
Menentukan dengan tepat jenis sudut pandang dalam cerita fiksi menjadi salah satu langkah krusial untuk membangun kedekatan antara pembaca dengan karakter tokoh yang kamu buat, menghidupkan suasana cerita, bahkan menciptakan plot twist.
Apa itu sudut pandang? Menurut Aminudin (1995), sudut pandang atau point of view (POV) adalah cara seorang pengarang untuk menampilkan para tokoh atau pelaku di dalam dongeng yang disampaikan atau dipaparkan. Saat membaca novel, kamu pasti menemukan kata ganti aku, kamu, dia, ia, atau anda, bukan untuk menceritakan tentang tokoh? Nah, itulah yang disebut sudut pandang.
Daftar isi
Toggle5 Jenis Sudut Pandang dalam Cerita Fiksi Beserta Contohnya
Melalui artikel ini, kita akan pelajari lebih dalam jenis sudut pandang dalam cerita fiksi yang umumnya digunakan lengkap dengan penjelasan dan contohnya agar kamu semakin paham. Yuk, langsung saja baca lebih detail rangkuman informasinya berikut ini!
Artikel yang sesuai:
Apa Saja Jenis-Jenis Sudut Pandang dalam Cerita Fiksi dan Contohnya?
Dalam cerita fiksi seperti novel atau cerpen, umumnya terdapat lima jenis sudut pandang yang digunakan penulis, antara lain:
1. Sudut pandang orang pertama
Sudut pandang orang pertama berarti narator menggunakan kata ganti aku, saya, gue, atau kata ganti pertama lainnya untuk menyampaikan cerita. Dengan kata lain, narator berperan sebagai tokoh utama dalam cerita.
Menggunakan sudut pandang pertama membuat pembaca seolah dilibatkan dalam cerita dan ikut merasakan setiap kejadian yang dialami tokoh.
Hal tersebut dikarenakan setiap cerita yang disampaikan terasa jujur sehingga hubungan emosional antara pembaca dan tokoh dalam cerita terbangun dengan baik dan pembaca pun mudah simpati dengan kehidupan tokoh.
Hanya saja, menggunakan sudut pandang orang pertama berarti pengetahuan narator terbatas. Narator tidak mengetahui apa yang dipikirkan atau dilakukan oleh tokoh lainnya dalam cerita. Sudut pandang orang pertama dibagi kembali menjadi dua jenis, yaitu:
POV pertama tokoh utama
Sudut pandang orang pertama tokoh utama adalah sudut pandang orang pertama yang seakan-akan menempatkan penulis sebagai tokoh utama. Artinya, penulis mengetahui seluruh pikiran, perasaan, tindakan, atau kejadian yang dialami tokoh utama atau “aku”. Sebagai contoh:
Aku tak pernah menyangka, pertemuan kita yang singkat dan tak terduga kala itu adalah kali terakhirnya aku melihat kau sebelum pergi untuk selamanya.
POV pertama tokoh pendukung
Sudut pandang orang pertama tokoh pendukung berarti tokoh “aku” tidak berperan sebagai tokoh utama, melainkan menjadi narator atau tokoh pendukung yang menceritakan tentang tokoh utama. Ini berarti, tokoh yang menjadi fokus utama ialah tokoh lainnya di dalam cerita. Contohnya:
Aku tak kuasa menahan air mata, kupeluk erat tubuh lemah Rania di depan sebuah pusara bertuliskan nama wanita yang melahirkannya.
2. Sudut pandang orang kedua
Sudut pandang orang kedua berarti narator menggunakan kata ganti kedua yaitu kamu, kau, engkau, anda, atau kata ganti kedua lainnya untuk menyampaikan cerita.
Cerita yang menggunakan sudut pandang orang kedua seolah mengajak pembaca untuk masuk sebagai tokoh yang berperan di dalam cerita.
Meski terdengar unik, penggunaan sudut pandang kedua ini tergolong jarang karena bisa membuat pembaca mudah bosan. Untuk memahami lebih jauh, berikut contoh penggunaan sudut pandang orang kedua:
Kamu berulang kali bertanya kepada diri sendiri apakah benar keputusan ini. Walau sejatinya, kamu tahu bahwa benar atau salah sebuah keputusan pastilah ujungnya selalu pembelajaran yang kamu dapatkan.
3. Sudut pandang orang ketiga terbatas
Sudut pandang orang ketiga terbatas berarti narator memiliki pengetahuan terbatas tentang kehidupan seluruh tokoh yang berperan. Narator hanya mengetahui kehidupan dan isi pikiran tokoh utamanya saja.
Menggunakan jenis sudut pandang ini memungkinkan pembaca penasaran dengan rencana tokoh lain dan menciptakan suspense atau ketegangan di dalam cerita.
Kekurangannya, penulis harus mengganti bab setiap kali ingin fokus menceritakan tentang tokoh baru atau tokoh lain dalam ceritanya. Berikut contoh penggunaan sudut pandang orang ketiga terbatas:
Danis tak kuasa menahan tangis. Ia berharap segera menerima kabar bahwa adiknya berhasil ditemukan.
4. Sudut pandang orang ketiga serba tahu
Berbeda dengan sudut pandang orang ketiga terbatas yang mana narator hanya mengikuti kisah tokoh utamanya saja, dalam sudut pandang orang ketiga serba tahu, narator mengetahui kehidupan seluruh tokoh dalam cerita. Baik masa lalu, masa depan, maupun isi pikiran masing-masing tokoh.
Karena kehidupan seluruh tokoh di dalam cerita diketahui, maka proses pergantian waktu dan tempat bisa lebih mudah dilakukan.
Hanya saja, menggunakan sudut pandang ini membuat pembaca lebih banyak diceritakan, bukan diperlihatkan sehingga kurang mampu menghidupkan imajinasi pembaca. Untuk itu, penulis pemula bisa coba gunakan teknik show don’t tell. Berikut contoh penggunaan sudut pandang orang ketiga serba tahu:
Danis menatap foto adiknya dengan cemas. Sudah tiga hari berlalu, pencarian sang adik yang hilang belum juga membuahkan hasil. Di lain sisi, polisi masih terus berusaha mencari keberadaan adiknya.
5. Sudut pandang campuran
Jenis sudut pandang dalam cerita fiksi yang terakhir yaitu sudut pandang campuran. Disebut campuran karena pengarang atau penulis menggunakan lebih dari satu sudut pandang untuk bercerita.
Jadi, penulis bisa mengkombinasikan sudut pandang orang pertama dan orang ketiga, atau menggunakan sudut pandang yang berbeda di setiap bab. Sudut pandang campuran biasanya digunakan untuk novel yang memiliki banyak tokoh utama atau alur cerita yang kompleks.
Tabel Kelebihan dan Kekurangan Jenis Sudut Pandang dalam Cerita Fiksi

Tabel berikut menerangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis sudut pandang dalam cerita fiksi yang bisa kamu jadikan pertimbangan dalam memilih sudut pandang untuk novelmu.
| Sudut pandang | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Orang pertama |
|
|
| Orang kedua |
|
|
| Orang ketiga terbatas |
|
|
| Orang ketiga serba tahu |
|
|
| Campuran |
|
|
Bagaimana Tips Memilih Jenis Sudut Pandang yang Tepat untuk Novel?
Ingin mulai menulis novel tapi bingung bagaimana memilih jenis sudut pandang dalam cerita fiksi yang tepat? Yuk, kamu bisa coba terapkan beberapa tips berikut:
1. Pikirkan ingin sedekat apa dengan tokoh
Untuk memilih jenis sudut pandang yang tepat, langkah pertama coba pikirkan ingin sedekat apa pembaca dengan tokoh. Jika ingin pembaca terkesan sangat dekat dengan tokoh sehingga ikut merasa emosional dan bersimpati terhadap pengalaman tokoh, maka kamu bisa gunakan sudut pandang orang pertama.
2. Tentukan alur novel
Ingin ada kejutan atau plot twist dalam ceritamu? Kalau iya, hindari menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Sudut pandang orang pertama atau ketiga terbatas lebih cocok karena pembaca hanya mengetahui sebatas apa saja yang tokoh ketahui.
3. Pastikan sudut pandang yang digunakan konsisten
Jika sudah memutuskan menggunakan suatu sudut pandang, maka gunakan sudut pandang tersebut secara konsisten. Hindari mengubah sudut pandang cerita secara tiba-tiba karena bisa membuat pembaca kebingungan dan hilang arah.
4. Sesuaikan dengan gaya penulisan
Gaya penulisan setiap penulis tentunya berbeda-beda. Jadi, pilihlah sudut pandang yang paling nyaman atau cocok dengan gaya menulismu.
5. Perhatikan kompleksitas cerita
Tips terakhir, perhatikan kompleksitas cerita. Menggunakan sudut pandang orang ketiga lebih cocok untuk cerita yang diperankan banyak tokoh dan konflik yang saling terhubung.
FAQ Seputar Jenis Sudut Pandang dalam Cerita Fiksi
Berikut ini daftar pertanyaan yang sering diajukan penulis seputar jenis sudut pandang dalam cerita fiksi:
1. Apa itu sudut pandang?
Sederhananya, sudut pandang adalah cara narator dalam menyampaikan cerita.
2. Apa saja jenis sudut pandang dalam cerita fiksi?
Dalam cerita fiksi terdapat lima sudut pandang yang umumnya digunakan, yaitu sudut pandang orang pertama, orang kedua, orang ketiga terbatas, orang ketiga serba tahu, dan sudut pandang campuran.
3. Apakah dalam satu novel boleh menggunakan lebih dari satu sudut pandang?
Ya, boleh saja. Namun, pastikan pergantian sudut pandang dilakukan dengan jelas, misalnya pada bagian tertentu atau bab yang berbeda agar pembaca tidak bingung.
4. Apa bedanya sudut pandang orang ketiga terbatas dan orang ketiga serba tahu
Perbedaannya, orang ketiga terbatas hanya mengetahui informasi tentang satu tokoh saja, sedangkan orang ketiga serba tahu mengetahui informasi semua tokoh di dalam cerita.
Demikian berbagai jenis sudut pandang dalam cerita fiksi beserta contohnya yang perlu dipahami oleh setiap penulis. Sudut pandang merupakan landasan penting bagi sebuah cerita agar bisa memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan.
Dengan memilih sudut pandang yang tepat, yakni sudut pandang yang paling mampu mendukung karakter, alur, dan emosi yang ingin disampaikan, maka cerita dalam novelmu lebih mudah dinikmati pembaca.





