ISBN ke Perpusnas?

Pada umumnya, pengajuan ISBN dan E-ISBN tidak dipungut biaya dari Perpusnas. Namun, jika meminta bantuan jasa pengurusan ISBN dari penerbit, maka ada biaya yang besarnya variatif tergantung masing-masing penerbit.

4. Bagaimana cara mengecek keaslian nomor ISBN dan E-ISBN?

Kamu bisa mengunjungi laman isbn.perpusnas.go.id untuk mengecek keaslian ISBN dan E-ISBN bukumu.

Demikian tadi perbedaan ISBN dan E-ISBN yang perlu dipahami penulis. Meski sama-sama dikeluarkan oleh Perpusnas dan digunakan sebagai alat identifikasi buku resmi, ISBN dan E-ISBN memiliki perbedaan dari segi format publikasi, proses pembaruan, proses distribusi, proses pengajuan, fokus pembaca, hingga letak penempatannya di dalam buku.

Setelah memahami informasi ini, semoga kamu tidak bingung lagi ya memilih mana paling tepat untuk bukumu, ISBN ataukah E-ISBN. Jadi, ingin bukumu terbit dalam format apa? Fisik atau digital? Yuk, jawab disertai alasannya di kolom komentar!

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn