3 Jenis Latar Cerita Novel, Cerpen Maupun Cerita Fiksi Lainnya dan Contohnya

3 Jenis Latar Cerita Novel, Cerpen Maupun Cerita Fiksi Lainnya dan Contohnya

Memulai menulis cerita fiksi seperti cerpen atau novel tidak hanya soal membangun alur dan karakter. Salah satu unsur penting yang tidak boleh kamu lewatkan yaitu latar atau setting cerita.

Latar pada cerita fiksi ini sangat berperan penting dalam menghidupkan cerita. Latar membantu pembaca memahami di mana, kapan, dan bagaimana suasana cerita berlangsung.

3 Jenis Latar Cerita Novel, Cerpen Maupun Cerita Fiksi Lainnya dan Contohnya

Latar sendiri dibagi ke dalam beberapa jenis. Nah, apa saja macam-macam setting atau latar tersebut dapat kamu baca secara lengkap pada uraian di bawah ini:

Apa Itu Latar Cerita?

Sebelum membahas tentang jenis-jenis latar cerita fiksi, mari kita pahami apa sebenarnya latar cerita itu sendiri. Latar cerita atau setting adalah segala keterangan yang berkaitan dengan waktu, tempat, dan suasana terjadinya suatu peristiwa dalam cerita fiksi.

Latar tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga berperan dalam membangun emosi, konflik, bahkan karakter tokoh. Nah, dalam penulisan cerita fiksi, latar biasanya meliputi:

  • Tempat terjadinya peristiwa
  • Waktu berlangsungnya cerita
  • Suasana atau kondisi yang menyertai kejadian

Fungsi Latar di Cerita Novel

Fungsi dari setting cerita yaitu untuk:

1. Menghidupkan cerita

Latar berfungsi membuat cerita terasa nyata dan mudah divisualisasikan oleh pembaca. Tanpa latar yang jelas, cerita akan terasa kosong dan sulit dibayangkan.

Dengan latar yang detail, pembaca seolah-olah “masuk” ke dalam dunia cerita. Mereka bisa membayangkan tempat, merasakan suasana, bahkan seakan ikut mengalami kejadian yang dialami tokoh.

2. Mendukung alur cerita

Latar memiliki peran penting dalam membentuk dan mengarahkan alur cerita. Perubahan tempat, waktu, atau suasana seringkali menjadi pemicu munculnya konflik atau perkembangan cerita, misalnya:

Perpindahan latar dari desa ke kota bisa memunculkan konflik adaptasi
Perubahan waktu dari siang ke malam dapat meningkatkan ketegangan
Suasana yang berubah dari damai menjadi mencekam bisa menandai konflik utama

3. Memperkuat karakter tokoh

Latar dapat membantu membentuk dan memperjelas karakter tokoh dalam cerita. Lingkungan tempat tokoh hidup seringkali mempengaruhi cara berpikir, sikap, dan perilakunya, misalnya:

Tokoh yang hidup di lingkungan keras cenderung memiliki sifat tangguh
Tokoh yang dibesarkan di kota besar mungkin lebih modern dan terbuka
Tokoh yang tinggal di daerah terpencil bisa memiliki pandangan hidup yang berbeda

4. Membangun suasana emosional

Latar juga berfungsi untuk menciptakan suasana emosional yang ingin disampaikan kepada pembaca. Suasana ini dapat memengaruhi bagaimana pembaca merasakan sebuah adegan. Salah satu contoh penggunaan latar untuk membangun emosi:

Hujan deras dan langit gelap untuk suasana sedih atau sendu
Malam sunyi dengan suara angin untuk menciptakan ketegangan
Taman yang cerah dengan bunga bermekaran untuk suasana bahagia

Jenis-Jenis Latar Cerita Novel

3 Jenis Latar Cerita Novel, Cerpen Maupun Cerita Fiksi Lainnya dan Contohnya

Oke, sekarang mari kita bahas secara mendetail jenis-jenis latar cerita fiksi beserta contohnya. Secara umum, ada beberapa jenis latar cerita novel yang perlu kamu pahami dan tiga di bawah ini ialah jenis yang paling utamanya yaitu:

1. Latar tempat

Latar tempat adalah lokasi terjadinya peristiwa dalam cerita. Latar ini tidak hanya menunjukkan “di mana” cerita berlangsung, tetapi juga dapat mempengaruhi jalannya cerita, konflik, hingga karakter tokohnya. Latar tempat bisa bersifat:

  • Nyata (misalnya kota, desa, sekolah, rumah sakit)
  • Imajinatif (seperti dunia fantasi, planet lain, kerajaan fiksi)
  • Spesifik (menyebutkan detail lokasi)
  • Umum (hanya memberi gambaran global)

Ketika kamu menyajikan latar tempat, semakin detail latar tempat yang kamu bangun, semakin mudah pembaca membayangkan adegan dalam cerita. Untuk contoh dari latar tempat pada cerita fiksi ini bisa kamu lihat di bawah ini:

Di sebuah gang sempit di kawasan Jakarta Barat, lampu-lampu jalan redup berkedip. Dinding-dinding rumah berhimpitan, catnya mulai mengelupas, dan aroma gorengan dari warung ujung gang bercampur dengan bau hujan yang baru saja turun.

Dari contoh tersebut, pembaca tidak hanya tahu lokasinya, tetapi juga bisa merasakan suasana lingkungan secara visual dan inderawi. Jadi terlihat lebih menarik, kan?

2. Latar waktu

Latar waktu menjelaskan kapan peristiwa dalam cerita terjadi. Waktu tidak hanya berfungsi sebagai penanda kronologi, tetapi juga dapat memperkuat konteks sosial, budaya, bahkan konflik dalam cerita. Latar waktu dapat dibagi menjadi beberapa bentuk, seperti:

  • Waktu harian (pagi, siang, malam)
  • Waktu historis (masa penjajahan, era reformasi)
  • Waktu musim (musim hujan, musim kemarau)
  • Waktu futuristik (masa depan dengan teknologi canggih)

Pemilihan latar waktu yang tepat akan membantu pembaca memahami situasi dan kondisi yang memengaruhi tokoh. Untuk contoh bagaimana menarasikan latar waktu bisa kamu lihat di bawah ini:

Pukul tiga dini hari, kota itu masih terlelap. Hanya suara sirene ambulans yang sesekali memecah keheningan, menandakan bahwa pandemi belum benar-benar usai.

Contoh di atas tidak hanya menunjukkan waktu (dini hari), tetapi juga memberi konteks situasi (masa pandemi) yang memperkaya cerita. Dengan begitu pembaca jadi lebih mudah mengimajinasikan apa yang mereka baca.

3. Latar suasana

Latar suasana adalah kondisi emosional atau atmosfer yang menyelimuti cerita. Latar ini berfungsi untuk membangun perasaan tertentu dalam diri pembaca, seperti tegang, sedih, bahagia, atau mencekam. Latar suasana biasanya dibangun melalui:

  • Deskripsi lingkungan
  • Reaksi tokoh
  • Detail sensorik (suara, bau, cahaya, suhu)

Contoh dari latar suasana bisa kamu lihat di bawah ini:

Angin malam berhembus dingin, membuat jendela kamar berderit pelan. Lampu yang berkedip-kedip menambah kesan menyeramkan. Di sudut ruangan, bayangan tampak bergerak, meski tidak ada siapa pun di sana.

Jenis-Jenis Latar Cerita Lainnya

Selain tiga jenis latar cerita di atas, ada beberapa jenis setting cerita yaitu:

  • Kondisi sosial (status ekonomi, budaya, kebiasaan masyarakat)
  • Lingkungan alam (cuaca, kondisi geografis)
  • Situasi psikologis (perasaan kolektif atau individu dalam cerita)

Cara Menarasikan Latar Cerita

Berikut ini dua cara yang bisa kamu gunakan untuk menyajikan atau membuat narasi dari setting cerita yang kamu gunakan:

Narasi setting cerita secara eksplisit

Latar eksplisit adalah latar yang disampaikan secara langsung dan jelas oleh penulis. Pembaca tidak perlu menebak-nebak karena informasi tentang tempat, waktu, atau suasana sudah dijelaskan secara gamblang. Jenis latar ini biasanya digunakan untuk:

  • Membuka cerita
  • Memperjelas perubahan adegan
  • Memberikan konteks penting dengan cepat

Kelebihan latar eksplisit adalah memudahkan pembaca memahami situasi, terutama bagi pemula. Namun, jika terlalu sering digunakan tanpa variasi, bisa terasa kurang “hidup”.

Contoh untuk penyajian latar secara eksplisit ini bisa kamu lihat di bawah ini:

Pada sore hari di bulan Desember 2020, di sebuah rumah sakit di Bandung, ruang ICU dipenuhi suara mesin yang berdetak stabil. Bau antiseptik menyengat, sementara para tenaga medis bergerak cepat menangani pasien yang terus berdatangan.

Narasi setting cerita secara implisit

Latar implisit adalah latar yang tidak dijelaskan secara langsung, melainkan disampaikan melalui petunjuk-petunjuk halus dalam cerita. Pembaca diajak untuk menyimpulkan sendiri setting berdasarkan deskripsi tindakan, dialog, atau detail lingkungan.

Jenis latar ini sering digunakan dalam penulisan yang lebih “show, don’t tell” karena terasa lebih alami dan tidak menggurui. Ciri-ciri latar implisit yaitu:

  • Tidak menyebutkan tempat atau waktu secara langsung
  • Mengandalkan detail sensorik dan aksi tokoh
  • Memberi ruang interpretasi bagi pembaca

Untuk contoh narasi latar cerita secara eksplisit bisa kamu lihat di bawah ini:

Keringat menetes dari pelipisnya meski ia hanya duduk diam. Kipas angin tua di sudut ruangan berputar lambat, seolah tak mampu melawan hawa panas yang menyesakkan. Dari luar, suara pedagang es lewat menjadi satu-satunya harapan untuk sedikit kesejukan.

Dari deskripsi tersebut, pembaca dapat menyimpulkan bahwa latarnya berada di tempat yang panas, kemungkinan siang hari di lingkungan yang padat atau sederhana, tanpa harus dijelaskan secara langsung.

Itulah jenis-jenis latar cerita di cerita fiksi dan juga pemaparan lainnya terkait dengan setting cerita. Gimana, sudah memiliki gambaran bagaimana setting ceritamu kamu bangun?

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn