8 Langkah Mengubah KTI (Karya Tulis Ilmiah) Menjadi Buku yang Siap Terbit ber-ISBN

8 Langkah Mengubah KTI (Karya Tulis Ilmiah) Menjadi Buku yang Siap Terbit ber-ISBN

Pernahkah kamu berpikir bahwa sangat disayangkan jika karya ilmiah (skripsi, tesis, disertasi) yang sudah kamu susun dengan penuh jerih payah hanya berakhir di meja sidang, rak perpustakaan, atau folder laptop saja?

Karya tulis ilmiah (KTI) terlahir dari proses penelitian panjang hingga menghasilkan ilmu pengetahuan baru yang layak diketahui oleh khalayak luas. Namun sayangnya, KTI sering kali diperuntukkan bagi kalangan akademisi saja. Bahasanya yang cenderung kaku dan bersifat akademis, membuat KTI sulit dipahami masyarakat umum.

8 Langkah Mengubah KTI (Karya Tulis Ilmiah) Menjadi Buku yang Siap Terbit ber-ISBN

Itulah kenapa KTI perlu diubah ke dalam format buku terlebih dahulu agar bisa dinikmati oleh pembaca dari semua kalangan. Lalu, bagaimana langkah mengubah KTI menjadi buku yang siap terbit dan bisa dinikmati oleh pembaca dari berbagai kalangan? Yuk, simak langkah-langkah praktisnya berikut ini!

1. Buat Perencanaan dan Evaluasi

Langkah pertama sebelum memulai proses penulisan ulang KTI menjadi buku yaitu membuat perencanaan dan evaluasi terlebih dahulu.

Pada tahapan ini, kamu perlu menanyakan kepada diri sendiri terkait apa isi KTI yang perlu dipertahankan, apa yang perlu diubah, dan bagian mana yang bisa dipangkas agar membuat isi buku menjadi lebih ringkas?

Perencanaan yang matang membantumu agar lebih mudah dalam menentukan target pembaca dan gaya bahasa yang tepat. Sebab, KTI ini berbeda dengan buku.

Pembaca menginginkan buku dengan narasi yang mengalir dan enak dibaca ketimbang menampilkan data-data yang formal. Target pembaca buku juga lebih spesifik sehingga gaya bahasa yang digunakan juga perlu disesuaikan agar bisa dipahami dan dinikmati oleh target pembaca dengan baik.

Untuk itu, evaluasi di awal proses mengubah KTI menjadi buku merupakan langkah penting. Tanpa evaluasi yang jelas, proses konversi KTI bisa jadi tidak beraturan dan buku hasil konversi yang dihasilkan terasa membingungkan.

2. Susun Kerangka Bab yang Jelas

Setelah membuat perencanaan dan evaluasi yang matang, selanjutnya susun kerangka bab yang jelas. Tentukan daftar bab, subbab, dan ide atau pokok pikiran utama di setiap bagian.

Isi karya ilmiahmu bisa digunakan sebagai fondasi untuk setiap babnya. Lalu agar lebih menarik, kamu bisa tambahkan penjelasan, gambar, ilustrasi, contoh studi kasus, hingga refleksi pribadi.

Dengan menyusun kerangka bab yang jelas, proses pengubahan KTI menjadi buku akan lebih terarah, fokus, dan pesan di dalam keseluruhan bab bisa terjaga konsistensinya.

3. Modifikasi Judul KTI agar Lebih Menarik

Karta tulis ilmiah (KTI) pada umumnya disajikan dengan judul yang informatif, tetapi kurang menarik. Sementara buku, perlu dikemas dengan judul yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan mampu merepresentasikan isi buku.

Untuk itu, kamu perlu menggunakan pilihan kata atau diksi yang bisa mengundang rasa penasaran pembaca. Misalnya, strategi, rahasia, tips dan trik, langkah efektif, dan lain sebagainya.

4. Ubah Gaya Bahasa

Langkah mengubah KTI menjadi buku berikutnya adalah mengubah gaya bahasa. Karena target pembaca KTI merupakan kalangan akademisi, maka tak heran gaya bahasa yang digunakan di dalam KTI cenderung kaku.

Jika KTI hendak diubah menjadi buku, maka target pembacanya bukan lagi kalangan akademisi, melainkan pembaca secara umum. Ini artinya, bahasa yang digunakan harus disederhanakan agar lebih mudah dimengerti oleh pembaca.

Sebagai contoh, daripada menulis, “Berdasarkan riset yang penulis lakukan, ” kamu bisa ubah menjadi, “Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan..”. Kalimat yang kedua terdengar lebih ringan, bukan?

Pemilihan kata “riset” mungkin terdengar lumrah di dunia akademik. Namun, secara umum terdengar tidak biasa digunakan atau bahkan maknanya tidak diketahui oleh masyarakat umum.

Maka dari itu, mengubah gaya bahasa KTI merupakan salah satu langkah wajib jika KTI hendak diubah menjadi buku. Penggunaan gaya bahasa yang mudah dipahami membuat buku menjadi terasa lebih ramah dan bisa dinikmati oleh pembaca dari semua kalangan, bukan hanya dari kalangan akademisi saja.

Sebagai penulis, kamu juga bisa menyertakan pengalaman pribadi yang relevan dengan topik pembahasan di dalam buk. Kamu pun bisa menambahkan kisah yang diperoleh di lapangan untuk memperkuat pesan yang disampaikan.

5. Sertakan Nilai Tambah dalam Buku

Setelah mengubah gaya bahasa, langkah mengubah KTI menjadi buku selanjutnya adalah menyertakan nilai tambah pada buku. Langkah ini penting untuk meningkatkan daya tarik pembaca terhadap bukumu.

Buku yang hanya berisikan salinan KTI saja tentu kurang menarik. Maka, penting untuk memberikan nilai baru di dalam buku seperti wawancara sederhana, studi kasus terupdate, refleksi pribadi, atau ilustrasi sehingga naskah buku menjadi lebih segar dan relevan dengan pembaca di zaman sekarang.

Sebab, pembaca di zaman sekarang tidak hanya membutuhkan teori, tetapi juga wawasan yang secara praktis bisa langsung mereka aplikasikan di dalam kehidupan nyata.

6. Editing dan Revisi

Editing dan revisi merupakan langkah penting yang dapat menentukan kenyamanan sebuah buku ketika dibaca. Tanpa melewati tahapan editing dan revisi, buku bisa jadi masih terdapat banyak kesalahan penulisan ataupun terasa membosankan saat dibaca.

Untuk mengedit dan merevisi naskah, beberapa hal yang perlu dilakukan antara lain, memeriksa ulang alur tulisan apakah sudah logis dan terstruktur atau belum, menghilangkan repetisi agar kalimat menjadi lebih efektif, serta penataan transisi setiap bab agar terkesan halus atau tidak kaku.

Nah, di sini editor profesional memegang peranan penting agar dapat membantu mengubah KTI menjadi buku yang siap dibaca tanpa mengubah esensi penelitian di dalamnya.

Editing yang rapi dan profesional bisa membantu menyampaikan pesan-pesan di dalam buku dengan jelas tanpa kehilangan suara asli penulis.

7. Membuat Desain Sampul dan Layout Buku

8 Langkah Mengubah KTI (Karya Tulis Ilmiah) Menjadi Buku yang Siap Terbit ber-ISBN

Desain cover merupakan elemen kunci untuk memikat perhatian pembaca sejak pandangan pertama. Cover bukan sekadar pelindung isi buku, cover yang menarik juga mampu memberikan kesan pertama yang kuat dan menjadi alat promosi yang efektif.

Selain cover, layout buku juga penting untuk diperhatikan dan didesain dengan memperhatikan prinsip layout buku supaya pembaca betah berlama-lama saat membaca bukumu.

Untuk memastikan buku disajikan dengan cover dan layout yang menarik serta profesional, kamu bisa manfaatkan layanan jasa desain cover dan layout buku yang biasanya juga disediakan oleh penerbit atau platform-platform freelance.

Kamu bisa diskusikan dengan desainer cover terkait warna, font, dan ilustrasi yang sesuai dengan tema buku. Ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kredibilitas dan profesionalitas buku di mata pembaca dan juga toko buku.

8. Tentukan Format dan Jalur Penerbitan

Setelah naskah sudah benar-benar tersaji dalam format buku, langkah mengubah KTI menjadi buku yang terakhir adalah memilih format beserta jalur penerbitan. Beberapa format penerbitan yang bisa kamu pilih antara lain format ebook, cetak, audiobook, atau bisa juga ebook dan cetak sekaligus.

Sementara untuk jalur penerbitan sendiri terdiri dari jalur penerbitan tradisional (melalui penerbit mayor), penerbit indie, dan self publishing.

Jika ingin bukumu terbit dalam waktu yang lebih cepat, maka menerbitkan buku melalui penerbit indie bisa jadi solusi praktis. Salah satunya penerbit Halo Adil Sejahtera (HAS). Penerbit HAS menyediakan layanan penerbitan buku yang komprehensif mulai dari editing, desain cover, layout, pengurusan ISBN, hak cipta buku, hingga promosi dan pendistribusiannya.

Langkah ini merupakan langkah krusial bagi setiap penulis. Sebab, format dan jalur penerbitan yang dipilih menjadi faktor yang menentukan seberapa luas bukumu dapat menjangkau para pembaca.

Mengubah KTI (karya tulis ilmiah) menjadi buku merupakan proses yang penting bagi kalangan akademisi seperti dosen, mahasiswa, hingga peneliti. Banyak manfaat mengubah KTI menjadi buku yang bisa diperoleh, di antaranya meningkatkan kredibilitas dan profesionalitas di bidang yang ditekuni, hingga mengembangkan karier akademik dosen.

Namun, tidak sedikit mahasiswa atau dosen pemula yang masih kebingungan untuk memulai langkah mengubah KTI menjadi buku. Untuk itu bagi kamu yang berencana mengubah KTI-mu menjadi buku ber-ISBN, semoga pembahasan dalam artikel ini bisa memberikan sedikit pencerahan. Selamat berkarya!

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn