10+ Jenis Ending/Penutup Novel yang Bisa Penulis Pilih untuk Mengakhiri Cerita

10+ Jenis Ending Novel yang Bisa Penulis Pilih untuk Mengakhiri Cerita

Ketika menyelesaikan sebuah novel ada perasaan yang berkecamuk di dada, mulai dari menangis terharu, tertawa terbahak-bahak, hingga ingin membanting buku karena kesal. Hal ini disebut sebagai kekuatan sebuah penutup cerita atau ending.

Bagian akhir dalam sebuah novel bukan sekadar cara penulis mengucapkan salam perpisahan, melainkan penutup yang menentukan apakah cerita tersebut akan selalu diingat atau justru dilupakan. Sebenarnya, terdapat jenis ending/penutup novel yang bisa penulis pilih untuk mengakhiri kisah mereka.

10+ Jenis Ending/Penutup Novel yang Bisa Penulis Pilih untuk Mengakhiri Cerita

Melalui artikel ini, kita akan menyelami lebih dari sepuluh jenis ending novel yang bisa penulis pilih untuk menamatkan kisah yang diciptakan. Ada ending yang sengaja dibuat supaya pembaca merasa lega dan tidak penasaran, tapi ada juga yang dibiarkan menggantung dan penuh misteri.

Penasaran apa saja jenis-jenis ending tersebut? Yuk, kita bedah satu per satu dimulai dari circular ending, berikut ini:

1. Circular Ending

Jenis ending atau penutup novel yang pertama yaitu circular ending. Sesuai namanya, ending ini terasa unik karena akhir cerita berada di titik yang sama dengan detik cerita dimulai.

Penulis seakan-akan mengajak pembaca menjelajahi sebuah lingkaran besar lalu kembali ke rumah. Suasana atau narasi yang ada di pembuka cerita akan muncul kembali di bagian penutup untuk memberikan kesan utuh.

2. The Moral Ending

The moral ending merupakan jenis penutup cerita novel yang berfokus pada perkembangan sifat tokoh protagonis (utama). Pembaca akan diajak untuk melihat proses perubahan sifat dan tindakan dari karakter yang penuh kekurangan menjadi sosok dewasa setelah melewati berbagai masalah.

Ending ini tidak hanya menampilkan akhir cerita biasa, namun berisi pesan yang dapat kita pelajari dari tokoh tersebut. Pesan moral tersebut dapat dituturkan secara halus ataupun blak-blakan. Melalui cerita yang ia ciptakan, penulis mampu menginspirasi pembaca untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

3. Surprise Ending

Jenis ending novel yang satu ini membuat mata pembaca terbelalak karena kejutan yang tidak disangka-sangka. Biasanya, penulis menyimpan sebuah rahasia besar yang baru disampaikan di detik-detik terakhir.

Surprise ending yang baik harus terasa masuk akan dan tidak terkesan dipaksakan. Walaupun membuat kaget, pembaca seharusnya sudah bisa melihat petunjuk sepanjang kisah tersebut dituliskan. Ketidaksadaran pembaca membuat alur cerita terasa sangat kuat dan brilian.

4. Emotional Ending

Penutup novel yang bertujuan untuk mengaduk-aduk perasaan pembaca hingga mereka larut dalam cerita dikenal dengan istilah emotional ending. Tidak harus selalu sedih, jenis ending ini bisa berbentuk kebahagiaan yang luar biasa, rasa haru yang mendalam, atau kemarahan yang meninggalkan luka.

Ketika membaca ending ini, kita mungkin akan menangis atau tersenyum sendiri karena kedekatan yang terjalin dengan karakter di dalamnya. Keberhasilan emotional ending dapat kita ukur dari berapa lama perasaan tersebut bersarang di hati pembaca.

5. Reflection Ending 

Jenis ending novel yang kelima yaitu reflection ending atau penutup yang sarat dengan perenungan. Di sini, karakter utama akan mengambil waktu sejenak untuk melihat ke belakang dan merefleksikan perjalanan yang sudah ia lewati.

Tokoh tersebut akan mengingat masa-masa sulit, peristiwa penting, kesuksesan yang berhasil dicapai, hingga cara ia bangkit dari kegagalan. Momen ini menjadi sarana evaluasi diri bagi tokoh utama di depan para pembaca.

6. Cliff Hanger Ending

Akhir yang menggantung atau cliff hanger ending merupakan salah satu jenis ending yang banyak penulis gunakan. Ending yang membuat para pembaca merasa gemas atau bahkan kesal karena ceritanya berakhir di tengah-tengah ketegangan. Rasa campur aduk antara penasaran dan penolakan bertengger di pikiran pembaca.

Ending menggantung dapat kita temui di novel-novel bersegi, khususnya genre misteri atau detektif. Selain membuat pembaca tidak sabar, ending ini juga bertujuan untuk meninggalkan kesan yang mendalam dan membuat cerita tersebut selalu diperbincangkan.

7. The Humor Ending

10+ Jenis Ending Novel yang Bisa Penulis Pilih untuk Mengakhiri Cerita

Jenis ending novel berikutnya berkaitan dengan bacaan yang ringan dan tidak membuat kepala pusing. The humor ending (akhir yang lucu) berisi kejadian atau dialog yang mampu memancing tawa pembaca.

Pada umumnya, kita dapat menemukan ending seperti ini dalam novel komedi atau kisah kehidupan sehari-hari (slice of life). Tujuan ending ini sangat sederhana, yaitu ingin membuat pembaca menutup halaman terakhir dengan perasaan bahagia dan tawa yang lepas.

8. The Question Ending

Ending yang tidak memberikan jawaban atau the question ending merupakan salah satu jenis penutup novel yang menarik. Penulis membiarkan pembaca berpikir tentang apa yang akan terjadi berikutnya atau apa sebetulnya makna dari kejadian yang tokoh utama alami. Seolah-olah mereka turut serta dalam merumuskan masa depan tokoh tersebut.

Ending ini sangat efektif untuk membangun rasa ingin tahu pembaca dalam jangka panjang. Pembaca akan terus mendiskusikan teori-teori mereka di komunitas literasi atau media sosial, karena jawaban pastinya ada ditangan penulis.

9. The Dialog Ending

Cerita yang ditutup dengan sebaris dialog, baik itu ucapan kepada orang lain maupun monolog, dikenal dengan nama the dialog ending. Tidak jarang, kalimat penutup ini berisi kata-kata bijak atau kutipan yang sangat mengesankan. Dialog terakhir yang terdiri dari satu atau dua kalimat ini merupakan rangkuman dari seluruh esensi cerita novel.

10. Twist Ending

Banyak yang menilai bahwa jenis ending kesepuluh ini serupa dengan surprise ending. Padahal, twist ending menyuguhkan alur yang benar-benar berbalik dari dugaan awal dan membuat pembaca berpikir ulang mengenai keseluruhan cerita.

Sebagai contoh, terdapat novel mengenai seorang detektif yang membantu menangani kasus pembunuhan. Namun, di akhir cerita detektif tersebut yang menjadi dalang dari peristiwa memilukan tersebut. Meskipun tidak sesuai asumsi atau dugaan pembaca, twist ending membuat karya sastra menjadi semakin menarik dan susah dilupakan.

11. The Action Ending

Jenis ending novel berikutnya berkaitan erat dengan adegan fisik atau aksi yang seru. Tidak perlu ada penjelasan panjang lebar, cukup menunjukkan tindakan nyata yang menandai bahwa misi telah berhasil diselesaikan. Dengan penulisan yang rapi, penulis dapat meninggalkan kesan visual yang kuat di benak pembaca.

Penutup jenis ini sangat ampuh untuk menjaga tempo cerita tetap tinggi sampai detik terakhir. Pembaca pun akan merasa puas karena novel ditutup dengan akhir yang tegas dan penuh semangat.

12. Open Ending

Tidak sama dengan cliff hanger ending atau akhir yang menggantung, open ending mampu memberikan rasa lega karena masalah utama berhasil dibereskan. Namun, penulis memberikan kebebasan kepada pembaca untuk menerka-nerka sendiri nasib tokohnya di masa depan. Dengan kata lain, open ending tidak memberikan jawaban utuh mengenai kehidupan mereka selanjutnya.

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai beberapa jenis ending novel yang bisa penulis pilih untuk menyelesaikan ceritanya. Semoga setelah membaca artikel ini, wawasan dan pengetahuan teman-teman seputar karya sastra serta dunia literasi semakin bertambah, ya! 

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn