
Tugas seorang editor naskah tidak hanya mencakup pemeriksaan typo saja, lho. Lebih daripada itu, editor naskah juga bertanggung jawab memastikan kualitas naskah sudah benar-benar layak terbit, baik dari segi struktur, bahasa, dan isinya mudah dipahami target pembaca.
Itulah kenapa skill yang wajib dimiliki editor naskah juga meliputi pemahaman terhadap kaidah kebahasaan dan tata bahasa, berwawasan luas, memahami struktur dan alur naskah yang baik, update tren di dunia perbukuan, hingga memahami penggunaan tools digital.
Daftar isi
Toggle10+ Skill yang Wajib Dimiliki Editor Naskah Profesional
Nah, untuk kamu yang tertarik menjadi editor naskah profesional, artikel ini akan menjabarkan satu per satu skill yang wajib dimiliki editor naskah profesional di penerbitan buku. Yuk, jangan lewatkan informasi berikut ini sampai akhir!
Artikel yang sesuai:
Apa Itu Editor?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), editor adalah orang yang mengedit naskah tulisan atau karangan yang akan diterbitkan dalam bentuk buku, majalah, atau surat kabar.
Seorang editor atau dikenal pula penyunting naskah bertanggung jawab melakukan penyuntingan naskah secara detail dan menyeluruh. Editor akan memeriksa dan menyunting naskah dari aspek tata bahasa maupun substansinya sehingga naskah buku siap terbit.
Apa Saja Skill yang Wajib Dimiliki Editor Naskah?
Nah, apa saja skill yang wajib dimiliki editor agar bisa menjadi profesional di industri penerbitan buku? Berikut daftar hard skill dan soft yang perlu kamu miliki:
1. Gemar membaca
Pertama, seorang editor harus suka membaca. Hal ini dikarenakan editor nantinya akan berhadapan dengan banyak naskah dari berbagai genre. Satu naskah juga biasanya terdiri hingga ratusan halaman.
Naskah-naskah tersebut perlu dibaca dan diperiksa lebih lanjut oleh editor untuk memastikan kelayakannya sebelum diterbitkan. Jadi, itulah kenapa editor hendaknya diisi oleh orang-orang yang memang suka membaca.
2. Ketertarikan pada dunia kepenulisan
Memiliki ketertarikan pada dunia kepenulisan juga menjadi poin penting untuk menjadi editor profesional. Hal ini bisa menjadi penanda bahwa ia sudah cukup memahami bagaimana teknik menulis yang baik. Dengan begitu, editor bisa menilai kekurangan suatu karya dan memberikan saran perbaikan yang tepat kepada penulis.
3. Memahami kaidah kebahasaan dan tata bahasa
Berikutnya, skill yang wajib dimiliki editor naskah profesional yaitu menguasai kaidah kebahasaan dan tata bahasa. Pemahaman terhadap kaidah kebahasaan dan tata bahasa mencakup hal-hal berikut:
- Menguasai Ejaan Bahasa Indonesia
- Memahami penggunaan tanda baca
- Memahami tata bahasa
- Memahami struktur kalimat yang efektif
- Mengetahui penggunaan kata baku dan tidak baku
- Memahami penggunaan diksi yang sesuai konteks
Pada intinya, editor harus menguasai bagaimana cara membuat kalimat mudah dipahami pembaca. Yakni dengan menyusun kalimat secara efektif atau tidak bertele-tele agar nyaman dibaca dan tidak menimbulkan salah persepsi.
4. Mempunyai pengetahuan luas
Karena nantinya akan menangani berbagai genre naskah, maka seorang editor harus memiliki pengetahuan luas. Hal ini penting untuk memastikan keakuratan informasi yang tercantum di dalam naskah. Dengan demikian, editor juga hendaknya memiliki kemampuan riset dan pengecekan fakta yang baik.
5. Mampu menilai kelayakan naskah

Tidak semua naskah yang masuk ke penerbit layak diterbitkan. Terlebih lagi, setiap penerbit biasanya memiliki standar kelayakan naskah yang berbeda-beda sehingga editor harus mampu menilai mana naskah yang belum layak terbit dan perlu direvisi, serta mana yang sudah benar-benar siap diterbitkan. Dengan demikian, buku yang sampai ke tangan pembaca memang berkualitas.
6. Memahami struktur dan alur naskah yang baik
Berikutnya, skill yang wajib dimiliki editor naskah profesional adalah pemahaman terhadap struktur dan alur naskah yang baik. Dalam hal ini, editor harus mampu menilai naskah dari aspek-aspek seperti dalam tabel berikut.
| Pertanyaan | Beri tanda centang (✓) jika sudah | |
|---|---|---|
| Apakah pembuka sudah menarik dan cukup membuat pembaca penasaran untuk membaca kelanjutannya? | ||
| Apakah alur cerita sudah logis? | ||
| Apakah sudah tidak ada kesenjangan dalam cerita atau plot hole? | ||
| Apakah setiap karakter tokoh mengalami perkembangan? | ||
| Apakah setiap bab memiliki keterkaitan? | ||
| Apakah setiap pergantian bab sudah dilakukan secara natural? | ||
| Apakah terdapat informasi berulang? | ||
| Apakah kesimpulan sudah sesuai pembahasan? |
Dengan demikian, editor tidak harus selalu memperbaiki naskah dengan menulis ulang dari awal. Editor cukup memberikan arahan dan masukan supaya ide penulis tetap bisa tersampaikan secara efektif kepada pembaca.
7. Update tren di dunia perbukuan
Dunia perbukuan tentunya terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Mengikuti update tren di dunia perbukuan membantu editor memahami istilah-istilah atau konsep baru yang penulis gunakan dalam menulis bukunya. Editor juga jadi bisa menilai tema-tema apa yang sedang digandrungi di pasaran.
8. Ketelitian dan empati tinggi
Ketelitian juga menjadi bagian penting dari skill yang wajib dimiliki editor naskah buku. Ketelitian tinggi membantu editor menemukan detail kesalahan kecil dalam tulisan yang dapat mempengaruhi kenyamanan pembaca dan berdampak pada kualitas naskah secara keseluruhan.
Sementara itu, empati tinggi juga diperlukan oleh editor agar mampu memposisikan diri sebagai target pembaca saat menilai sebuah naskah. Apakah sebuah kalimat sudah cukup enak dibaca dan mudah dimengerti ataukah belum. Sikap empati tinggi membantu editor meningkatkan kualitas akhir naskah secara optimal agar nyaman dinikmati pembaca.
9. Komunikasi
Dalam menjalankan tugasnya, editor akan berinteraksi dengan pihak lain yaitu penulis dan tim penerbitan. Maka, skill yang wajib dimiliki editor naskah berikutnya ialah komunikasi. Komunikasi yang baik membantu memperlancar tahapan penyempurnaan kualitas naskah.
Editor harus mampu memberikan kritik yang konstruktif, menjelaskan alasan jika dilakukan perubahan tertentu pada naskah, mendiskusikan bagian yang masih terasa membingungkan, menghindari kesan menyalahkan penulis, hingga terbuka terhadap masukan dari penulis.
Dengan demikian, tugas editor tidak sebatas mengoreksi naskah saja, melainkan juga memberikan saran perbaikan atau solusi yang bisa penulis lakukan untuk menyempurnakan naskahnya.
10. Penggunaan tools digital
Untuk mempermudah proses editing naskah, seorang editor juga hendaknya memahami penggunaan tools digital editing naskah. Beberapa tools yang bisa digunakan antara lain Google Docs, Microsoft Word, Fitur Track Changes, Spell check, Comment, dan Tools pengecekan dokumen.
Menguasai tools-tools tersebut membantu editor lebih mudah dalam melacak kesalahan penulisan serta membuat proses revisi lebih rapi dan cepat.
11. Manajemen waktu yang baik
Biasanya, tim penerbitan memberlakukan deadline pengerjaan editing untuk setiap naskah. Maka, penting bagi editor memiliki kemampuan mengelola waktu yang baik agar tidak kewalahan saat harus menangani lebih dari satu naskah dalam waktu bersamaan.
Untuk itulah, seorang editor harus membuat skala prioritas dengan mengutamakan naskah yang tenggat waktunya paling dekat, membagi naskah menjadi beberapa tahap pengerjaan, memperkirakan waktu penyuntingan, dan melakukan revisi sesuai naskah yang deadline-nya terdekat. Langkah ini penting untuk mencegah pekerjaan semakin menumpuk di akhir.
FAQ Seputar Skill yang Wajib Dimiliki Editor Naskah
Berikut daftar pertanyaan yang sering diajukan pemula tentang skill yang wajib dimiliki editor naskah profesional dilengkapi dengan jawabannya:
1. Apakah pemula bisa menjadi editor profesional?
Ya, bisa. Pemula bisa menjadi editor profesional dengan dimulai banyak membaca, berlatih dasar penyuntingan naskah, mempelajari kaidah kebahasaan dan tata bahasa, latihan menyunting naskah pendek, membandingkan hasil editing sendiri dengan editor profesional, hingga mengikuti kursus menjadi editor.
2. Apakah editor harus suka membaca?
Ya. Editor harus suka membaca karena nantinya akan bertanggung jawab mengoreksi berbagai genre naskah dengan jumlah ratusan halaman per naskah. Jika tidak suka membaca, maka bekerja sebagai editor akan terasa sangat melelahkan dan membosankan.
3. Apakah editor dan proofreader itu sama?
Berbeda. Editor fokus mengoreksi kesalahan mendalam pada naskah dari aspek bahasa, gaya penulisan, struktur, alur, dan konsistensi naskah. Sementara proofreader berfokus pada pemeriksaan kualitas akhir naskah seperti typo, kesalahan tanda baca, dan kesalahan kecil lainnya yang terlewatkan pada proses editing.
4. Apakah untuk menjadi editor harus dari latar belakang pendidikan Bahasa atau Sastra Indonesia?
Tidak harus. Skill yang wajib dimiliki editor naskah buku juga bisa dipelajari oleh seseorang dari berbagai latar belakang pendidikan melalui kursus atau pelatihan dan belajar otodidak. Jika didukung pengalaman dan portofolio relevan, maka kesempatan berkarier menjadi editor profesional juga akan semakin terbuka luas bagi siapa saja.
5. Bagaimana cara memperoleh pengalaman pertama sebagai editor?
Caranya bisa dengan latihan menyunting naskah milik sendiri atau teman, mengikuti proyek kecil, volunteer, magang, freelance, dan membangun portofolio editing sebagai nilai tambah yang dapat meningkatkan kepercayaan recruiter.
Itulah tadi sebelas skill yang wajib dimiliki editor naskah profesional. Untuk menjadi editor naskah profesional tidak hanya perlu ketelitian tinggi untuk menemukan typo, kamu juga wajib suka membaca, tertarik dengan dunia kepenulisan, memahami struktur dan alur naskah yang baik, menguasai kaidah kebahasaan dan tata bahasa, hingga memiliki kemampuan komunikasi dan time management yang baik.
Nah, setelah mengetahui berbagai skill penting yang perlu dimiliki editor naskah buku profesional, mana nih skill yang sudah kamu miliki dan mana yang masih perlu kamu kembangkan lagi? Yuk, coba bagikan jawabanmu di kolom komentar!





