
Menulis novel tidak berhenti ketika kamu berhasil menyelesaikan draft. Setelah seluruh cerita tertulis, kamu masih perlu memeriksa apakah alur, karakter, konflik, dan berbagai detail di dalamnya sudah berjalan secara konsisten. Pada tahap inilah kamu dapat mulai mencari kemungkinan plot hole dalam naskah novel.
Namun, menemukan plot hole tidak selalu mudah bagi penulis. Salah satu penyebabnya adalah karena kamu sudah terlalu dekat dengan cerita yang dibuat. Kamu mengetahui latar belakang karakter, memahami alasan setiap kejadian, bahkan mungkin sudah membayangkan cerita tersebut selama berbulan-bulan. Kedekatan ini terkadang membuat bagian yang janggal terlihat normal.
Daftar isi
Toggle10+ Tips Menemukan Plot Hole di Naskah Novel yang Sedang Kita Tulis
Nah, bagaimana agar hal tersebut tidak terjadi, dan bagaimana cara menemukan plot hole di cerita novel yang sedang kita tulis? Pembahasan secara mendalam bisa kamu lihat pada uarain di bawah ini:
Artikel yang sesuai:
Apa Itu Plot Hole dalam Novel?
Sebelum membahas berbagai tipnya, mati kita mengenal apa itu plot hole. Plot hole adalah celah atau ketidakkonsistenan dalam alur cerita yang membuat suatu kejadian sulit dijelaskan berdasarkan informasi yang sudah diberikan dalam novel.
Plot hole tidak selalu berupa kesalahan besar. Terkadang, masalahnya justru muncul dari detail kecil yang mungkin tidak sengaja kita lewatkan.
Misalnya, kamu menulis bahwa tokoh utama tidak bisa berenang. Beberapa bab kemudian, tokoh tersebut tiba-tiba menyelamatkan seseorang dengan berenang ke tengah sungai tanpa penjelasan mengenai perubahan kemampuan tersebut.
Contoh lainnya berkaitan dengan waktu. Pada satu bab, perjalanan menuju sebuah kota membutuhkan waktu dua hari. Namun, pada bab berikutnya, karakter dapat kembali ke tempat tersebut hanya dalam beberapa jam tanpa penjelasan yang mendukung.
Kondisi seperti itu dapat membuat pembaca mempertanyakan logika cerita. Karena itu, penulis perlu memeriksa plot hole dalam novel selama proses revisi.
Meski begitu, tidak semua informasi yang belum dijelaskan merupakan plot hole. Penulis dapat sengaja menunda informasi untuk membangun misteri atau kejutan. Jadi, kamu perlu melihat fungsi setiap informasi dalam keseluruhan cerita.
Tips Menemukan Plot Hole di Naskah Novel
Inilah beberapa tips yang bisa kamu gunakan untuk menemukan plot hole di naskah novelmu:
1. Endapkan naskah terlebih dahulu
Tips menemukan plot hole di naskah yang pertama yaitu diamkan atau endapkan naskahmu. Jangan langsung melakukan pemeriksaan naskah setelah menyelesaikan draft. Beri jeda beberapa hari sebelum kembali membaca cerita.
Langkah pertama ini penting, sebab, selama proses menulis, kamu masih sangat dekat dengan cerita. Kamu mungkin baru saja menyelesaikan adegan terakhir dan masih mengingat setiap keputusan yang kamu buat. Kondisi tersebut dapat membuatmu sulit melihat kejanggalan secara objektif.
Nah, dengan memberi waktu, kamu dapat mengurangi keterikatan tersebut. Ketika kembali membuka naskah setelah beberapa hari, kamu bisa membaca cerita dengan pikiran yang lebih segar.
Oh, iya, jeda ini tidak harus memiliki durasi yang sama bagi setiap penulis. Beberapa hari sudah dapat membantu, terutama jika kamu menggunakan waktu tersebut untuk mengerjakan aktivitas lain dan tidak terus-menerus memikirkan naskah.
2. Baca ulang dari sudut pandang pembaca
Tips menemukan plot hole di naskah berikutnya yaitu bacalah naskah tersebut menggunakan sudut pandang pembaca bukan pemilik naskah. Anggaplah kamu belum mengetahui ceritanya. Lalu ketika membaca sebagai seorang pembaca, tanyakan beberapa hal ini:
- Apakah alasan karakter melakukan tindakan tertentu sudah jelas?
- Apakah urutan kejadian mudah dipahami?
- Apakah ada informasi yang tiba-tiba muncul?
- Apakah ada kejadian yang terasa tidak masuk akal?
- Apakah pembaca memiliki informasi yang cukup untuk memahami konflik?
3. Periksa hubungan sebab dan akibat
Setiap kejadian penting dalam cerita sebaiknya memiliki hubungan dengan kejadian lainnya. Hubungan tersebut tidak selalu harus langsung, tetapi pembaca perlu memahami alasan sebuah peristiwa terjadi.
Misalnya, karakter memutuskan meninggalkan rumah karena mengetahui sebuah rahasia. Keputusan tersebut kemudian membawa karakter ke tempat baru dan mempertemukannya dengan tokoh yang berkaitan dengan rahasia tersebut.
Dalam contoh itu, setiap peristiwa memiliki hubungan. Sekarang coba lakukan hal yang sama pada naskahmu. Ambil kejadian penting, lalu tanyakan:
“Mengapa hal ini terjadi?”
Jika kamu menemukan jawabannya, lanjutkan dengan pertanyaan berikutnya:
“Lalu, apa akibat dari kejadian tersebut?”
4. Buat timeline cerita
Tips menemukan plot hole di naskah berikutnya yaitu buatlah timeline cerita. Catat kapan setiap kejadian penting berlangsung. Kamu dapat menggunakan hari, minggu, bulan, atau tahun sesuai kebutuhan cerita, contohnya:
| Waktu | Kejadian |
|---|---|
| Senin | Tokoh utama menerima surat |
| Selasa | Tokoh utama pergi ke kota lain |
| Rabu | Bertemu karakter baru |
| Kamis | Konflik mulai berkembang |
| Jumat | Tokoh utama kembali ke rumah |
Nah, setelah membuat timeline, cocokkan dengan isi setiap bab. Periksa juga durasi perjalanan, usia karakter, jarak antarperistiwa, dan perubahan waktu. Cara ini sangat membantu jika novel menggunakan alur maju-mundur atau memiliki banyak kejadian yang berlangsung dalam waktu berbeda.
5. Periksa konsistensi karakter
Karakter juga dapat menjadi sumber plot hole, lho. Misalnya, sejak awal kamu menggambarkan seorang tokoh sebagai orang yang sangat takut terhadap ketinggian. Namun, pada bagian akhir ia tiba-tiba memanjat gedung tanpa menunjukkan konflik batin atau alasan yang mendukung tindakannya.
Perubahan tersebut sebenarnya bisa terjadi. Karakter memang dapat berkembang. Namun, perkembangan tersebut perlu memiliki proses. Jika perubahan muncul secara tiba-tiba hanya karena kebutuhan plot, pembaca dapat mempertanyakannya. Jadi, sebelum memutuskan tindakan apa yang akan diambil tokohmu, periksalah beberapa aspek berikut:
- kepribadian;
- latar belakang;
- kemampuan;
- kebiasaan;
- ketakutan;
- tujuan;
- hubungan dengan tokoh lain; dan
- perkembangan karakter.
6. Cek kemampuan dan pengetahuan setiap karakter
Selain kepribadian, periksa kemampuan karakter. Apakah mereka tiba-tiba mengetahui sesuatu yang sebelumnya tidak pernah mereka pelajari? Apakah mereka dapat melakukan sesuatu yang bertentangan dengan latar belakangnya?
Misalnya, seorang karakter tidak pernah belajar bela diri. Namun, ketika menghadapi musuh, ia tiba-tiba mampu melakukan teknik pertarungan yang kompleks.
Jika kemampuan tersebut memang penting, berikan dasar dalam cerita. Kamu dapat memperkenalkannya melalui latar belakang atau adegan sebelumnya. Dengan begitu, pembaca tidak merasa karakter mendapatkan kemampuan secara tiba-tiba demi menyelesaikan konflik.
7. Periksa informasi yang sudah kamu berikan

Selama menulis novel, kamu mungkin memberikan banyak informasi kecil. Informasi tersebut bisa berkaitan dengan usia, pekerjaan, keluarga, tempat tinggal, pendidikan, atau hubungan antar karakter.
Catat informasi penting tersebut. Kemudian, cocokkan dengan bagian lain dalam naskah. Misalnya, pada Bab 2 kamu menyebut tokoh berusia 25 tahun. Namun, pada Bab 5 ia disebut berusia 28 tahun, sementara cerita hanya berlangsung selama beberapa bulan.
Kesalahan sederhana seperti ini dapat menjadi masalah kontinuitas. Karena itu, jangan hanya memeriksa alur utama. Perhatikan juga detail yang muncul berulang kali.
8. Periksa barang dan properti dalam cerita
Benda yang digunakan karakter juga dapat menimbulkan plot hole. Misalnya, tokoh utama kehilangan ponselnya dalam sebuah adegan. Beberapa halaman kemudian, ia menggunakan ponsel tersebut tanpa penjelasan bagaimana benda itu kembali.
Hal yang sama dapat terjadi pada kunci, dokumen, kendaraan, uang, senjata, atau benda lain yang memiliki peran penting.Untuk menghindarinya, buat daftar properti penting. Catat siapa yang memilikinya dan kapan benda tersebut berpindah tangan.
9. Periksa perpindahan lokasi
Perhatikan bagaimana karakter berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Apakah jaraknya masuk akal? Berapa lama perjalanan yang dibutuhkan? Bagaimana karakter mencapai lokasi tersebut?
Kamu tidak harus menjelaskan setiap perjalanan secara detail. Namun, perpindahan yang penting perlu tetap sesuai dengan logika dunia cerita.
Hal ini menjadi semakin penting jika novel menggunakan banyak lokasi. Catatan sederhana tentang lokasi dapat membantu menjaga kontinuitas cerita.
10. Periksa konflik utama
Tips menemukan plot hole di naskah berikutnya yaitu periksa konflik utama. Karena, konflik utama harus memiliki dasar yang jelas.
Misalnya, karakter menyembunyikan sebuah rahasia yang menjadi sumber konflik utama. Namun, sebenarnya ada cara sederhana bagi karakter lain untuk mengetahui rahasia tersebut sejak awal. Kondisi seperti ini perlu kamu periksa.
Tanyakan apakah karakter memiliki alasan yang masuk akal untuk tidak mengambil solusi tertentu. Perhatikan juga apakah konflik dapat selesai terlalu mudah dengan informasi yang sudah tersedia. Jika jawabannya belum jelas, bagian tersebut mungkin membutuhkan revisi.
11. Cari penyelesaian yang terlalu kebetulan
Plot hole juga dapat muncul ketika penulis menyelesaikan konflik dengan cara yang terlalu mudah. Misalnya, tokoh utama terjebak dalam situasi berbahaya. Tidak ada jalan keluar yang terlihat. Tiba-tiba, karakter lain datang pada waktu yang tepat dan menyelesaikan masalah.
Solusi tersebut tidak selalu salah. Namun, cerita perlu memberikan alasan mengapa karakter tersebut bisa datang dan mengetahui situasinya. Jika kemunculannya benar-benar tidak memiliki dasar, pembaca dapat merasa penyelesaiannya dibuat hanya untuk menyelamatkan plot.
12. Periksa aturan dalam dunia cerita
Jika kamu menulis novel fantasi atau fiksi ilmiah, periksa aturan dunia yang sudah kamu buat. Misalnya, kamu menetapkan bahwa seseorang hanya dapat menggunakan kekuatan tertentu setelah memenuhi syarat khusus. Namun, pada bagian akhir, karakter dapat menggunakan kekuatan tersebut tanpa memenuhi syarat.
Jika ada pengecualian, jelaskan aturannya. Konsistensi worldbuilding akan membantu pembaca memahami dunia yang kamu bangun. Aturan yang berubah tanpa penjelasan dapat menciptakan celah dalam cerita.
13. Gunakan character sheet saat revisi
Character sheet tidak hanya berguna pada tahap awal penulisan. Kamu juga dapat menggunakannya ketika melakukan revisi. Periksa kembali informasi seperti:
- usia;
- pekerjaan;
- pendidikan;
- kemampuan;
- hubungan;
- tujuan;
- ketakutan;
- kebiasaan; dan
- latar belakang.
Kemudian bandingkan dengan tindakan karakter di dalam cerita. Cara ini dapat membantu kamu menemukan perubahan karakter yang muncul tanpa sengaja.
14. Minta orang lain membaca naskah
Tips menemukan plot hole di naskah berikutnya yaitu minta bantuan orang lain untuk membaca naskahmu. Pilih pembaca yang dapat memberikan masukan dengan jujur. Kamu tidak harus meminta mereka langsung mengoreksi seluruh naskah.
Cukup tanyakan bagian mana yang terasa membingungkan, tidak masuk akal, atau sulit diikuti. Pembaca pertama dapat menemukan masalah yang luput dari perhatianmu. Mereka tidak memiliki pengetahuan yang sama dengan penulis sehingga perspektifnya bisa berbeda.
Bagaimana Jika Menemukan Plot Hole Saat Revisi?
Setelah kita memahami berbagai tips menemukan plot hole di naskah novel yang sedang kamu tulis, kini saatnya kita tahu tindakan apa setelahnya. Yang pertama, jangan langsung panik ketika menemukan plot hole.
Lihat dan tentukan seberapa besar pengaruhnya terhadap cerita. Plot hole kecil mungkin cukup kamu perbaiki dengan menambahkan satu atau dua informasi.
Sebaliknya, plot hole yang berkaitan dengan konflik utama mungkin membutuhkan perubahan pada beberapa adegan. Nah, kamu dapat mengelompokkannya menjadi tiga kategori sederhana berikut:
| Jenis Masalah | Contoh Perbaikan |
|---|---|
| Detail kecil | Menambahkan informasi atau memperbaiki detail |
| Masalah kontinuitas | Menyesuaikan timeline atau informasi karakter |
| Masalah alur utama | Mengubah adegan, motivasi, atau hubungan sebab-akibat |
Dengan mengelompokkan masalah, proses revisi akan terasa lebih terarah. Sehingga kamu tidak keteteran ketika memperbaikinya.
Itulah berbagai tips menemukan plot hole di naskah novel yang sedang kita tulis. Semoga bisa membantumu untuk menyempurnakan naskah novelmu, ya.
FAQ seputar Tips Menemukan Plot Hole di Naskah Novel
Inilah daftar pertanyaan yang sering muncul terkait plot hole:
1. Apa itu plot hole dalam novel?
Plot hole adalah celah atau ketidakkonsistenan dalam cerita yang membuat suatu kejadian sulit dijelaskan berdasarkan informasi yang sudah diberikan.
2. Kapan sebaiknya mencari plot hole?
Sebaiknya beri jeda beberapa hari setelah menyelesaikan draft sebelum melakukan pemeriksaan naskah.
3. Bagaimana cara menemukan plot hole dengan mudah?
Kamu dapat memeriksa timeline, hubungan sebab-akibat, konsistensi karakter, lokasi, properti, dan aturan dunia cerita.
4. Apakah semua bagian yang membingungkan merupakan plot hole?
Tidak. Beberapa informasi memang dapat sengaja ditunda untuk membangun misteri atau kejutan.
5. Apakah plot hole harus diperbaiki sebelum naskah diterbitkan?
Sebaiknya masalah yang memengaruhi logika dan kontinuitas cerita diperbaiki sebelum naskah masuk ke tahap akhir penerbitan.





