
Dalam berkomunikasi sehari-hari, kamu pasti pernah kan mendengar atau bahkan menggunakan pemendekan kata seperti otw, gaptek, puskesmas, posyandu, LPK, atau kata lainnya yang dipendekkan? Pemendekan kata ini disebut dengan singkatan dan akronim.
Tidak sedikit yang masih kebingungan memahami perbedaan singkatan dan akronim. Namun, jika kita perhatikan lagi, singkatan dan akronim memiliki perbedaan signifikan dari segi pelafalan atau pengucapannya, cara penggunaan, cara pembentukan, kombinasi huruf, dan penulisan huruf kapital.
Daftar isi
TogglePerbedaan Singkatan dan Akronim Lengkap dengan Contoh
Nah, untuk itu artikel kali ini akan membahas lebih dalam seputar pengertian, perbedaan, serta contoh singkatan dan akronim. Bagi kamu yang ingin menambah wawasan kebahasaan supaya tidak tertukar lagi dalam memahami singkatan dan akronim, yuk langsung saja simak informasi berikut!
Artikel yang sesuai:
Apa Itu Singkatan?
Singkatan adalah satu kata atau lebih yang merupakan bentuk pemendekan kata atau kelompok kata (frasa) tanpa mengubah artinya. Biasanya, singkatan dari kata atau frasa diambil dari huruf atau gabungan huruf. Misalnya, DPR, otw, yth, KPK, dan sebagainya.
Sementara itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), singkatan berarti hasil menyingkat (memendekkan), berupa huruf atau gabungan huruf (misalnya DPR, KKN, yth, hlm, dan sebagainya).
Apa Itu Akronim?
Akronim adalah pemendekan kata yang merupakan hasil dari gabungan huruf awal, suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata sehingga menjadi kata baru yang bisa dibaca utuh (normal seperti kata biasa). Sebagai contoh, IPTEK (tetap dibaca IPTEK, bukan I-P-T-E-K).
Sementara itu menurut KBBI, akronim berarti kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar. Misalnya, mayjen (mayor jenderal), rudal (peluru kendali), sidak (inspeksi mendadak), sarpras (sarana dan prasarana).
Apa Perbedaan Singkatan dan Akronim?
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa perbedaan singkatan dan akronim dapat dilihat dari segi pelafalan atau pengucapan, cara penggunaan, cara pembentukan, kombinasi huruf, dan penulisan huruf kapitalnya. Berikut tabel penjelasannya lebih lanjut.
| Aspek | Singkatan | Akronim |
|---|---|---|
| Cara pembentukan | Menghilangkan sebagian kata atau frasa yang lebih panjang. Contoh: DPR, dll., dan sebagainya. | Menggabungkan huruf pertama atau suku kata dari beberapa kata yang lebih panjang menjadi satu kata yang dapat dibaca secara normal. Contoh: Undip, Unpad, iptek, gaptek. |
| Cara pelafalan/pengucapan | terpisah, contoh: otw (dibaca terpisah menjadi O-T-W), jl. (J-L), dr. (D-R) | Gabung atau dibaca seperti biasa. Contoh: busui (dibaca tetap busui, bukan B-U-S-U-I), Ikapi (tetap dibaca Ikapi, bukan I-K-A-P-I), dan Kemenkes. Akronim nama lembaga/organisasi yang diambil dari huruf pertama ditulis huruf kapital semuanya. Misalnya, SIM, LIPI, HAKI. |
| Cara penggunaan | Situasi santai atau nonformal dan percakapan sehari-hari. | Situasi formal dan teknis, termasuk untuk nama organisasi atau lembaga, serta istilah yang butuh pengucapan lebih cepat dan efisien. |
| Kombinasi huruf | Biasanya mengambil huruf pertama setiap kata | Huruf atau suku kata pertama, atau gabungan keduanya |
| Penulisan huruf kapital | Menggunakan huruf kapital semua, kecuali gelar/istilah umum (dr., jl.) | Tergantung jenis akronimnya (ada yang menggunakan huruf kapital penuh, ada yang di awal saja, dan ada yang menggunakan huruf kecil semua) |
Bagaimana Cara Mudah Membedakan Singkatan dan Akronim?

Nah, setelah paham perbedaan singkatan dan akronim, berikutnya bagaimana cara membedakan singkatan dan akronim dengan mudah? Untuk itu, kamu bisa ikuti dua langkah berikut:
1. Coba lafalkan kata yang dimaksud
Jika sebuah kata terasa seperti dieja saat dibaca, maka besar kemungkinan kata tersebut merupakan singkatan. Sementara jika saat dibaca terasa normal seperti kata pada umumnya, maka disebut akronim.
2. Perhatikan tanda baca dan struktur huruf
Agar mudah memahami apakah suatu kata termasuk singkatan atau akronim, kamu juga bisa memperhatikan tanda baca dan struktur hurufnya. Misalnya, kata pemilu, TKI, dan jl..
- Pemilu merupakan akronim dari pemilihan umum (ditulis dengan huruf kecil semuanya karena merupakan istilah umum).
- TKI merupakan singkatan dari Tenaga Kerja Indonesia sehingga ditulis huruf kapital semuanya dan dibaca dengan dieja menjadi T-K-I.
- jl. merupakan singkatan dari jalan yang merupakan istilah umum sehingga tidak ditulis dengan huruf kapital.
Bagaimana Contoh Penulisan Singkatan dan Akronim?
Berikut aturan dan contoh penulisan singkatan dan akronim sesuai yang tercantum dalam EYD V:
Aturan penulisan singkatan
Aturan penulisan singkatan menurut EYD V, antara lain:
1. Singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti tanda titik pada setiap unsur singkatan tersebut. Contohnya seperti berikut:
- H. Hamid: Haji Hamid
- M. Hum: magister humaniora
- W.R. Supratman: Wage Rudolf Supratman
- S.K.M: Sarjana Kesehatan Masyarakat
- Sdr.: saudara
- Dan lain sebagainya
2. Singkatan yang terdiri atas huruf awal setiap kata nama lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, lembaga pendidikan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik. Misalnya:
- UI: Universitas Indonesia
- PBB: Perserikatan Bangsa-Bangsa
- UUD: Undang Undang Dasar
- PGRI: Persatuan Guru Republik Indonesia
- NKRI: Negara Kesatuan Republik Indonesia
3. Singkatan yang terdiri atas huruf awal setiap kata yang bukan nama diri ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik. Misalnya:
- SD: sekolah dasar
- SMP: sekolah menengah pertama
- NIP: nomor induk pegawai
- PT: perseroan terbatas
- KTP: kartu tanda penduduk
4. Singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti dengan tanda titik. Contohnya:
- hlm.: halaman
- dll.: dan lain-lain
- dst.: dan seterusnya
- yth.: yang terhormat
- ttd.: tertanda
5. Singkatan yang terdiri atas dua huruf yang lazim dipakai dalam surat menyurat masing-masing diikuti tanda titik. Misalnya:
- a.n. : atas nama
- u.b. : untuk beliau
- s.d. : sampai dengan
6. Singkatan lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik. Sebagai contoh:
- Cu : kuprum
- kg : kilogram
- Rp : rupiah
- l : liter
Aturan penulisan akronim
Menurut EYD V, berikut aturan penulisan akronim yang tepat:
1. Akronim nama diri yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik, misalnya:
- BIG: Badan Informasi Geospasial
- BIN: Badan Intelijen Negara
- PASI: Persatuan Atletik Seluruh Indonesia
2. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital, misalnya:
- Bulog: Badan Urusan Logistik
- Kalteng: Kalimantan Tengah
- Suramadu: Surabaya-Madura
3. Akronim bukan nama diri yang berupa gabungan huruf awal dan suku kata atau gabungan suku kata ditulis dengan huruf kecil, misalnya:
- pemilu: pemilihan umum
- tilang: bukti pelanggaran
- puskesmas: pusat kesehatan masyarakat
- rapim: rapat pimpinan
FAQ Seputar Perbedaan Singkatan dan Akronim
Inilah daftar pertanyaan yang sering diajukan terkait perbedaan singkatan dan akronim beserta jawabannya:
1. Apakah LIPI termasuk singkatan atau akronim?
LIPI termasuk akronim dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia karena bisa dibaca normal seperti kata biasa atau tidak dieja.
2. Kenapa kata “Bulog” tidak ditulis menggunakan huruf kapital semuanya?
Sebab berdasarkan EYD V, kata “Bulog” merupakan akronim yang berasal dari gabungan suku kata dari deret kata sehingga ditulis kapital pada huruf pertamanya saja.
3. Apakah singkatan yth. wajib menggunakan titik di akhir?
Ya, wajib karena yth. termasuk singkatan umum yang terdiri dari tiga kata sehingga perlu diakhiri tanda titik sesuai ketentuan dalam EYD V.
Nah, demikian penjelasan seputar perbedaan singkatan dan akronim lengkap dengan aturan dan contoh penulisannya sesuai EYD V. Memahami kedua istilah ini penting agar kamu bisa menulis lebih rapi dan sesuai kaidah kebahasaan. Selain itu, menggunakan singkatan dan akronim juga bisa membuat tulisan kamu lebih efisien dan mudah diingat pembaca.





