9 Tips Membuat Sinopsis Novel yang Menarik Calon penbaca dan Menjual

9 Tips Membuat Sinopsis Novel yang Menarik Calon penbaca dan Menjual

Menulis novel hingga puluhan ribu kata bukan berarti kamu otomatis mudah meringkasnya menjadi beberapa paragraf. Justru, sinopsis sering menjadi bagian yang menantang karena kamu harus memilih inti cerita tanpa membuatnya terasa hambar.

Tantangannya tidak berhenti pada memilih informasi. Kamu juga perlu menyusun setiap bagian agar cerita tetap terasa utuh meskipun disajikan dalam bentuk yang jauh lebih pendek.

9 Tips Membuat Sinopsis Novel yang Menarik Calon penbaca dan Menjual

Karena itu, kamu perlu mengetahui cara menulis sinopsis yang mampu menjalankan dua fungsi sekaligus: memberikan gambaran cerita dan membangun ketertarikan. Untuk itu, pada kesempatan kali ini kami akan membagikan tipsnya, simak sampai selesai, ya!

Apa Saja yang Harus Ada dalam Sinopsis Novel?

Sebelum memahami tips membuat sinopsis novel, mari kita pahami unsur-unsur yang ada di dalam sebuah sinopsi berikut ini:

  • Tokoh utama
  • Situasi awal
  • Tujuan tokoh
  • Konflik utama
  • Hambatan
  • Risiko atau konsekuensi
  • Perkembangan cerita
  • Penyelesaian, terutama jika sinopsis ditujukan kepada penerbit.

Unsur-unsur tersebut membantu pembaca memahami siapa yang menjadi pusat cerita, apa yang diinginkannya, masalah apa yang muncul, dan mengapa masalah tersebut penting.

Cara Membuat atau Menulis Sinopsi Novel

Inilah cara membuat sinopsi novel yang bisa kamu terapkan:

1. Mulai dengan premis yang kuat

Bagian awal sinopsis perlu langsung memperkenalkan inti cerita. Hindari membuka sinopsis dengan penjelasan panjang tentang sejarah keluarga, kondisi dunia, atau latar tempat jika informasi tersebut belum berkaitan dengan konflik, misalnya:

Wish dan Xar menjadi buronan yang diburu oleh bangsa Kesatria dan Penyihir, dan yang lebih buruk lagi, mereka diburu oleh PENYIHIR HITAM. (Novel The Wizards of Once Knock Three Times, karya Cressida Cowell)

Kalimat tersebut langsung menghadirkan tokoh, situasi, dan persoalan. Pembaca kemudian memiliki alasan untuk mencari tahu apa yang terjadi berikutnya.

2. Kenalkan tokoh utama secara efektif

Kamu tidak perlu memasukkan seluruh profil karakter ke dalam sinopsis. Pilih informasi yang berkaitan dengan konflik utama, contohnya:

Wish dan Xar terpisah oleh tembok tertinggi yang bisa kau bayangkan, sementara waktu kian menipis. Tampaknya mustahil kedua tokoh utama ini akan bertemu. Mungkinkah mereka ditakdirkan bertemu untuk yang KEDUA KALINYA? (Novel The Wizards of Once Twice Magic, karya Cressida Cowell)

Kondisi Wish dan Xar langsung berkaitan dengan konflik yang akan mereka hadapi. Yakni mereka dipisahkan oleh tembok yang sangat tinggi yang membuatnya mustahil untuk bertemu dan menjalankan sebuah misi.

3. Jelaskan konflik utama

Setelah memperkenalkan tokoh, tunjukkan masalah yang harus ia hadapi. Konflik tersebut perlu cukup spesifik agar pembaca memahami arah cerita, contohnya:

Selagi mereka menjalankan misi yang sangat menakutkan dan berbahaya, yaitu menemukan bahan-bahan pembuat mantra penumpasan Penyihir Hitam, ada seseorang yang mengkhianati mereka. (Novel The Wizards of Once Knock Three Times, karya Cressida Cowell)

Dapat kamu lihat, ya, konfliknya jelas. Adanya seseorang yang berkhianat kepada Wish dan Xar. Siapa pengkhianat tersebut akan membuat calon pembaca tertarik untuk membaca novelnya.

4. Tunjukkan apa yang dipertaruhkan

Cerita terasa lebih menarik ketika pembaca mengetahui konsekuensi dari kegagalan tokoh, misalnya:

Sanggupkah mereka menemukan bahan-bahan pembuat mantra penumpas Penyihir Hitam sebelum Raja Penyihir Hitam mendapatkan kekuatan Sihir yang dapat memengaruhi besi? (Novel The Wizards of Once Knock Three Times, karya Cressida Cowell)

Kalimat tersebut menunjukkan taruhan cerita tanpa harus menjelaskan seluruh detail alurnya. Nah, taruhan pada sinopsi tersebut yaitu konsekuensi jika Wish dan Xar gagal dalam menemukan matra yaitu Penyihir Hitam jadi bisa mendapatkan kekuatan Sihir yang bisa mempengaruhi besi.

5. Gunakan konflik, bukan sekadar rangkaian peristiwa

9 Tips Membuat Sinopsis Novel yang Menarik Calon penbaca dan Menjual

Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menulis sinopsis seperti daftar kejadian, misalnya:

Nadia pergi ke Jakarta. Ia bertemu Arman. Mereka menjadi teman. Kemudian mereka bekerja bersama. Setelah itu, mereka bertengkar.

Rangkaian tersebut memang menceritakan kejadian. Namun, pembaca belum mengetahui mengapa setiap kejadian tersebut penting. Kamu dapat mengubahnya menjadi:

Setelah pindah ke Jakarta untuk memulai hidup baru, Nadia justru bertemu Arman, sahabat masa kecil yang selama ini ia hindari. Pertemuan tersebut memaksanya menghadapi alasan mengapa ia meninggalkan kota itu bertahun-tahun lalu.

Versi kedua memberikan hubungan sebab-akibat. Pembaca juga mendapatkan pertanyaan yang membuat mereka ingin mengetahui kelanjutannya.

6. Bangun rasa penasaran

Sinopsis yang menarik membuat pembaca ingin mengetahui cerita lebih jauh. Salah satu caranya adalah menghadirkan persoalan yang belum langsung terjawab. Kamu dapat menggunakan:

  • Rahasia.
  • Ancaman.
  • Pilihan sulit.
  • Konflik personal.
  • Pertanyaan penting.
  • Taruhan besar.

Namun, jangan menumpuk terlalu banyak pertanyaan. Satu konflik utama yang kuat biasanya lebih efektif daripada beberapa misteri yang tidak memiliki hubungan jelas.

7. Gunakan bahasa yang padat dan spesifik

Sinopsis memiliki ruang yang lebih terbatas daripada novel. Karena itu, setiap kalimat harus memiliki fungsi. Coba kamu bandingkan dua kalimat berikut:

Ia merasa sangat sedih karena kehidupan yang dijalaninya ternyata tidak berjalan sesuai dengan apa yang selama ini ia harapkan.

Dengan:

Kegagalan itu membuatnya kehilangan arah dan mempertanyakan kembali tujuan hidupnya.

Kalimat kedua terasa lebih padat dan langsung. Gunakan kata kerja yang kuat agar sinopsis terasa aktif dan dinamis.

8. Hindari terlalu banyak karakter

Novelmu mungkin memiliki belasan karakter. Namun, sinopsis tidak perlu menyebutkan semuanya, fokuslah pada:

  • Protagonis.
  • Antagonis jika memiliki peran penting.
  • Tokoh pendukung yang berpengaruh langsung terhadap konflik.

9. Perkenalkan antagonis jika penting

Jika novel memiliki antagonis utama, kamu dapat memperkenalkannya secara proporsional. Tidak perlu menjelaskan seluruh latar belakang antagonis. Cukup tunjukkan siapa dia dan mengapa keberadaannya menjadi ancaman, contohnya:

Namun, rencana tersebut terhalang oleh Adrian, kepala proyek yang rela melakukan apa pun untuk memastikan rahasianya tidak terbongkar.

FAQ tentang Sinopsis Novel

Inilah daftar pertanyaan yang sering muncul terkait dengan sinopsi novel;

1. Apa itu sinopsis novel?

Sinopsis novel adalah ringkasan yang menjelaskan inti cerita, tokoh, konflik, dan perkembangan utama sebuah novel.

2. Apakah sinopsis harus membocorkan ending?

Untuk sinopsis yang dikirim kepada penerbit, ending dapat dicantumkan. Sinopsis promosi biasanya tidak perlu mengungkap penyelesaian cerita.

3. Apa perbedaan sinopsis dan blurb?

Sinopsis merangkum cerita secara lebih lengkap, sedangkan blurb bertujuan menarik calon pembaca.

4. Berapa panjang sinopsis novel?

Panjangnya bergantung pada tujuan dan ketentuan penerima. Selalu ikuti batas yang ditetapkan.

5. Bagaimana membuat sinopsis yang menarik?

Fokus pada tokoh utama, tujuan, konflik, hambatan, taruhan, dan keunikan cerita dengan bahasa yang padat serta jelas.

Itulah tips membuat sinopsis novel yang menarik dan menjual. Sinopsis novel yang menarik tidak harus menceritakan seluruh isi naskah secara panjang, ya.

Kamu hanya perlu memilih bagian yang paling penting. Kemudian menyusunnya agar pembaca memahami siapa tokohnya, apa masalahnya, serta mengapa perjalanan tersebut layak diikuti.

Lalu, untuk membuat sinopsis yang menjual, jangan juga sekadar merangkum kejadian. Tunjukkan konflik dan daya tarik utama novelmu. Gunakan bahasa yang padat, pilih detail yang relevan, dan tampilkan keunikan cerita tanpa memenuhi sinopsis dengan informasi yang tidak diperlukan, ya. Selamat mencoba membuat!

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn