
Selain memilih penerbit yang tepat, cara mengirim naskah ke penerbit juga sering kali menjadi kebingungan tersendiri, terutama bagi penulis pemula. Tidak sedikit penulis pemula yang sudah menyelesaikan naskahnya secara lengkap, namun masih tidak tahu bagaimana langkah selanjutnya.
Padahal, langkah-langkah menerbitkan buku merupakan pemahaman penting bagi penulis pemula agar tidak salah arah. Salah satunya terkait pengiriman naskah ke penerbit.
Daftar isi
ToggleCara Mengirim Naskah ke Penerbit yang Perlu Penulis Pahami
Pada umumnya, setiap penerbit memiliki ketentuan yang berbeda-beda dalam hal pengiriman naskah. Untuk itulah, artikel kali ini akan membahas secara lengkap dan tepat tentang cara mengirim naskah ke penerbit agar peluang naskahmu lolos semakin besar. Yuk, simak rangkuman informasinya berikut ini!
Artikel yang sesuai:
1. Pahami Jenis-Jenis Penerbit
Memahami jenis-jenis penerbit merupakan langkah utama yang penting sebelum kamu mengirim naskah ke penerbit. Hal ini dikarenakan setiap jenis penerbit memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang tentunya bisa kamu jadikan pertimbangan hendak memiliki jenis penerbit yang mana.
Dalam dunia penerbitan buku, ada tiga jenis penerbit yang bisa kamu pilih dan sesuaikan dengan kebutuhan atau tujuan penerbitan, antara lain:
Penerbit mayor
Penerbit mayor memiliki kelebihan berupa jaringan distribusi yang lebih luas hingga ke toko-toko buku fisik dan biaya penerbitan yang sepenuhnya ditanggung oleh pihak penerbit.
Sementara kekurangannya, proses seleksi naskah di penerbit mayor cenderung lebih ketat dan proses penerbitan yang memakan waktu lebih lama, yakni bisa sampai berbulan-bulan lamanya. Untuk itulah, penulis perlu ekstra sabar dalam menanti bukunya terbit.
Penerbit indie
Selain penerbit mayor, ada pula penerbit indie. Di penerbit indie, proses penerbitan berlangsung lebih fleksibel dan penulis juga ikut dilibatkan dalam hal pembiayaan. Dengan kata lain, biaya penerbitan ditanggung oleh penulis.
Meski berbayar, menerbitkan buku di penerbit indie memiliki keuntungan tersendiri. Yakni, proses penerbitan yang berlangsung lebih cepat dan persaingan yang lebih longgar. Cocok bagi pemula yang baru ingin membangun kariernya sebagai penulis.
Self publishing
Jenis penerbit yang terakhir ialah self publishing. Sesuai namanya, jika memilih jenis penerbit ini maka penulis berarti menerbitkan bukunya secara mandiri. Semua proses penerbitan diatur atau dikontrol sendiri oleh penulis mulai dari penulisan naskah, editing, desain cover, layout, pengurusan ISBN, hingga marketing dan distribusi buku.
Jadi, ada tiga jenis penerbit yang bisa kamu pilih. Dengan memahami kelebihan dan kekurangannya, kamu bisa memilih mana jenis penerbit yang paling cocok dengan naskahmu.
2. Pilih Penerbit yang Sesuai dengan Genre Naskahmu
Setelah memahami jenis-jenis penerbit, langkah berikutnya adalah memilih penerbit yang sesuai dengan genre naskahmu. Setiap penerbit memiliki fokus genre naskah yang berbeda-beda.
Ada penerbit yang fokus menerbitkan novel, buku pendidikan, buku anak, fiksi remaja, atau buku nonfiksi. Untuk itu, pilihlah penerbit yang sejalan dengan genre naskah yang hendak kamu terbitkan.
Jika kamu ingin menerbitkan novel namun mengirimkan naskahnya ke penerbit buku pendidikan, maka secara otomatis naskahmu akan ditolak. Bukan karena tidak bagus, melainkan karena naskahmu tidak sesuai dengan pasar penerbit.
Selain genre buku yang diterbitkan, aspek lain yang perlu diperhatikan dalam memilih penerbit antara lain ketentuan pengiriman naskah dan sistem penerbitan yang dijalankan. Setiap penerbit juga memiliki ketentuan pengiriman naskah dan sistem penerbitan yang berbeda-beda. Pilihlah yang cocok dengan keinginanmu agar kerja sama berjalan lancar.
3. Pelajari Ketentuan Pengiriman Naskah dari Penerbit
Ketentuan pengiriman naskah di setiap penerbit tentunya berbeda-beda. Maka, memahami ketentuan dari penerbit yang dipilih merupakan langkah penting agar peluang naskahmu diterima semakin tinggi.
Jangan sampai, naskahmu gagal terbit hanya karena kesalahan kecil seperti format file yang tidak sesuai ketentuan penerbit.
Oleh sebab itu, lakukan pencarian informasi atau riset secara mendalam terlebih dahulu terkait penerbit yang kamu pilih. Kamu bisa mengakses website atau media sosial resmi milik penerbit untuk membaca ketentuan pengiriman naskah.
Perhatikan detail seperti format file, font, spasi, jumlah halaman, hingga kelengkapan dokumen yang diinginkan oleh penerbit. Tidak memenuhi syarat teknis ini sering kali bisa menjadi salah satu alasan mengapa naskah ditolak atau bahkan tidak dibaca sama sekali oleh penerbit.
4. Pastikan Naskah Sudah Siap Kirim atau Terbit
Setelah memahami secara mendalam terkait ketentuan pengiriman naskah di penerbit yang kamu pilih, cara mengirim naskah ke penerbit selanjutnya yaitu memastikan naskah sudah siap kirim atau terbit.
Pastikan naskah yang dikirimkan ke penerbit adalah naskah final, bukan berupa draft mentah atau naskah yang belum tamat. Naskah juga harus sudah melalui proses editing dan disusun dengan format penulisan yang rapi untuk meningkatkan kesan profesionalnya di mata penerbit sehingga peluang lolos diterbitkan semakin besar.
Penerbit biasanya akan meminta naskah dengan format file PDF atau doc, sinopsis atau ringkasan isi buku secara keseluruhan, serta biodata singkat penulis. Pastikan semua dokumen dikirimkan secara lengkap sesuai permintaan penerbit yang ingin kamu tuju, ya.
5. Kirim Naskah Sesuai Ketentuan yang Ditetapkan

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa setiap penerbit memiliki aturan pengiriman naskah yang berbeda. Ada penerbit yang meminta naskah lengkap, proposal buku, sebagian bab, sinopsis, hingga profil penulis.
Dokumen-dokumen tersebut biasanya dikirimkan melalui email, Google Form, atau formulir pengiriman naskah yang ada di website resmi penerbit. Ikuti jalur pengiriman naskah yang diminta oleh penerbit dan hindari mengirimkannya ke alamat yang tidak dicantumkan oleh penerbit.
6. Tulis Email Secara Profesional
Meski terdengar sepele, cara kamu menulis email pengantar juga dapat memengaruhi diterima atau tidaknya naskahmu oleh penerbit, lho. Maka, penting agar kamu memperhatikan kesopanan dan profesionalitas email pengantar yang ditulis.
Isi email biasanya mencakup salam pembuka, perkenalan singkat, judul dan genre buku, jumlah kata atau halaman, serta ucapan terima kasih kepada pihak penerbit.
Selain isi, subjek email juga harus diisi sesuai format yang diminta oleh penerbit. Sebagai contoh: Submit Naskah – Judul – Nama Penulis. Mengisi subjek email dengan jelas bisa membantu editor untuk mengenali isi email naskahmu tanpa harus membukanya satu persatu.
Meski terkesan sepele, hal tersebut bisa menjadi gerbang awal yang mengantarkan naskahmu agar dibaca dan dilirik editor. Dengan begitu, kesempatan naskahmu diterima pun semakin terbuka lebar.
7. Tunggu Direspon oleh Penerbit
Setelah naskah sudah dikirimkan ke penerbit, maka kamu tinggal menunggu respon dari penerbit. Umumnya, penerbit memberikan kisaran waktu 3 sampai 6 bulan untuk melakukan seleksi naskah yang masuk.
Nah, selama masa tunggu tersebut, hindari bertanya terus menerus terkait progres penerbitan bukumu, ya. Hal ini bisa mengurangi kesan profesionalitasmu sebagai penulis di mata penerbit. Sesekali boleh ditanyakan, itupun jika penerbit memperbolehkan follow up.
8. Jangan Kirimkan Naskah ke Banyak Penerbit Sekaligus
Sebagian besar penerbit tidak memperbolehkan pengiriman naskah ganda atau ke lebih dari satu penerbit dalam waktu yang bersamaan (simultaneous submission). Untuk itu, kirimkan naskahmu ke satu penerbit terlebih dahulu, ya.
Jika mendapatkan penolakan oleh penerbit pertama atau masa tunggunya sudah melewati batas waktu yang ditentukan, barulah kamu bisa mengirimkannya ke penerbit yang lain.
Nah, itulah cara mengirim naskah ke penerbit yang perlu kamu pahami. Memahami langkah yang tepat dalam mengirim naskah ke penerbit merupakan salah satu langkah penting bagi setiap penulis yang ingin bukunya bisa segera terbit. Dengan mengikuti prosedur pengiriman naskah di atas, peluang naskahmu diterima oleh penerbit pun semakin besar.
Jika kamu memiliki naskah siap terbit dan ingin dibantu proses penerbitannya dengan mudah, cepat, serta biaya yang terjangkau, Penerbit Halo Adil Sejahtera (HAS) bisa menjadi partner terbaik untuk membantumu mulai dari editing, desain cover dan layout, pengurusan ISBN, HAKI, hingga pencetakan dan distribusi buku.
Yuk, jangan ragu memulai langkah penerbitan bukumu dan menjadi penulis yang karyanya berdampak bagi banyak orang! Konsultasi dan kirimkan naskahmu ke penerbit HAS sekarang juga melalui WhatsApp di pojok kanan bawah layar atau klik link berikut untuk informasi selengkapnya: Jasa Penerbitan Buku Ber-ISBN, Anggota IKAPI, dan Terpercaya.





