
Menulis buku merupakan kegiatan yang penuh tantangan dan melelahkan. Butuh waktu hingga berbulan-bulan bahkan tahunan agar satu buku bisa terselesaikan. Meski proses menulis buku itu sulit, menerbitkan dan mencetaknya menjadi buku fisik tidak harus mahal, lho.
Kamu tidak harus mengeluarkan budget jutaan untuk menerbitkan dan mencetak buku sendiri. Inilah jalur penerbitan yang disebut self publishing. Self publishing bisa menjadi alternatif bagi penulis pemula untuk mencetak buku dengan lebih hemat biaya dan energi.
Daftar isi
ToggleCara Mencetak Buku Sendiri dengan Modal Kecil dan Sesuai Kebutuhan untuk Penulis Pemula
Cara mencetak buku sendiri ini juga cocok sekali untuk kamu yang tidak mau direpotkan dengan birokrasi yang rumit di penerbit mayor. Meski segala keperluan disiapkan secara mandiri, banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan di baliknya. Yang mana, keuntungan tersebut tidak bisa diperoleh jika kamu menerbitkan buku melalui penerbit mayor maupun indie.
Artikel yang sesuai:
Bagaimana Cara Mencetak Buku Sendiri?
Cara mencetak buku sendiri pada dasarnya hanya melibatkan penulis dan pihak penyedia jasa cetak. Di bawah ini langkah-langkah umum yang bisa penulis lakukan untuk mencetak buku sendiri dengan modal kecil:
1. Mempersiapkan naskah
Pertama, penulis perlu menyiapkan naskah siap cetak. Naskah sudah harus melalui proses editing profesional, desain cover dan layout sudah oke, serta sudah didaftarkan ISBN dan hak ciptanya (opsional).
2. Menghubungi percetakan
Setelah naskah sudah dipastikan siap cetak, langkah berikutnya adalah menghubungi percetakan. Kamu bisa menghubungi percetakan via online maupun datang secara langsung ke tempat percetakan yang ingin dituju. Lakukan komunikasi dan konsultasi lebih lanjut dengan percetakan terkait naskah yang hendak dicetak.
3. Memilih jenis layanan
Cara mencetak buku sendiri selanjutnya adalah memilih jenis layanan. Pihak jasa cetak akan menawarkan sejumlah layanan cetak beserta biayanya.
Pilihlah layanan sesuai kebutuhan dan budget yang dimiliki. Besaran biaya cetak akan tergantung pada beberapa faktor seperti jumlah cetakan, jumlah halaman, jenis kertas, ukuran buku, kompleksitas desain cover dan layout, hingga jenis cover yang digunakan.
4. Memproses pemesanan
Terakhir, jika jenis layanan dan spesifikasi cetakan sudah ditentukan, maka proses pencetakan akan dimulai. Estimasi waktu pengerjaan bisa tergantung pada jumlah antrian dan cetakan. Umumnya, cetakan bisa selesai dalam hitungan hari.
Nah, dari langkah-langkah di atas, kamu mungkin berpikir bahwa mencetak buku sendiri itu merepotkan, bukan? Namun, di balik itu ada banyak juga lho keuntungan yang bisa kamu dapatkan. Apa saja keuntungannya? Yuk, simak dalam uraian selanjutnya!
Apa Saja Keuntungan Mencetak Buku Sendiri?

Ini dia berbagai keuntungan yang bisa kamu peroleh dengan mencetak buku sendiri:
1. Penulis memiliki kendali penuh atas karyanya
Keuntungan pertama, kamu bisa mengontrol penuh karyamu. Mulai dari editing, desain cover dan layout, hingga pemilihan jenis kertas bisa kamu atur sendiri sesuai selera. Kamu juga tidak perlu menghadapi revisi dari editor penerbit yang kadang kala bisa sampai merombak total isi naskah dan membuat kamu kehilangan suara khas tulisanmu.
2. Terhindar dari birokrasi yang rumit
Menerbitkan buku melalui penerbit mayor sering kali melibatkan birokrasi atau prosedur yang rumit, mulai dari penerimaan naskah hingga naskah bisa naik cetak. Belum lagi, naskah memiliki kemungkinan ditolak jika tidak sesuai kriteria penerbit.
Nah, mencetak buku sendiri membuatmu tidak perlu melalui proses yang panjang dan rumit tersebut. Kamu juga tidak perlu khawatir naskahmu ditolak. Semua naskah yang diterbitkan secara self publishing dapat dipastikan terbit dengan waktu lebih cepat dan proses yang lebih mudah.
3. Tampilan buku bisa di-custom
Berbeda dengan menerbitkan buku melalui penerbit mayor, mencetak buku sendiri memungkinkanmu mengatur tampilan buku sesuai kebutuhan dan selera pribadi. Kamu tidak harus mengikuti hasil kerja dari tim penerbit yang kadang kurang memuaskan atau sesuai dengan kemauanmu. Misalnya, terkait desain cover maupun layout buku. Jika pun bisa direvisi, maka akan membutuhkan lebih banyak waktu sehingga penerbitan bukumu bisa jadi tertunda.
4. Biaya bisa disesuaikan
Selain tampilan buku, biaya cetak juga bisa disesuaikan. Biaya cetak sendiri dapat disesuaikan dengan jumlah cetak dan aspek yang di-customisasi lainnya. Hal ini tentu bisa memberikanmu kemudahan dalam menyesuaikannya dengan anggaran yang dimiliki.
5. Hak cipta 100%
Buku yang dicetak sendiri juga memiliki hak kepemilikan yang 100% ada di tangan penulis. Hal ini berbeda jika kamu menerbitkan buku melalui jalur penerbitan tradisional atau mayor yang biasanya penerbit memegang hak cipta buku dalam jangka waktu tertentu. Dengan mencetak buku sendiri, kamu bebas mengubah formatnya ke format lain seperti ebook, audio book, film, atau lainnya.
6. Royalti lebih besar
Berikutnya, kamu bisa mendapatkan royalti yang lebih besar jika mencetak buku sendiri. Royalti bisa kamu dapatkan hingga 100%. Ini artinya, keuntungan hasil penjualan buku bisa masuk sepenuhnya ke kantong penulis. Sebab, seluruh proses penerbitan dilakukan secara mandiri oleh penulis sehingga keuntungan tidak perlu dibagi ke penerbit.
7. Meminimalisir risiko kerugian materi
Keuntungan lainnya dari mencetak buku sendiri adalah meminimalkan risiko kerugian materi akibat tidak semua buku laku terjual. Hal ini dikarenakan kamu bisa menerapkan sistem cetak sesuai kebutuhan (print on demand). Apa itu print on demand?
Print on demand berarti layanan cetak sesuai kebutuhan. Jadi, kamu tidak harus mencetak ratusan atau ribuan eksemplar sekaligus. Buku bisa dicetak sesuai jumlah pesanan atau bahkan satuan. Dengan demikian, kamu tidak perlu khawatir banyak stock buku yang menumpuk atau tidak berhasil terjual.
Rekomendasi Jasa Cetak Buku yang Menyediakan Layanan POD
Memilih jasa cetak buku yang tepat dan sesuai kebutuhan kadang menjadi langkah yang membingungkan bagi penulis. Penulis harus melakukan riset dan memeriksa berbagai layanan yang ditawarkan, biaya, dan kualitas cetakan yang dihasilkan oleh jasa cetak.
Kalau kamu sedang mencari jasa cetak dengan sistem cetakan yang bisa disesuaikan kebutuhan, harga terjangkau, dan kualitas terjamin, salah satu penyedia jasa cetak buku yang direkomendasikan adalah Halo Adil Sejahtera (HAS).
HAS merupakan penerbit buku genre populer sekaligus penyedia jasa cetak buku dengan layanan print on demand. Kamu bisa mencetak sesuai kebutuhan dan satuan mulai dari 5 eksemplar saja! Cocok sekali bagi penulis pemula yang baru pertama kali menerbitkan buku dan ingin melihat antusiasme pasar tanpa perlu takut banyak stock buku tidak terjual.
Untuk mengetahui detail harga dan estimasi waktu pengerjaan cetak buku di HAS, kamu bisa baca artikel berikut: Rincian Harga Jasa Cetak Buku Satuan dan Estimasi Durasi Pengerjaannya di Halo Adil Sejahtera.
Nah, itulah tadi cara mencetak buku sendiri dengan modal kecil beserta keuntungannya yang bisa penulis dapatkan. Yang mana, keuntungan-keuntungan tersebut tidak bisa didapatkan jika menerbitkan buku melalui jalur penerbitan tradisional.
Pada dasarnya, mencetak buku sendiri berarti penulis hanya melibatkan diri sendiri dan pihak jasa cetak. Langkah awal bisa dimulai dengan mempersiapkan naskah siap cetak, lalu mendatangi percetakan dan berkonsultasi, memilih layanan cetak, dan melakukan pemesanan.
FAQ Seputar Cara Mencetak Buku Sendiri dengan Modal Minim
Inilah daftar pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan penulis seputar cara mencetak buku sendiri dilengkapi dengan jawabannya:
1. Apa itu print on demand?
Print on demand adalah layanan cetak sesuai kebutuhan atau keinginan.
2. Apa keuntungan mencetak buku sendiri?
Penulis memiliki kendali penuh atas karyanya, terhindar dari prosedur yang rumit, tampilan bisa di-custom, biaya bisa disesuaikan, meminimalisir risiko kerugian materi, hak cipta 100% di tangan penulis, dan royalti lebih besar.
3. Apa jenis kertas yang paling murah untuk mencetak novel?
Kertas bookpaper paling umum untuk mencetak novel. Selain harganya terjangkau, warna kertas bookpaper yang agak cream membuatnya terkesan lebih elegan dan ramah mata.
4. Berapa minimal buku untuk mencetak satuan?
Di HAS, kamu bisa cetak minimal 5 eksemplar saja.
5. Berapa modal awal minimal untuk mencetak buku sendiri?
Jika editing naskah, desain cover dan layout dikerjakan sendiri, modal yang perlu dikeluarkan untuk mencetak buku sendiri berkisar 200 sampai 300 ribu saja untuk 5 eksemplar buku. Besaran bisa berbeda untuk tiap percetakan dan tergantung spesifikasi cetakan.
6. Apa saja faktor yang mempengaruhi harga cetak buku?
Faktor-faktor yang mempengaruhi harga cetak buku antara lain jumlah cetakan, jumlah halaman, ukuran buku, warna isi, jenis kertas, jenis cover, finishing, hingga spesifikasi khusus lainnya yang diminta penulis.





